Tampilkan postingan dengan label Kehendak Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehendak Tuhan. Tampilkan semua postingan
Diposting oleh
Unknown
komentar (1)
Bacaan Alkitab : I Korintus 8 : 1-6
"Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian -- namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang daripada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup."
Ayat Renungan : I Korintus 8 : 3
"Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah."
Saudaraku, kita telah mengenal Firman :
Bagaimanakah kita menerima kasih Allah, lebih daripada sekadar mempercayainya?
Roma 5 : 5 menjawabnya: "Oleh Roh Kudus yang diam dan bekerja di hati kita!" Caranya? Ketika Roh Kudus memimpin kita dalam hal-hal ini:
"Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian -- namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang daripada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup."
Ayat Renungan : I Korintus 8 : 3
"Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah."
Saudaraku, kita telah mengenal Firman :
- "Kasihilah Tuhan, Allahmu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu ..." (Baca: Lukas 10 :27).
- "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Baca: Yohanes 14 : 15).
- Kita tidak mungkin mengasihi Allah, tanpa kita sendiri percaya akan Kasih-Nya.
- Kita yang percaya akan Kasih-Nya dan mengasihi Dia, akan melakukan segala perintah-Nya dengan senang hati. Amin?
Bagaimanakah kita menerima kasih Allah, lebih daripada sekadar mempercayainya?
Roma 5 : 5 menjawabnya: "Oleh Roh Kudus yang diam dan bekerja di hati kita!" Caranya? Ketika Roh Kudus memimpin kita dalam hal-hal ini:
- Menghampiri Takhta Tuhan, dalam pujian dan penyembahan.
- Mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan, dalam doa dan permohonan.
- Membaca Firman-Nya (dengan bersuara, sampai mengerti), dan menyimpan Firman itu di hati dan melakukannya dalam ketekunan. Roh Kudus akan bekerja lewat pujian dan penyembahan, permohonan doa dan Firman Tuhan, untuk menghadirkan kasih Tuhan yang berlimpah-limpah di hati kita. Inilah yang membawa kita dekat dengan Tuhan dan dikenal oleh-Nya. Haleluyah!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Mazmur 27 : 7-14
"Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku,
ya Allah penyelamatku!
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Ayat Renungan : Mazmur 88 : 3
"Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku."
Sampai hari ini, banyak orang yang mengaku anak Tuhan masih berpendapat bahwa berdoa adalah meminta kepada Tuhan. Itu juga benar! Namun sesungguhnya berdoa mencakup banyak aspek. Dan aspek utamanya adalah "Mencari Wajah Tuhan."
Dan, tokoh utama dalam hal ini adalah Daud! Bacalah: Mazmur 27 : 8 , "TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!"
dan simaklah, bahwa Daud mencari Wajah Tuhan sesuai Firman-Nya! Memang, tidak tersurat seperti itu, namun kita bisa melihatnya dalam Ulangan 4 : 29... "engkau mencari Tuhan ... dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu ... segenap jiwamu."
Ingat ini:
"Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku,
ya Allah penyelamatku!
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Ayat Renungan : Mazmur 88 : 3
"Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku."
Sampai hari ini, banyak orang yang mengaku anak Tuhan masih berpendapat bahwa berdoa adalah meminta kepada Tuhan. Itu juga benar! Namun sesungguhnya berdoa mencakup banyak aspek. Dan aspek utamanya adalah "Mencari Wajah Tuhan."
Dan, tokoh utama dalam hal ini adalah Daud! Bacalah: Mazmur 27 : 8 , "TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!"
dan simaklah, bahwa Daud mencari Wajah Tuhan sesuai Firman-Nya! Memang, tidak tersurat seperti itu, namun kita bisa melihatnya dalam Ulangan 4 : 29... "engkau mencari Tuhan ... dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu ... segenap jiwamu."
Ingat ini:
- Bapa Sorgawi senang bersekutu dengan saudara secara pribadi.
- Ia ingin menjalin persahabatan yang intim dengan saudara (Baca: Mazmur 25 : 14)
- Ketika saudara mencari Wajah-Nya, saudara akan menemukan segala-galanya dan bukan hanya berkat (Baca saja: Mazmur 4 : 7-9); Mazmur 24 : 5-6; Mazmur 34 : 5-6).
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Mazmur 106 : 1 -33
Ayat Renungan : Keluaran 33 : 15
"Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini."
