Pages

ORANG SALEH HARUS MENJALANI KEHIDUPAN YANG BENAR

Bacaan Alkitab : Efesus 5 : 1-14
"Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi rang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono - karena hal-hal ini tidak pantas - tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan.
Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Jangan lah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi leh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

Ayat Renungan : Roma 13 : 12, FAYH
"... Fajar akan segera menyingsing. Hari kedatangan-Nya akan segera tiba. Oleh karena itu ...jalanilah kehidupan yang benar sebagaimana patut bagi kita yang hidup dalam terang."

Apa yang tertulis dalam Efesus 5 : 1-14 dan juga peringatan dalam Roma 13 : 12 FAYH, mengajak setiap orang saleh untuk mewaspadai hidup ini:
  1. Kedatangan Kristus di angkasa akan segera tiba! Ingat: Waktunya sudah sangat dekat! Sebab, berbagai tanda yang di katakan Alkitab sedang menjadi kenyataan (Baca saja: II Timotius 3 : 1-5 ..."Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya  mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!" , II Tesalonika 2 : 1-8 ..."Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagi Allah. Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerap kali kukatakan kepadamu, ketika kau masih bersama-sama dengan kamu? Dan sekarang kamu tahu apa yang yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pad awaktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau ia datang kembali."  dan I Yohanes 2 : 18 ..."Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.").
  2. Para saleh Tuhan yang merindukan kedatangan-Nya, harus menjalani kehidupan yang benar, di dalam terang, bersama-Nya! Baca lagi: Efesus 5 : 1-14, dan melangkahlah dalam Kuasa Roh Kudus, sambil mengerjakan hal-hal berikut ini:
  • Menurut Efesus 5 : 1-2 ; teladanilah Tuhan Yesus dan ikuti gaya hidup-Nya!
  • Menurut Efesus 5 : 3-7 ; menjaga pergaulan dalam hidup sehari-hari dan tidak berkompromi dengan gaya hidup duniawi!
  • Menurut Efesus 5 : 8-14 ; hiduplah senantiasa di dalam terang bersama Tuhan, sambil menjaga tutur kata dan perilaku yang benar di hadapan semua orang! Maka, Kristus akan bercahaya atas saudara. Selamat!

ORANG SALEH HIDUP DALAM ROH DAN BUKAN DALAM DAGING

Bacaan Alkitab : Roma 8 : 1-17
"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tidak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 
Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.  
Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia , yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati.; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah.
Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."

Ayat Renungan : Roma 8 : 9A
"Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu."

Dari ciri-ciri orang saleh yang telah kita bahas, dapatlah dikatakan bahwa ciri-ciri demikian adalah pertanda, bahwa orang saleh itu hidup dalam Roh, dan bukan dalam daging! Sebab, hidup dalam daging adalah hidup dalam perseteruan terhadap Allah dan tidak tunduk kepada-Nya (Baca: Roma 8 : 7).
Saudaraku, marilah kita mengingat kembali prinsip-prinsip hidup di dalam Roh, seperti yang tertulis dalam Yoh 8 : 14, 9A dan 13 : "Orang saleh itu adalah anak Allah - Dipimpin Roh Kudus - Hidup dalam Roh dan bukan dalam daging - mematikan semua keinginan daging oleh Kuasa Roh Kudus."
Ingat ini:
  • Saudara harus bersemangat dalam memerangi kedagingan (Baca: Roma 12:11 ..."Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.").
  • Roh Kudus yang diam di dalam saudara untuk memimpin saudara, lebih besar dari semua kedagingan itu (Baca:  I Yohanes 4:4 ..."Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.").
  • Salah satu tanda bahwa saudara hidup dalam Roh adalah kemenangan saudara atas kedagingan (Baca: Roma 8 : 13 & Galatia 5 : 24 ..."Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya."). 
Dengan kemenangan atas kedagingan, saudara dapat leluasa hidup dalam Roh dan melakukan kehendak Bapa dalam ketekunan! Amin?
Itulah gaya hidup orang saleh - "Menyenangkan hati Bapa" So, pertahankan sampai ke akhir!"

ORANG SALEH MEMBERKATI, UNTUK DIBERKATI

Bacaan Alkitab : I Petrus 3 : 8-12
"Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:
"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong,
tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."
 
Ayat Renungan : I Petrus 3 : 9
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan... sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil... untuk memperoleh berkat."

Kita telah membahas sebelumnya, bahwa orang saleh sebaiknya memberkati dan bukan menghakimi! Amin?
Dalam konteks memberkati, kita mengenal dua prinsip ini:
Pertama: "Diberkati, untuk memberkati."
Kedua, "Memberkati, untuk diberkati." Dan I Petrus 3 : 9 adalah yang kedua!
Untuk itu, ada ketetapan Tuhan lewat Firman-Nya, agar orang saleh tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan caci maki dengan caci maki!
Sebaliknya, orang saleh membalas semua perlakuan buruk itu dengan memberkati!
Ingat: Itu adalah panggilan orang saleh. Dan, dengan memberkati seperti itu, kita akan diberkati! So, waspadalah, agar saudara tidak terjebak dalam tipu muslihat iblis yang merugikan dan menghancurkan!

MENJADI ORANG SALEH YANG MEMBERKATI DAN BUKANNYA MENGHAKIMI

Bacaan Alkitab : Matius 7 : 1-5
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai, orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau kan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
 

Ayat Renungan : Matius 7 : 5
"Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Sebagai sebuah metafora, mata melambangkan jiwa, yaitu bagian dari diri kita yang melihat secara rohani !
Baca saja: Matius 6 : 22-23 ..."Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.", dan perhatikan: "Kita harus memiliki mata yang baik / jernih, yaitu jiwa yang murni, bebas dari segala kemunafikan!"
Untuk lebih mengerti makna perumpamaan Tuhan ini, marilah kita melihat kisah raja Daud dalam II Samuel 12 : 1-7A ..."TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: "Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin. Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu." Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: "Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan." Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu!" , ketika nabi Natan diutus Tuhan untuk menegur dia. Natan memakai cerita tentang seorang kaya yang merampas seekor domba betina milik seorang yang miskin. Daud menjadi sangat marah, dan berkata: "Demi Tuhan yang hidup, orang itu harus dihukum mati... karena ia tidak kenal belas kasihan." Tetapi, kemudian Natan berkata: "Engkaulah orang itu!" 
Bayangkan: Daud dapat melihat betapa jahatnya merampas domba orang lain, tetapi dia tidak dapat melihat dosa yang lebih besar pada dirinya sendiri, yaitu merampas istri orang lain dengan jalan membunuh suaminya!
Perhatikan: "Kendati Daud buta terhadap dosanya sendiri, ia mampu melihat dosa orang lain dengan jelas!
Makna perumpamaan Tuhan Yesus ini ialah:
"Kita tidak berhak untuk menghakimi saudara kita, sampai kita bersedia untuk mengakui fakta mengenai keberadaan kita sendiri!"
Bacalah: Galatia 6 : 1 ..."Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang  itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan." dan jadilah orang saleh yang memberkati dan bukan menghakimi !