Saudaraku, bacalah Mazmur 106 : 1-33 itu perlahan-lahan dan simaklah, betapa Bangsa Israel itu telah melakukan hal-hal yang menyakitkan hati Tuhan. Betapa banyak kisah buruk yang dicatat dalam Mazmur ini; salah satu yang menyolok ialah "Ketidaksanggupan mereka untuk menantikan Tuhan."
Baca saja: ayat 13. "Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya."
Perhatikan:
Ayat Renungan : Keluaran 33 : 15
"Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini."
Saudaraku, bacalah Mazmur 106 : 1-33 itu perlahan-lahan dan simaklah, betapa Bangsa Israel itu telah melakukan hal-hal yang menyakitkan hati Tuhan. Betapa banyak kisah buruk yang dicatat dalam Mazmur ini; salah satu yang menyolok ialah "Ketidaksanggupan mereka untuk menantikan Tuhan."
Baca saja: ayat 13. "Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya."
Perhatikan:
- Jika kita gagal menantikan Tuhan dalam menuntun, menolong dan menjawab permohonan kita, maka hal ini akan menyeret kita untuk juga melupakan pertolongan-Nya di masa lampau.
- Jika kita terlampau serius memikirkan kebutuhan-kebutuhan kita, maka hal ini akan mengaburkan pandangan kita akan kesetiaan dan kebesaran kuasa-Nya. Puji Tuhan! Sekalipun Bangsa Israel memberikan contoh buruk, namun masih ada contoh bagus dari Musa, pemimpin mereka! Baca lagi: Keluaran 33 : 15, "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini." Ingat ini: "Musa merindukan Hadirat Tuhan lebih dari apapun juga." So, ingat nasihat ini: Jika saudara tergoda untuk melangkah tanpa penyertaan dan tuntunan Tuhan, berhentilah sejenak! Carilah Tuhan dan nantikanlah Dia! Carilah Wajah-Nya dan dapatkanlah Hikmat dan Kuasa-Nya, maka saudara akan berbahagia! Baca juga: Mazmur 33 : 18-22. Tuhan Yesus memberkati!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
dari Lembaran Warta Tanggal 26 Januari 2014
"SEBERAPA DALAMKAH AKU MENGENAL TUHAN ?"
Yeremia 9 : 23 - 24
"Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bemegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut:
bahwa ia memahami dan mengenal Aku,
bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi;
sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut:
bahwa ia memahami dan mengenal Aku,
bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi;
sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
Saya menyukai refrain sebuah Lagu Pujian : "Dan ku ingin mengenal-Mu Tuhan, lebih dalam dari s'mua yang ku kenal ..." So, marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing
- Apakah aku mengenal Tuhan? Saya tidak bertanya apakah saudara percaya pada Tuhan, atau apakah saudara percaya pada hal-hal tertentu mengenai Dia.
- Seberapa dalamkah aku mengenal Tuhan? Ingat ini : "Menjadi anak Tuhan berarti memiliki hidup yang kekal!" Amin? Dan, Tuhan Yesus menegaskan ini dalam Yohanes 17 : 3 , "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau ...., dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. "Itu berarti , menjadi anak Tuhan adalah memiliki hidup kekal dan mengenal Tuhan, Sang Pemberi Hidup! Amin?
Bacalah: Hosea 6 : 6 - FAYH , dan renungkanlah Fakta Alkitabiah ini:
- Tuhan, Pencipta kita, begitu mengasihi kita - Ia ingin, agar kita pun mengasihi Dia! - Ia ingin, agar kita pun mengasihi Dia !
- Ia ingin kita mengenal-Nya, lewat persekutuan yang intim bersama Dia! Perhatikan: Bukankah kedua hal ini adalah kebenaran yang sangat menakjubkan di seluruh alam semesta? Puji Tuhan! Selanjutnya, Wahyu 4 : 11 - NLT mengatakan bahwa "Kita diciptakan untuk kesenangan Tuhan." So, jika saudara ingin menyenangkan hati Tuhan, nyatakanlah kasih saudara kepada-Nya dan sediakanlah waktu yang cukup untuk bergaul intim dengan-Nya. Dan biarlah itu menjadi tujuan terbesar dalam hidup saudara !
Ada lagi satu Fakta Alkitabiah yang lain, bahwa "Tuhan ingin menyertai kita seperti seorang sahabat !" Baca saja: Keluaran 33 : 11A dan 13, dan teladanilah Musa, yang berkata, Maka sekarang, jika aku mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau..." Perhatikan: Keinginan utama Musa adalah mengenal Tuhan, dan bukan hanya mengetahui jalan-Nya. Haleluyah! Tuhan meresponinya dengan menjanjikan bahwa: "Hadirat Tuhan akan menyertainya dan memberinya ketentraman." (Baca: Keluaran 33 : 14) Indah, kan?
Bayangkan: Ketika kita merindukan Hadirat-Nya lebih dari apapun juga, Tuhan berjanji untuk selalu bersama kita dan memberikan ketentraman. Biarlah kerinduan Tuhan dan kerinduan kita menyatu dalam pengenalan yang dalam akan Dia !
"Aku tidak mengingini kurban-kurbanmu; Aku mengingini kasihmu. Aku tidak mengingini persembahan-persembahanmu; yang Ku ingin ialah agar kamu mengenal Aku." - (Hosea 6:6, FAYH)
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Kisah Rasul 20 : 28-38
"Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-berhentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal."
Ayat Renungan : Kisah Rasul 20 : 35 B, Amplified
"Kita.... harus mengingat perkataan Tuhan Yesus....terlebih berkat memberi.... daripada menerima..."
Sebelum saya bertobat, saya adalah seorang yang sangat egoistis. Tetapi, setelah banyak belajar Firman Tuhan dan mendapat bimbingan follow-up dari bapa rohani, perlahan - namun pasti, saya menanggalkan egoistis itu dan mulai belajar untuk menjadi berkat bagi setiap orang lain setiap hari! Puji Tuhan! Dan, sejak saya melakukan itu, saya telah menemukan hal ini:
"Jika saya memenuhi kebutuhan orang lain, Bapa Sorgawi akan memenuhi kebutuhan saya."
Contoh:
"Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-berhentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal."
Ayat Renungan : Kisah Rasul 20 : 35 B, Amplified
"Kita.... harus mengingat perkataan Tuhan Yesus....terlebih berkat memberi.... daripada menerima..."
Sebelum saya bertobat, saya adalah seorang yang sangat egoistis. Tetapi, setelah banyak belajar Firman Tuhan dan mendapat bimbingan follow-up dari bapa rohani, perlahan - namun pasti, saya menanggalkan egoistis itu dan mulai belajar untuk menjadi berkat bagi setiap orang lain setiap hari! Puji Tuhan! Dan, sejak saya melakukan itu, saya telah menemukan hal ini:
"Jika saya memenuhi kebutuhan orang lain, Bapa Sorgawi akan memenuhi kebutuhan saya."
Contoh:
- Menghargai para pembantu di rumah.
- Memberikan tips sedikit lebih banyak dari yang diharapkan.
- Membelikan seseorang makan siang. Saya belajar membiasakan diri melakukan kebaikan bagi seseorang , setiap hari! Dengan kata lain, saya belajar untuk tidak membuat lagi kesalahan yang lama, yaitu hidup secara egoistis.
- Bapa kita di Sorga adalah Bapa Mahakasih. Ia adalah Allah Pemberi! Amin?
- Setiap pagi, setelah berdoa dan membaca Firman Tuhan, katakanlah ini di hadapan Tuhan: Tuhan, kepada siapakah aku menjadi berkat hari ini? Ingat ini : Jika kita mau belajar untuk bersikap baik pada orang lain, itu adalah salah satu kesaksian terbaik yang kita miliki! Saudara mau menabur? Taburlah kebaikan setiap hari dannikmati hasilnya!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Hosea 8 : 7-14
Ayat Renungan : Hosea 8 : 7A, FAYH
"Mereka telah menabur angin dan akan menuai puting beliung."
Dalam I Korintus 10 : 6-11, Alkitab memperingatkan kita, bahwa:
"Apa yang terjadi atas bangsa Israel di zaman dahulu, telah ditulis dalam Alkitab untuk menjadi peringatan bagi kita, Gereja Zaman Akhir, agar kita tidak meniru perbuatan jahat mereka!"
Hosea 8 : 1B FAYH berkata -
Ayat Renungan : Hosea 8 : 7A, FAYH
"Mereka telah menabur angin dan akan menuai puting beliung."