CIRI-CIRI ORANG SALEH ADALAH GAMBARAN TUHAN SENDIRI

Bacaan Alkitab : Yohanes 17 : 6-26
"Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 
Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 
dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepad mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.
Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."

Ayat Renungan : Yohanes 17 : 9
"Aku berdoa untuk mereka ... yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu."

"Apakah saya orang saleh?" Itulah tema kita minggu ini! Dan, tema ini telah diangkat dari Ibrani 5 : 7B, "Dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan." Lalu, dari ayat yang sama dengan berbagai terjemahan, kita telah mendapat pengertian Alkitabiah tentang orang saleh, yaitu orang yang:
Takut akan Allah - Tunduk kepada Allah dengan penuh hormat - Memiliki keinginan yang kuat untuk mentaati Allah setiap saat." So, kita harus jujur mengakui, bahwa ciri-ciri orang saleh tersebut adalah gambaran tentang Tuhan Yesus sendiri!
Ingat: Karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan!
Nah, sekarang marilah kita membahas tentang doa Tuhan Yesus dalam Yohanes 17 : 6-26,  
Perhatikan:
Tuhan Yesus tidak berdoa untuk dunia, tetapi untuk mereka yang percaya dalam Nama-Nya dan telah mentaati Firman-Nya (Baca: Yohanes 17 : 6). Ingat ini:
Jika Bapa di Sorga mendengarkan doa Yesus karena kesalehan-Nya, maka kita semua yang percaya dan mentaati Firman-Nya, atau yang lebih jelas, para orang saleh-Nya, harus mendukung doa ini, agar menjadi kenyataan! Amin? Apa saja yang Ia doakan:
  1. Ia berdoa agar orang saleh-Nya bersatu, sama seperti Ia dan Bapa adalah satu!
  2. Ia berdoa agar orang saleh-Nya menjadi kudus, tidak lebur dengan dunia. Ingat ini:
  • Menjadi kudus berarti memilih untuk hidup mengikuti pola dan gaya hidup Kristus. Ini menuntut agar kita memiliki ketajaman dalam membedakan!
  • Berada di dunia, tetapi tidak dari dunia - itulah tantangan yang harus kita hadapi dengan iman!
     3. Ia berdoa agar orang saleh-Nya diutus ke dalam dunia, untuk memenangkan jiwa (Baca: ayat 20). Ingat : Kesalehan, Kesatuan dan kekudusan adalah pilihan yang memberkati rang lain!
So, jangan kehilangan kesempatan!

APAKAH SAYA ORANG SALEH

 Dikutip dari Kotbah 24 Februari 2013

"APAKAH SAYA ORANG SALEH"
Ibrani 5 : 1-10
"Sebab setiap imam besar, yang di pilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, yang mengharuskannyauntuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya:
"Anak-Ku Engkau!
Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini",
sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain:
"Engkau adalam Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek."


       Dalam Alkitab yang kita gunakan sehari-hari, Ibrani 5 : 7 tertulis sebagai berikut  ".... dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan." Bandingkan dengan Ibrani 5 : 7, FAYH ... "Allah mendengar doa-doa-Nya, sebab keinginan-Nya yang kuat untuk menaati Allah setiap saat."
Dan, bandingkan juga dengan Ibrani 5 : 7 dalam Alkitab terjemahan BIS: " ... Dan karena Ia tunduk kepada Allah dengan penuh hormat, maka Ia di dengarkan." Sedangkan dalam terjemahan lama, ayat itu berbunyi: "... maka doa-Nya dikabulkan dari sebab ketakutan-Nya akan Allah."

       Dari semua terjemahan itu, dapatlah kita menarik satu kesimpulan sederhana: "Orang Saleh adalah
orang yang: 
  • Takut akan Allah.
  • Tunduk kepada Allah dengan penuh hormat.
  • Memiliki keinginan yang kuat untuk mentaati Allah setiap saat." Puji Tuhan, sebab Ia mendengar doa orang saleh! Amin? 
      Lalu, mari kita melihat tentang doa-doa Kristus yang terakhir di Taman Getsemani - Baca: Matius 26 : 42 - "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu , kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah Kehendak-Mu!" Perhatikan: Bapa memang mendengar doa Kristus, tetapi bukan meluputkan Dia dari penyaliban, melainkan meneguhkan diri-Nya, dengan menambahkan roh kesalehan ke dalam hati-Nya! Inilah yang menguatkan Kristus, dan membawa nya  ke salib, sampai pada mati-Nya.

       Pertanyaan: "Apakah saya orang saleh?" Pertanyaan ini harus kita jawab dengan jujur, supaya kita jangan seperti orang-orang yang mengaku dirinya saleh, tetapi hidup dalam kemunafikan!

      1. Orang saleh itu Takut akan Allah! Ingat ini:
  • Takut akan Allah dimulai di hati, yaitu hati yang terbuka kepada Allah dan sesama (Baca: II Korintus 5 : 11 ..."Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu."). 
  • Takut akan Allah dikerjakan oleh Roh Kudus yang diam di hatinya. (Baca: Yesaya 11 : 2-3A ..."Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN."). Orang saleh yang takut akan Allah, memiliki hati yang terbuka dan dikuasai oleh Roh Kudus ! Saudara juga kan? 
      2. Orang saleh itu tunduk kepada Allah dengan penuh hormat. Ingat ini: Dalam penundukan diri, belajarlah dari Tuhan Yesus, dalam Filipi 2 : 5-8 ..."Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." Dengan demikian, orang saleh juga tunduk pada otoritas yang Allah tetapkan didalam jemaat-Nya!

      3. Orang saleh itu memiliki keinginan yang kuat untuk mentaati Allah setiap saat. Bacalah: Ibrani 5 : 8-9 dan teladanilah ketaatan Kristus! Saya percaya, saudara mau memenuhi semua persyaratan itu, bukan? Puji Tuhan! Dengan demikian, "Saudara adalah orang saleh!"


"Allah mendengar doa-doa-Nya, 
sebab keinginan-Nya yang kuat untuk mentaati Allah setiap saat."
Ibrani 5 : 7B, FAYH


UJIAN DAN PERGUMULAN DATANG DARI HATI BAPA YANG PENUH KASIH !

Bacaan Alkitab : I Petrus 4 : 12-19
"Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
Berbahagialah kamu, jika kamu di nista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh, atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimana kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?
Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?
Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia."

Ayat renungan : I Petrus 4 : 12- 13
"...janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian... sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira... pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya."

Saudaraku, saya terlampau yakin, Gereja akan mengalami ujian-ujian akhir sebelum Rapture terjadi! So, bila kita mengizinkan Bapa bekerja dalam diri kita, peganglah teguh I Petrus 4 : 12-13, dan bersukacitalah!
Saat Bapa menekan dan menguji kita, teruslah bersukacitalah! Mengapa? "Karena ujian itu datang dari hati Bapa yang penuh kasih!"
Bersukacitalah, dan jangan biarkan iblis mencuri sukacita kita di tengah-tengah pergumulan itu, dan setialah sampai ke Garis Akhir!  
Ingat ini: "Kita tetap belajar karakter lewat kawah pergumulan yang panas membara itu!"
So, pertahankanlah status kita, dan tetaplah fokus pada kesempurnaan yang akan tuhan Yesus kerjakan pada saat Rapture. Maranatha!

BELAJAR KARAKTER DARI PERGUMULAN DAN PENDERITAAN

Bacaan Alkitab : Ibrani 5 : 1-10
"Sebab setiap imam besar, yang di pilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh kelemahan, yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. Demikian pula Kristus tidak memuliakan diari-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya:
"Anak-Ku Engkau!
Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain:
"Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak , Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang yang telah diderita-Nya, dam sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek."

Ayat Renungan : Ibrani 5 : 8
"Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya."

Para pakar rohani mengatakan begini: "Salah satu ruang kelas terbaik di dunia untuk mengembangkan karakter ialah pergumulan."
Haleluyah! Bapa Sorgawi pun begitu memahami hal ini, sehingga Ia bahkan mengizinkan Anak-Nya sendiri, Yesus Kristus, untuk bergumul! Coba bayangkan:
  • Paskah di Indonesia, antara bulan Maret - April setiap tahun - di Israel masih dingin, sebab musim semi!
  • Kristus berdoa di Taman Getsemani pada tengah malam, di udara terbuka, tetapi Ia berkeringat, dan tetesan keringat-Nya jatuh ke tanah bagaikan tetesan darah (Baca: Ibrani 5 : 7).
  • Bukankah itu, suatu pergumulan yang yang berat? Ingat: Yesus belajar ketaatan dari penderitaan-penderitaan yang dialami-Nya!
  • Selanjutnya, dari penderitaan-penderitaan yang telah saya alami, saya belajar Fakta Alkitabiah ini: "Yang membuat saya berharga bukanlah karena telah melewati penderitaan, melainkan apa yang telah saya pelajari lewat penderitaan-penderitaan itu!"
  • Kalau Yesus belajar ketaatan, saya belajar karakter! Bagaimana hati artis diubahkan menjadi hati hamba
So, bersama para pakar saya dapat berkata begini: "Salah satu dari kelas-kelas yang paling indah untuk belajar karakter adalah dalam kawah pergumulan yang panas membara!"

TUHAN IZINKAN TEKANAN TERJADI UNTUK MEMPERSIAPKAN ANAK-ANAK-NYA

Bacaan Alkitab : Yakobus 1 : 12-18
"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya."
 
Ayat Renungan : Yakobus 1 : 13
"Apabila seorang dicobai, janganlah berkata Pencobaan ini datangnya dari Allah! Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun."

Saudaraku, jika kita menghadapi suatu masalah, janganlah cepat berkata, Tuhan sedang mencobai saya! Bahasa Yunani, untuk kata MENGUJI adalah DOKIMON, yang berarti: "Menemukan kelemahan dengan maksud menguatkan dengan mengukuhkannya!"
Sedangkan kata Yunani untuk kata MENCOBAI adalah PERIAZO, yang berarti: "Menemukan kelemahan dengan tujuan menggunakan kelemahan itu untuk menghancurkan seseorang."
Ingat ini: iblis adalah penggoda, yang senang mencari kelemahan kita! Saat ia menemukannya, ia segera mencobai kita! Tujuannya memanfaatkan kelemahan itu untuk mengalahkan kita! Sebaliknya, "Tuhan menguji kita untuk memastikan, bahwa kita cukup kuat!"

Perhatikan:
  • Ada kisah tentang seorang tukang kayu yang cakap, baru saja membangun sebuah rak buku sesuai pesanan - untuk menguji kekuatan rak buku itu, ia menaruh beban diatasnya. Seandainya ia menemukan ada cacat, ia akan mengukuhkannya, supaya dapat menanggung beban sesuai rancangannya!
  • Tuhan pun melakukan hal yang sama atas kita! 
Ingat ini:
  • Ketika Tuhan menaruh tekanan atas saudara dan tersingkap suatu kelemahan, janganlah panik! Tuhan akan segera mengukuhkan dan menguatkan suatu sisi dalam kehidupan saudara, supaya saudara cakap menanggung beban tugas yang dipercayakan-Nya pada saudara!
  • Melalui ujianlah, Tuhan mempersiapkan anak-anak-Nya untuk tugas mulia!

KITA ADALAH MILIK KEPUNYAAN ALLAH PRIBADI

Bacaan Alkitab : I Petrus 2 : 5-10
"Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci:
"Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, 
tetapi bagi mereka yang tidak percaya:
"Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan.
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang beroleh belas kasihan."

Ayat Renungan : I Petrus 2 : 9
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-peruatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."

Saudaraku, I Petrus 2 : 9A... "Umat kepunyaan Allah sendiri..." dalam terjemahan King James Version (KJV), tertulis... "a peculiar people" artinya, "suatu umat yang unik, kepunyaan Allah Pribadi" - Private Property, No Trespassing!" (Milik pribadi, dilarang masuk!).
Itu berarti, ada perlindungan Allah yang kuat atas kita! Amin?
Dan hal ini dijamin oleh Roma 8 : 31, "Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?" Dan, jika hal ini adalah jaminan yang kuat dari Allah atas Milik Pribadi-Nya,
kita dapat berkata dengan iman seperti ini: "Karena kita adalah Milik Pribadi Allah, dan Ia Pribadi melindungi kita, maka pastillah, tidak ada suatu apa pun yang dapat menyentuh kita, tanpa persetujuan-Nya!"
So, kalau Ia sudah mengizinkannya, "Ia pasti dapat memakainya demi kebaikan kita!" Amin?
Baca juga: I Korintus 10 : 13... "Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu", dan imanilah, "kita pasti dapat melewati ujian iman ini dalam kemenangan!"
Punten... Bersambung besok ya...

JANGAN PANIK SAAT ADA BADAI KARENA ADA TUHAN YESUS, PENOLONG KITA

Bacaan Alkitab : Yesaya 55 : 6-9
"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya;
baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, 
dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu
dan rancangan-Ku dari rancanganmu."

Ayat Renungan : Yeremia 29 : 11
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu... yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Saudaraku, baca lagi Renungan Tema, bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang luar biasa, yang telah menciptakan kita menurut gambar-Nya - Ia pun mempunyai rencana indah atas kita - yaitu menjadikan kita anak-anak-Nya, menjadi orang-orang yang luar biasa! Amin? Namun demikian, saya perlu memperingatkan saudara:
"Apakah yang akan saudara lakukan saat badai menerpa hidup saudara - saat realitas hidup menekan saudara dan saudara merasa ditinggal sendirian - apakah Tuhan meninggalkan saudara?"
Ingat ini:
  • Kita hidup di Zaman Akhir, di mana keadaan semakin sukar, dan kebobrokan moral sedang terjadi (Baca: II Timotius 3 : 1-5 ..."Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya, mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!").
  • Hari ini, banyak orang bingung, melihat bagaimana tragedy dapat menyerang setiap saat.
  • Jangan panik saudaraku! Ada penolong kita yang luar biasa, Dialah Tuhan Yesus Kristus, Imam Besar kita di sebelah kanan Bapa di sorga! Ingat lagu ini: "Bila hati terasa berat - Tak seorang pun mengerti bebanku - kutanya Yesus, apa yang harus ku buat... Sujud di Altar-Nya, ku bawa hidup ku, ku Terima Anugerah-Nya... Dia ubah hidupku, baharui hatiku, Mujizat terjadi saat datang di Altar-Nya."