Dalam I Korintus 10 : 6-11, Alkitab memperingatkan kita, bahwa:
"Apa yang terjadi atas bangsa Israel di zaman dahulu, telah ditulis dalam Alkitab untuk menjadi peringatan bagi kita, Gereja Zaman Akhir, agar kita tidak meniru perbuatan jahat mereka!"
Hosea 8 : 1B FAYH berkata -
- Israel telah melanggar perjanjian Allah.
- Mereka memberontak terhadap hukum-hukum-Nya.
- Dengan melakukan semua kejahatan itu, "mereka telah menabur angin". Sebagai hasilnya, mereka akan menuai badai (putting beliung). Contoh: Badai Hurricane yang melanda Amerika Serikat, mendatangkan kerusakan yang sangat hebat, bahkan kematian yang menyedihkan! Demikianlah peringatan Tuhan : "Apa yang kau tabur, itulah yang akan kau tuai!" Perhatikan: Baca lagi Ibrani 8 :1, 6, 7 & Ibrani 7 :22, dan sadarilah, bahwa:
- Sama seperti Israel, kita juga adalah anak-anak Perjanjian, yang memiliki perjanjian yang lebih mulia, lebih tinggi, bahkan lebih kuat dengan Allah, Bapa! Amin? So, hormatilah segala hukum dan ketetapan-Nya! Saudara pasti menuai berkat, di bumi maupun di Sorga. Selamat!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
"INGATLAH AKAN HUKUM TABUR - TUAI !"
Kejadian 26 : 1-14
Pada zaman Ishak, anak Abraham, tanah Kanaan mengalami kelaparan besar. Orang tidak mempunyai makanan, bahkan air untuk minum. Disaat kesusahan sehebat itu, Allah turun tangan menolong Ishak.
Ingat: "Ishak adalah anak perjanjian!" Allah melarang Ishak untuk pergi ke Mesir, tetapi ke tanah Filistin, dan Allah berjanji, bahwa Ia akan menyertai Ishak dan memberkati dia, serta menggenapkan seluruh janji-Nya.
Tetapi, di negeri asing itu, Ishak tidak tinggal diam dan menunggu saja! Sebaliknya, ia bangkit dalam iman, dan menabur benih. Dan, Alkitab berkata, "Tuhan memberkati Ishak, dan secara ajaib Ishak mendapat hasil seratus kali lipat!"
Perhatikan:
- Langkah pertama, Ishak mentaati Allah dan pergi ke tanah Filistin.
- Karena ia memulai langkah pertama dengan baik,yaitu menyenangkan hati Allah, maka Allah menuntun dia mengambil langkah kedua, yaitu menabur benih.
- Karena ia mengerjakan langkah kedua dengan iman, maka Allah memberkati dia luar biasa, dan membawa dia kepada langkah ketiga, yaitu "Menuai seratus kali lipat!"
Puji Tuhan! Sama seperti Ishak, kita pun adalah anak-anak Perjanjian -Malah, perjanjian kita adalah lebih mulia, lebih tinggi , bahkan lebih kuat, karena dijamin oleh Kristus, yang adalah Imam Besar kita di sebelah kanan Bapa di Sorga (Baca: Ibrani 8 : 1, 6, 7 dan Ibrani 7 : 22). So, bacalah: Galatia 6 : 7-10 dan perhatikan urut-urutan ini:
- Sebagai anak perjanjian, karena kita harus dalam Roh, bukan dalam daging! (Baca: Roma 8 : 1, 4, 9, 5-8).
- Sebagai anak perjanjian harus berbuat baik, sama seperti Bapa kita. Mahabaik! (Baca: Efesus 2 : 10).
- Kita harus berbuat baik, selama ada kesempatan, yaitu setiap hari, selama masih dapat dikatakan Hari ini! (Baca: Galatia 6 : 10A, dan Ibrani 3 : 13).
- Jangan jemu-jemu berbuat baik!
- Menaburlah dalam Roh, sebab itulah yang berkenan kepada Allah, dan yang membawa kita sampai ke Sorga dan menerima upah kekal! (Baca: Wahyu 14 : 13).
- Menabur banyak, menuai banyak - Menabur sedikit, menuai sedikit! (Baca: II Korintus 9 : 6).
- Jika kita tidak segera menabur, kita tidak akan pernah menuai! (Baca: Pengkhotbah 11 : 6).
"Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat lipat; sebab ia diberkati Tuhan."
Kejadian 26 : 12.