BELAJAR DARI DAUD : MENYENANGKAN TUHAN DAN BANGKIT KEMBALI JIKA GAGAL !

Bacaan Alkitab : Mazmur 37 : 21-26
"Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.
Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan. 
Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya.
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, 
tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak-cucunya meminta-minta roti;
tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat."

Ayat Renungan : Mazmur 37 : 23-24
"Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya."

Saudaraku, Mazmur 37 adalah Mazmur Daud! Tentunya, ketika Daud berbicara tentang "orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan," ia berbicara tentang dirinya sendiri !
  1. Menurut Kisah Rasul 13 : 22B...  Tentang Daud Allah telah menyatakan: "Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku."
  2. Menurut I Samuel 16 : 7 ..."Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.", "hati Daud menyenangkan Tuhan" - itulah sebabnya, Tuhan memilih Daud untuk diurapi menjadi raja, menggantikan Saul!
  3. Menurut I Samuel 16 : 13B ..."..Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud.", Daud dikuasai Roh Kudus!
  4. Menurut Mazmur 62 : 2 ..."Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.", Daud adalah orang yang mau selalu dekat dekat dengan Tuhan!
  5. Menurut II Samuel 23 : 1 ..."Inilah perkataan Daud yang terakhir: "Tutur kata Daud bin isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel", Daud adalah pemazmur yang diurapi, dan yang menyenangkan hati Tuhan, sampai ke Garis Akhirnya!
  6. Menurut II Samuel 23 : 2-5 ..."Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah. Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?" , Daud dipimpin Roh Kudus, hidup dalam takut akan Tuhan, serta melakukan Firman Tuhan dengan setia - Dan, segala langkahnya ditetapkan oleh Tuhan sendiri! Bahkan, Tuhan menyertai dia, menuntun dan menopang tangannya!
Dan, ketika dia jatuh, Tuhan segera menolong dia, dengan menuntun dia untuk bangkit kembali bagi kemuliaan-Nya! So, sehubungan dengan Tema minggu ini, kita harus belajar dari Daud, bagaimana hidup berkenan di hadapan Tuhan, dan bangkit kembali jika gagal!

KITA HARUS MEMBANGUN KEMBALI

Dikutip dari kotbah 21 April 2013


"KITA HARUS MEMBANGUN KEMBALI"
I Petrus 5 : 7-11
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.


     Dalam sebuah seminar tentang "bagaimana menata hidup ini bagi Kemuliaan tuhan," sang pembicara berkata begini: "Hidup ini adalah pemberian Tuhan - Bagaimana kita menatanya, adalah persembahan kita kepada-Nya!" Puji Tuhan, sebab saya sangat diberkati dalam seminar tersebut.

     Sepulang dari situ, saya gabungkan pernyataan pembicara seminar itu dengan motto "Do your best and God will do the rest," lalu saya mengambil keputusan radikal untuk "Menata hidup ini dengan sebaik-baiknya sesuai kehendak Tuhan - bagi kemuliaan-Nya!" Puji Tuhan, sebab Roh Kudus selalu menuntun dan menguatkan saya dalam melaksanakan komitmen ini, hari demi hari! Dan dengan komitmen yang sama pula saya menata seluruh pelayanan saya bagi kemuliaan Bapa.

     Satu hari, Roh kudus menuntun saya menyanyikan lagu "Yesusku luar biasa...." dan mendorong saya menyanyikan bagian terakhirnya...."aku pun luar biasa!" Lalu, saya dengar Roh Kudus berkata begini: "nyong, Tuhanmu adalah Tuhan yang luar biasa! Amin? So, dalam kerinduan kamu menjadi serupa dengan Dia, Imanilah, bahwa Ia pun akan menjadikan kamu hamba-Nya yang luar biasa!" Mendengar jaminan itu, saya menundukkan kepala dalam Hadirat Tuhan dan berkata, "Jadilah padaku sesuai rancangan-Mu Tuhan!"

      Sejak saat itu, saya pegang teguh Firman Tuhan di Yeremia 29 : 11 ..."Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.".
So, ketika terjadi kecelakaan fatal atas saya dan istri pada Agustus 1999, saya tetap pegang ayat ini dan imani, kami pasti sembuh! Haleluyah! Lalu, ketika peristiwa dengan orang-orang kulit hitam dari Afrika pada September 2001, saya pun bangkit dan membangun kembali pelayanan yang sempat terganggu oleh peristiwa tersebut. Puji Tuhan, sebab Ia setia pada janji-Nya! Jika saudara sedang mengalami goncangan, carilah Tuhan, dan marilah bersama kita pegang kesepakatan ini: "Kita harus membangun kembali!"



"Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Ialah yang empunya kuasa samapai selama-lamanya! Amin."
I Petrus 5 : 10-11

MARI JAGA MULUT KITA HANYA UNTUK MEMUJI TUHAN DAN MEMBERKATI SESAMA

Bacaan Alkitab : Efesus 4 : 21-27
"Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yng menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis."

Ayat Renungan : Mazmur 141 : 3
"Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku!"

Saudaraku, ada satu ungkapan berbunyi: "Berpikir satu menit lebih berharga daripada berkata-kata satu jam." Dan, dalam mengejar kekudusan, satu hal yang sering terlupakan adalah "kekudusan mulut, bibir, lidah kita." Efesus 4 : 26-27 mengingatkan kita agar mengontrol diri ketika marah.
Sebab, ada orang yang ketika marah mengeluarkan kata-kata kotor, juga sumpah-serapah. Yakobus 3 : 10 menegur dengan keras:
"Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk."
Hal ini... tidak boleh demikian terjadi. Jelasnya, kita tidak boleh memberi kesempatan kepada iblis. So, jagalah mulut kita, agar senantiasa penuh Firman Tuhan, agar terpelihara dalam kekudusan, dan digunakan untuk memuji Tuhan dan memberkati sesama. Haleluyah!

MERINDUKAN KEDATANGAN TUHAN YESUS DI ANGKASA

Bacaan Alkitab : I Yohanes 3 : 1-10
"Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; barangsiapa yang yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya."

Ayat Renungan : I Yohanes 3 : 2, FAYH
"Tetapi kita tahu bahwa apabila Ia datang, kita akan menjadi seperti Dia, karena kita melihat Dia dalam keadaan yang sebenarnya."

Ketika rombongan penyanyi pria F4 dari Taiwan datang di Indonesia, banyak wanita tergila-gila kepada mereka. Saya penasaran, lalu mencari poster mereka di tempat penjualan poster artis terkenal. Tapi, penjual poster itu malah menawarkan poster aktor Tom Cruise. Ketika melihat poster itu, saya berdecak kagum, karena dia ganteng sekali.
Seketika, terdengar suara Tuhan di hati saya:
"Ganteng siapa, dia atau Aku?" Saya jawab, "Engkau, Tuhan!"
Namun, segera muncul kerinduan yang dalam di hati saya untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus di angkasa, dan memandang Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya, bahwa Ia lebih ganteng dari Tom Cruise. Kedengarannya agak konyol, tetapi setelah peristiwa itu, saya semakin merindukan kedatangan Tuhan di angkasa. Dan, sesuai dengan I Yohanes 3:3, saya semakin melangkah dalam kekudusan, sebagaimana Dia kudus adanya. Doa saya, biarlah Roh Kudus menguatkan saya setiap hari, agar tetap dalam Kekudusan-Nya sampai Tuhan datang. Saudara juga kan?


MARI MEMPERTAHANKAN HIDUP KUDUS DAN SEMAKIN DIKUDUSKAN UNTUK KEMULIAAN TUHAN

Bacaan Alkitab :  Kolose 3 : 12-17
"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan diatas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Ayat Renungan : kolose 3 : 12
"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya...."

Saudaraku, ketika kita bertobat, Bapa Sorgawi telah menguduskan kita oleh Darah Kristus. Jadi, jika kita mengejar pengudusan yang adalah kehendak Bapa, sesungguhnya kita sedang melangkah dalam pengudusan yang makin disempurnakan dari hari ke hari. Untuk itu, kita harus menjawab pertanyaan ini:
"Bersediakah aku mempertahankan hidup kudus dan semakin dikuduskan, untuk Kemuliaan Tuhan?"
Ingat ini: Pada zaman Musa, bukan hanya orang Israel yang dikuduskan, tetapi juga Kemah Pertemuan dan semua Peralatan Kudus yang digunakan di dalamnya. Demikian pula dengan kita! yang perlu dikuduskan bukan hanya kita tetapi termasuk juga keluarga, bahkan segala yang kita miliki. Inilah yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus dalam I Korintus 7 : 14 ..."suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh istrinya (yang beriman kepada Kristus!) Dengan kata lain, kekudusan yang kita terima dari Tuhan, akan memancar lewat kehidupan kita. Inilah sasaran kekudusan yang Tuhan kehendaki!
Bacalah: II Korintus 3 : 17-18 ..."Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung." , dan majulah dalam Kuasa Roh Kudus  - biarlah kita dan seisi rumah kita makin dikuduskan, sampai Maranatha!

DOA SEBAGAI JALAN KELUAR UNTUK SETIAP TEKANAN DAN MASALAH KITA

Bacaan Alkitab : Matius 26 : 36-46
"Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku." Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?" Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."

Ayat Renungan : lukas 5 : 16
"Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa."

Yesus Kristus Putra Allah, tahu betul betapa hebatnya kesengsaraan yang akan ditanggung-Nya di kayu salib - penghinaan, penderitaan fisik, bahkan tekanan batin, sebagai akibat dari pelepasan murka Allah atas dosa manusia. Dan hanya ada satu jalan keluar untuk mengatasi segala tekanan atas diri-Nya, yaitu "DOA", Itulah sebabnya Ia pergi ke Taman Getsemani untuk mencurahkan isi hati-Nya kepada Bapa dalam doa pribadi (Baca: Matius 26 : 36-46).
Perhatikan: Yesus Kristus bukan hanya dalam pergumulan berat barulah mencari Bapa dalam doa! Namun, sehari-hari dalam kehidupan-Nya di bumi, selalu mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi untuk berdoa kepada Bapa. Saudaraku, apalagi kita kan?
Bacalah: Mazmur 42 : 2-6 ..."Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"   dan imanilah, Bapa Sorgawi adalah Allah yang tetap sama, tidak berubah, dahulu, hari ini dan selama-lamanya. Ia siap menolong saudara, apapun tekanan yang saudara hadapi dalam menjaga dan memelihara kekudusanmu! Datanglah pada Bapa - carilah tempat untuk meluangkan waktu bersama-Nya.
Lalu ingat ini: Yesus Kristus Tuhan kita selalu ada di sebelah kanan Bapa untuk bersyafaat bagi kita dan membela kita! Ia tahu betul betapa beratnya pergumulan kita, dan siap menolong kita. Haleluyah!

DOA PAGI : MELEWATKAN WAKTU BERSAMA BAPA ADALAH HAL UTAMA

Bacaan Alkitab : I Petrus 4 : 1-5
"Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, - karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa -, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang. Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu. Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghkimi orang yang hidup dan yang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurt kehendak Allah."

Ayat Renungan : Efesus 5 : 16
"Pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat."

Perhatikan:
  • Peringatan dalam Efesus 5 : 16 bahwa hari-hari ini adalah jahat, menunjuk kepada keadaan Zaman Akhir, di mana kejahatan semakin merajalela, karena iblis telah melepaskan roh-roh kedurhakaan ke dalam dunia (Baca: II Tesalonika 2 : 7A ..."Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja").
  • Untuk itu, kita diperingatkan untuk menggunakan waktu yang ada saat ini, tidak menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Raja Daud dalam Mazmur 62 : 2-3 ..."Hanya dekat Allah saja ku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah." mengungkapkan ketergantungannya kepada Allah dan betapa hanya dekat Allah saja dia tenang dan kuat. Tentunya kita, Gereja Zaman Akhir, membutuhkan kekuatan Allah lebih dari Daud. Amin?
Baca juga: Mazmur 5 :4 ..."TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu." dan imanilah, bahwa ketika kita menyediakan waktu untuk bersekutu dengan Tuhan setiap pagi, Ia merespons kita!
Ingat ini: Melewatkan waktu bersama Bapa Sorgawi adalah hal utama bagi kehidupan anak-anak Tuhan!
So, mengingat betapa sibuknya kita dalam aktivitas sehari-hari, maka sangat beralasan jika kita menjadwalkan suatu pertemuan yang teratur dengan Bapa, dan juga dalam menekuni Firman-Nya setiap pagi. lalu, lakukanlah semua itu lebih bersungguh-sungguh lagi!

MENYINGKIRKAN DOSA DARI KEHIDUPAN KITA

Bacaan Alkitab: Roma 6 : 15-23
"Jadi bagaimana? Apakah kita kan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! Apakah kamu tidak tahu bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yng memimpin kamu kepada kematin, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? Tetapi syukurlh kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjdi hamba kebenaran. Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. Dan buah apakah yang kamu petik padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."


Ayat Renungan: Roma 6 : 19
"... demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan."

Kita telah belajar, bahwa setelah kita menerima kebaikan Allah yang sebegitu hebat, kita berkewajiban untuk mempersembahkan bagi-Nya suatu kehidupan yang kudus. Dr. Michael L. Brown mengatakan bahwa "Fiman Allah adalah obat penangkal dosa." Puji Tuhan! hari ini Firman-Nya menyadarkan kita, bahwa dahulu, kita adalah hamba dosa, dan sedang menuju kematian kekal. Untuk itu, kita harus bersikap tegas terhadap anggota-anggota tubuh itu!
Alkitab menegaskannya dengan sangat jelas dalam Matius 5 : 29-30 ..."Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka."
Perhatikan: Tuhan Yesus mengingatkan tentang tiga bagian tubuh manusia, yaitu
  • mata, itulah gambaran tentang segala sesuatu yang kita lihat dan inginkan;
  • tangan, sebagai gambaran tentang segala tindakan kita;
  • kaki (Baca: Matius 18 : 8), yang menggambarkan tempat-tempat yang kita kunjungi.
Tentunya, semua peringatan Tuhan ini tidak untuk kita lakukan secara hurufiah, yaitu benar-benar mencungkil mata dan mengamputasi tangan dan kaki kita! tetapi, Tuhan ingin agar kita bersikap tegas terhadap dosa! Singkirkan dosa dari kehidupan saudara! Lalu berjaga-jagalah dan berdoalah senantiasa, serta teguh berpegang pada komitmen kita:
 "Permuliakan Tuhan dengan tubuhmu!" (Baca: I Korintus 6 : 20 ..."Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!").

KEWAJIBAN HIDUP KUDUS ANAK-ANAK ALLAH

Bacaan Alkitab: I Petrus 1 : 1-2, 13-21
"Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu."

Ayat Renungan: I Petrus 1 : 15
"Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu."

Saudaraku, bacalah lagi I Petrus 1 : 1-2, 13-21 perlahan-lahan, maka saudara akan temukan bahwa:
  1. Adalah rencana Allah untuk menjadikan semua orang anak-Nya.
  2. Untuk itu, Ia telah menebus semua orang itu dengan Darah Anak-Nya, Yesus Kristus.
  3. Lalu, Ia memanggil semua orang itu untuk datang.
  4. Yang datang dalam iman kepada Yesus Kristus dan bertobat, akan menerima penebusan oleh Darah Kristus - mereka inilah yang disebut orang-orang yang terpilih, yang juga disebut anak-anak Allah.
  5. Mereka harus hidup dalam takut akan Allah, dengan mentaati Yesus Kristus.
  6. Mereka harus menjalani hidup yang kudus seutuhnya, sebagaimana Ia yang memanggil mereka, kudus adanya.
Dengan kata lain, setelah kita menerima kebaikan Allah yang begitu hebat, kita berkewajiban untuk mempersembahkan bagi-Nya suatu kehidupan yang kudus! Amin?
Untuk itu, kita harus melakukannya dalam takut akan Allah, dengan mentaati Yesus Kristus, Tuhan kita.
Tuhan Yesus  berkata begini: "Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya." (Baca: Yohanes 13 : 17).So, sesuai dengan tema minggu ini, marilah kita mengejar kekudusan itu dengan roh yang menyala-nyala!

MENGEJAR KEKUDUSAN? HARUS ITU!

 Dikutip dari Kotbah Tgl 20 Januari 2013


"MENGEJAR KEKUDUSAN? HARUS ITU!"
Ibrani 12 : 14 - 17
"Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, 
sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata."


     Dalam pujian "Kami telah dipilih dari segala bangsa (We've been chosen ...)", ada kalimat yang berbunyi : "We've been chosen, set apart to be holy", yang artinya, "Kami telah dipilih, dipisahkan supaya kudus." Dalam Ibrani 12 : 14B, "Kejarlah kekudusan", seharusnya berbunyi: "Kejarlah pengudusan." Dan, kata "pengudusan" diterjemahkan dari kata Yunani "Hagiasmos", yang dalam Bahasa Inggris diterjemahkan "Sanctification", yang sesungguhnya bermakna:
  1. "Dipisahkan bagi Allah". (Baca: I Korintus 1 : 30B ... "Ia membenarkan dan menguduskan  ....kita").
  2. "Jalan hidup yang cocok bagi mereka yang dipisahkan" (Baca: I Tesalonika 4 : 3,4 ..."Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi istrimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan" & I Tesalonika 4 : 7 ..."Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus." ). Demikianlah pengertian pengudusan menurut W.E. Vine.
    Pertanyaan: "Bagaimana kita mengejar pengudusan?"
  1. Sadar, bahwa sebagai orang pilihan Allah, kita telah dikuduskan-Nya (Baca juga: Kolose 3 : 12A ..."Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya..." ), dan bahwa kita harus semakin kudus, sampai pada kesempurnaan (Baca: II Korintus 7 : 1 ..."Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, mrilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah." ).
  2. Mengingat tantangan yang akan kita hadapi, maka kita harus membuat keputusan yang radikal untuk:
  • Menundukkan diri di bawah dan pimpinan Roh Kudus (Baca: I Samuel 16 : 13 ..."Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak saat itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.", Roma 8 : 14 ..."Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah."  & II Tesalonika 2 : 13 ..."Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.").
  • Menjalin persekutuan yang akrab dengan Kristus (Baca: I Korintus 1 : 9 ..."Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita adalah setia."), dan belajar pada-Nya (Baca: Matius 11 : 29 ..."Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu." ).
  • Hidup dalam penguasaan diri, dengan meniru teladan Kristus (Baca: Yohanes 13 : 15 ..."sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu", I Petrus 1 : 15-16 ..."tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.", Ibrani 4 : 15 ..."Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa." & Ibrani 2 : 18 ..."Sebab oleh karena ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.").
     Saya percaya, ketika kita melakukan bagian kita, maka Bapa Sorgawi akan mengerjakan bagian-Nya, yaitu menguduskan kita sampai pada kedatangan Kristus (Baca: I Tesalonika 5 : 23-24 ..."Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pda kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya."). So, setialah sampai Maranatha!



"Kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan."
Ibrani 12 : 14B



KELIMPAHAN DARI TUHAN

Bacaan Alkitab: I Raja-raja 17 : 7-16
"Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu. Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon dan diamlah di sana.
Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan. Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan  kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati." Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi." Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia."

Ayat Renungan: I Raja-raja 17 : 16
"Tepung dalam tempayan itu tidak habis ... seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya ..."

Saudaraku, simaklah baik-baik kisah janda di Sarfat itu! Lalu, tariklah pelajaran yang sangat berharga ini: "Saat saudara menyerahkan apa yang ada di tangan saudara kepada Tuhan, maka Tuhan akan menyerahkan apa yang ada di tangan-Nya kepada saudara!" Jelas, kan?
Itulah "Kelimpahan supranatural/adikodrati."
Ingat ini: Bapa Sorgawi adalah Allah Mahakaya! Amin?
(Baca saja: Hagai 2:9, Mazmur 50:10, juga I Tawarikh 29 : 11-12). Dan, Ia yang Mahakaya akan memberikan apa yang ada di tangan-Nya kepada setiap anak-Nya yang mau memberi apa yang ada di tangan mereka kepada-Nya. Tunggu apa lagi?
Nyanyikanlah lagu: "Janji-Mu seperti Fajar", dan berpeganglah pada janji Tuhan, sebab itu pasti saegera digenapi, sesegera saudara melakukan bagian saudara.

BELAJAR DARI KISAH ANAK YANG TERHILANG

Bacaan Alkitab: Lukas 15 : 11- 24
"Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria."

Ayat Renungan : Lukas 15 : 18A
"Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku ..."

Pepatah Cina kuno berkata: "Kesusahan sehari terasa lebih lama daripada kegembiraan sebulan."
Saya percaya, setiap orang pernah mengalami pahitnya kehidupan. Mungkin saudara juga tahun kemaren. Tapi, bukankah masih ada kesempatan untuk bangkit kembali? Belajarlah dari kisah anak terhilang itu! Ketika ia menyadari keadannya yang susah, ia teringat akan keadaan di rumah bapanya. Saat itulah ia memutuskan untuk bangkit dan kembali kepada bapanya. Kisah selanjutnya, saudara tahu, kan? Ia diampuni bapanya dan ia dipulihkan (Baca: Lukas 15 : 20-24).
Saudaraku, belajarlah untuk mengakui, bahwa: "Jauh dari persekutuan dengan Bapa Sorgawilah yang membuat seseorang mengalami keterpurukan."
Pepatah Barat mengatakan: "Pengalaman adalah guru yang terbaik!" Jangan lupa, itu berlaku juga bagi kita semua. So, bangkitlah sekarang, dan kembalilah kepada Bapa, ke dalam persekutuan yang indah bersama-Nya. Dan, alamilah Kuasa Pemulihan-Nya. Selamat!

BAGAIMANA TETAP BERADA DALAM HADIRAT TUHAN

Bacaan Alkitab : Mazmur 51 : 9-19
"Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, 
basuhlah aku, maka menjadi lebih putih dari salju!
Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita,
biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku,
hapuskanlah segala kesalahanku!
Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah,
dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu,

dan lengkapilah aku denga roh yang rela!
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran,
supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku,
maka lidahku akan bersorak sorai memberitakan keadilan-Mu!
Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan;
sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah."
 
Ayat Renungan : Mazmur 51 : 13, NIV
"Jangan buang aku dari hadirat-Mu..."

Ketika saya sedang berapi-api mengikut Tuhan, saya selalu bingung jika orang-orang membicarakan Hadirat Tuhan. Namun, saya tidakmau bingun! Saaya ambil puasa dan bertanya pada Tuhan. Sebagai jawabannya, saya harus membandingkan dua pribadi yang berbeda:
  1. Kain (Baca: Kejadian 4 : 16, NIV - "Jadi Kain keluar dari hadirat Tuhan dan tinggal di tanah Nod, di timur Eden."
  2. Daud (Baca: mazmur 51 : 13, NIV) - "Jangan buang aku dari hadirat-Mu..." 
Perhatikan:
Kain dan Daud telah melakukan pembunuhan. Tapi, mereka membuat keputusan yang berbeda!
Kain memutuskan untuk meninggalkan hadirat Tuhan, sedangkan Daud malah memohon supaya dia tidak dibuang dari hadirat Tuhan.
Pertanyaan:
Apakah yang membedakan Kain yang gagal dan Daud yang berhasil dalam perjalanan rohaninya?
Jawabannya jelas: Sikap mereka terhadap hadirat Tuhan!
Saudara ingin berada dalam hadirat Tuhan? Beradalah di tempat di mana Ia berdiam!
Yesaya 57 : 15B mengatakan: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama orang yang .... rendah hati."
Beradalah dalam persekutuan orang-orang kudus dan rendah hati. Demikian pula di tempat dimana kasih dipraktekkan! Amin? So, bila tidak ada kekudusan, kerendahan hati dan kasih, mungkin Tuhan juga tidak ada di sana! Amin? So, berhati-hatilah!

KEJARLAH PERKARA-PERKARA ILAHI

Bacaan Alkitab : I Timotius 6 : 7-11
"Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan." 

Ayat Renungan : I Timotius 6 : 11, The Message
"Tetapi engkau, Timotius, manusia Allah. Larilah dari semuanya itu. Kejarlah suatu kehidupan yang benar..."

Kembali kita diingatkan untuk mengejar sesuatu yang benar. Di tengah-tengah kondisi dunia yang mengejar harta dan uang, kita diperingatkan untuk menjauhinya! Sebaliknya, kita harus mengejar perkara-perkara Ilahi! Amin?
John Mason berkata:
"Hidup sukses dimotivasi oleh pengejaran yang dinamis." Dan, pilihan untuk berhenti atau mengejar, adalah saat menentukan di dalam hidup saudara! Ketika saudara memutuskan untuk mengejar perkara-perkara Ilahi, itulah saatnya Tuhan memulai sesuatu yang baik di dalam saudara
(Baca: Filipi 1 : 6 ..."Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.").
Dan, Tuhan yang memulai, Ia juga yang akan memotivasi dan memampukan saudara bertekun dalam pengejaran itu! So, dekatlah dengan Tuhan dalam Persekutuan yang akrab dan jadilah Pelaku Firman! Mazmur 60 : 14 NIV memberi jaminan:
"Bersama Allahkita memperoleh kemenangan, sebab Ia yang menginjak-injak segala musuh kita."
Perhatikan: Kalau Tuhan telah menjamin kemengangan bagi kita, marilah kita tetap bersama Tuhan, sampai ke garis akhir! Dan, capailah hal-hal yang Tuhan inginkan bagi kebaikan saudara!

MARI MENGEJAR APA YANG MENDATANGKAN DAMAI SEJAHTERA

Bacaan Alkitab : Roma 14 : 13-23
"Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: "Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!
Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!
Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu. Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Tetapi barang siapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa."

Ayat Renungan : Roma 14 : 19
"Marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun."

Saudaraku, tema dari perikop yang kita baca hari ini ialah: "Jangan memberi batu sandungan."
Ingat motto yang baru yang Tuhan berikan bagi kita: "Kami ada untuk memberkati anda."
So, saudara dan saya harus memulai sesuatu yang baru, yaitu "MENJADI BERKAT", dan bukan sandungan! Amin? Ingat ini: sebagai anak-anak Tuhan, kita mempunyai kewajiban ganda :
  1. Kewajiban terhadap Tuhan.
  2. Kewajiban terhadap sesama.  
Perhatikan:
  • Di hadapan Tuhan, kita harus menjaga hati kita agar tetap bersih!
  • Di hadapan manusia, kita harus menunjukkan hidup yang tulus! Kita wajib menunjukkan cara hidup yang benar, yang akan membawa sesama kita pada jalan yang benar pula!
Amin? Nasihat Alkitab hari ini ialah: "Kejarlah apa yang mendatangkan damai sejahtera... untuk saling membangun."  
Bacalah: Amsal 3 : 2 ... "karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu" dan yakinlah, bahwa Damai Sejahtera hanya diberikan kepada orang-orang yang mentaati perintah Tuhan.
Ingat ini: Kita harus mengejarnya! Itu tidak datang begitu saja - kita harus mengusahakannya!
Saudara mau jadi berkat? Mulailah sekarang. Jadilah pelaku Firman yang taat!

ANAK-ANAK TUHAN HARUS TERBUKA UNTUK PERUBAHAN

Bacaan Alkitab : II Korintus 3 : 12 - 18
"Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian, tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu. Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."

Ayat Renungan : Roma 12 : 2B
"Berubahlah oleh pembaharuan budimu..."

Saudaraku, dari Bacaan Alkitab dan Ayat Renungan hari ini, kita melihat bahwa Alkitab menghendaki anak-anak Tuhan mengalami perubahan! Amin?
Seseorang yang melakukan survey berkata: "Dunia membenci perubahan, padahal, itulah satu-satunya hal yang telah menyebabkan kemajuan."
Pertanyaan:
Seberapa terbukakah saudara untuk perubahan? Ingat ini:
Saat kita menolak untuk berubah, kita melawan kehendak Tuhan! Hal ini dapat membuat kehidupan menjadi sangat menyedihkan! Mengapa? Sebab II Korintus 3:18 menjamin, bahwa jika kita mau berubah terus-menerus, kita akan menjadi serupa dengan Tuhan Yesus, dalam kemuliaan yang semakin besar! jika kita menolak, tentunya akan berakibat buruk! Amin? Saudaraku, buatlah pilihan yang benar, sekarang! Perhatikan: Pada awal saudara mau berubah, hasilnya mungkin kelihatan lambat. Tetapi, jangan menyerah!
Sikap baru itu mungkin terasa canggung pada mulanya. Tetapi, bertekunlah, sampai sikap itu menjadi alamiah bagi saudara. Sebab, dengan perubahan, saudara hanya satu sikap saja jaraknya, dari suatu kehidupan keluarga yang rukun dan harmonis, dan dari suatu masa depan yang penuh harapan! Ingat ini: Suatu sikap baru tidak terbentuk dengan sendirinya. Saudara harus membangunnya! Dan, akan lebih baik lagi jika saudara memulainya sekarang. So, jangan tunda!

RENCANA BESAR TUHAN BAGI KEHIDUPAN KITA

Bacaan Alkitab : Matius 9 : 18 - 31
"Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dar belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: "Pergilah, kaena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu."
"Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya, Tuhan, kami percaya." Lalu menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka. Dan Yesuspun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorangpun mengetahui hal ini. Tetapi mereka keluar dan memashyurkan Dia ke seluruh daerah itu."

Ayat Renungan : Matius 9 : 29b
"Jadilah kepadamu menurut imanmu."

Menurut Yeremia 29 : 11, Alkitab menjamin, bahwa "Tuhan mempunyai rencana besar bagi kehidupan kita." Dan, untuk menikmati jaminan itu, kita harus mempercayai empat hal ini:
  1. Tuhan tidak pernah berdusta,
  2. Tuhan tidak pernah ingkar janji.
  3. Tuhan tidak pernah gagal melaksanakan apa yang Ia janjikan.
  4. Tuhan tidak pernah berubah setia.
Bukankan sudah saatnya kita percaya akan segala janji Tuhan?
Itulah yang disebut "IMAN!" Dan, sikap kita adalah brometer langsung bagi iman kita! Amin?
Seorang arsitek besar yang bernama Frank Lloyd Wright, pada usianya yang ke-83, ditanya tentang hasil karyanya yang terbesar. Ia menjawab: "YANG AKAN DATANG!" So, jikaTuhan menjanjikan "Hari depan yang penuh harapan", kita harus menyikapinya secara benar! Dengan kata lain: "Masa depan akan lebih cerah jika sikap kita benar!"
Hati-hati: Banyak orang menjadi patah hati, ketika masalah mendatangi mereka. Akhirnya, mereka tidak mengalami kemajuan dalam hidupnya. Saudaraku, Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa masalah! Amin? Tapi, Ia menjanjikan penyertaan dan pembelaan-Nya di saat badai (Baca: Mazmur 91 : 15 ..."Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.").
Ingat Refrain lagu: "Di saat badai bergelora, ku akan terbang bersama-Mu, Bapa Kau Raja atas semesta, ku tenang sebab Kau Allahku."
Saudara mau menikmati hidup yang lebih baik? Keluarlah dari sikap dan pikiran yang merugikan sekarang juga! Dan, berubahlah!
Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah! Amin? Bacalah: Yudas 1 : 20-21 ..."Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal." Majulah!

ESOK, KAN TERLAMBAT - PUTUSKANLAH SEKARANG !

dari Kotbah 10 Maret 2013

"ESOK, KAN TERLAMBAT - PUTUSKANLAH SEKARANG !"

"Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini jika kamu mendengarkan suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman, pada waktu pencobaan di padang gurun,
di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, 
sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya.
Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata:
Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku,
sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku:
Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."
Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.
Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa."
Ibrani 3 : 7 - 13


     Di awal kuliah saya di AKAMIGAS (Akademi Minyak dan Gas Bumi) di Cepu - Jateng pada awal 1972, kami para mahasiswa digembleng dengan menanamkan motto : "Apa yang dapat kamu lakukan hari ini, lakukanlah - jangan tunda sampai esok hari." Motto ini diberikan untuk membiasakan kami sejak dari bangku kuliah, sampai kami kembali bekerja di Pertamina setelah lulus nanti.

     Saya percaya, sesuai Firman Tuhan dalam Ibrani 3 : 7-13, anak-anak Tuhan sedang diperingatkan agar "tidak menunda-nunda untuk membuat keputusan dan langkah iman yang benar, demi kebaikannya sendiri!" Selanjutnya, ada peringatan - peringatan penting yang harus kita simak dari ayat-ayat tersebut:
  1. Tuhan sedang menawarkan kepada anak-anak-Nya berkat (yang akan kita nikmati jika kita mentaatinya). 
  2. Ada dua hal yang sangat diperlukan untuk mendapat berkat Tuhan itu: "Iman dan Ketaatan."
  3. Tuhan ingin kita segera membuat keputusan yang benar, dan tidak menunda sampai besok. Mengapa?
  • Menunda taat, sama saja dengan tidak taat.
  • Lagipula, kita tidak mengetahui kapan hidup kita akan berakhir di bumi ini; kita tidak dapat memastikan, apakah masih ada hari esok untuk kita. So, mengingat Tuhan selalu menawarkan yang terbaik bagi setiap kita, marilah kita merenungkannya dengan hati dan pikiran yang jernih, bahwa diperlukan iman dan ketaatan segera! Tawaran itu harus kita terima sekarang. Jika tidak, kita akan rugi tentunya!
     Demikian pula dengan perintah Tuhan! Jika Tuhan memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu, jangan menunda-nunda untuk mentaatinya! Ingat: "Menunda taat sama dengan tidak taat." Contoh: Abraham, dalam Kejadian 22 : 1-3..."Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya : "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.
Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya: ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya."
Demi Ia segera melakukan perintah Tuhan (Baca saja: ayat 3). Hasilnya, ia menerima berkat besar (Baca: Kejadian 22 : 4-18 ..."Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: Ya , anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." ).
Saudara mau menyenangkan Tuhan? Jangan menunda mentaati perintah-Nya! Lakukan sekarang, dan lihat hasilnya!


"Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari; selama masih dapat dikatakan hari ini, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa."
Ibrani  3 : 13.