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
"Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis:
"Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
Ayat renungan : Roma 8 : 31B
"....jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita"
Saudaraku, Baca lagi: Roma 8 : 37 dan Wahyu 3 : 21 ..."Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." dan imanilah, "Di dalam Tuhan Yesus Kristus, Bapa Sorgawi telah menetapkan setiap anak-Nya untuk menjadi Pemenang, sebagaimana Tuhan Yesus Kristus - Teladan kita, "Adalah Pemenang!"
So, saya mengajak saudara untuk menjadi Pemenang sesuai Ketetapan Bapa! Amin?
Perhatikan hal-hal berikut ini:
Jika Bapa ada di pihak kita, maka kita pasti menang!
Baca lagi: Roma 8 : 14, 9 dan 13 ..."Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Tetapi jika Kristus ada di dalam kau, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kau akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."dan imanilah, "Jika kita dipimpin Roh Kudus - Hidup dalam Roh dan mematikan setiap keinginan daging oleh Kuasa Roh Kudus, serta Roma 8 : 29-30, maka terus bertumbuh secara rohani menjadi serupa dengan Tuhan Yesus dan terus berpindah ke tingkat kemuliaan berikutnya - maka pastilah, Bapa ada di pihak kita, dan...
Kita adalah Pemenang!"
So, pertahankan status saudara sampai ke Garis Akhir!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Mazmur 60 : 1-14
"Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: bunga bakung kesaksian. Miktam dari Daud untuk diajarkan, ketiaka ia memerangi orang Aram-Mesopotamia dan orang Aram-Zoba, dan ketika Yoab pada waktu pulang telah memukul kalah dua belas ribu orang Edom di Lembah Asin.
Ya Allah, Engkau telah membuang kami, menembus pertahanan kami;
Engkau telah murka; pulihkanlah kami!
Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya;
perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang.
Engkau telah membuat umat-Mu emngalami penderitaan yang berat,
Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.
Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji,
tanda untuk berlindung terhadap panah.
Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai,
berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami!
Allah telah berfirman di tempat kudus-Nya:
"Aku hendak beria-ria, Aku hendak membagi-bagikan Sikhem, dan lembah Sukot hendak Kuukur.
Punya-Ku Gilead dan punya-Ku Manasye,
Efraim ialah pelindung kepala-Ku,
Yehuda ialah tongkat kerajaan-Ku;
Moab ialah tempat pembasuhan-Ku,
kepada Edom Aku melemparkan kasut-Ku, karena Filistea Aku bersorak-sorai."
Siapakah yang akan membawa aku ke kota yang berkubu?
Siapakah yang menuntun aku ke Edom?
Bukankah Engkau, ya Allah, yang telah membuang kami,
dan yang tidak maju, ya Allah, bersama-sama bala tentara kami?
Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sialah penyelamatan dari manusia.
Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita."
Ayat Renungan : Mazmur 60 : 14
"Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita."
Saudaraku, sejak saya bertobat sampai pada saat ini, saya telah belajar tentang Peperangan Rohani dari berbagai sumber!
Pertama - Dari Alkitab, dalam tuntunan Roh Kudus!
Kedua - Dari hamba-hamba Tuhan yang memahami tentang Peperangan Rohani dan Pelayanan Pelepasan!
Ketiga - Dari buku-buku rohani yang khusus membahas tentang peperangan rohani, antara lain yang ditulis oleh Pdt. Derek Prince, Penginjil Watchman Nee, dan juga oleh Dr. C. Peter Wagner, Dr Morris cerullo, dan John Avanzini. Dan, karena semua penulis yang saya sebutkan itu dipimpin oleh Roh Kudus, maka ada satu kesatuan pengajaran yang mereka sampaikan, yaitu: "Tuhan telah menetapkan kita sebagai Pemenang, dan itu adalah Kemenangan bersama Dia!"
Dan jika kita ingin menang bersama Tuhan, kita harus ambil bagian dalam setiap pertempuran - kita harus ikut bertempur dalam pertempuran iman yang baik, dan menjejakkan kaki kita di kepala iblis! Puji Tuhan, Ayat Renungan Hari ini pun menjamin kemenangan kita! Amin?
So, tunggu apa lagi saudaraku? Bersegeralah ambil bagian dalam Peperangan Rohani, dan tetaplah berdiri sebagai Pemenang, sampai ke Garis Akhir!
Ingat: Ada upah kekal yang menanti setiap pemenang!
"Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: bunga bakung kesaksian. Miktam dari Daud untuk diajarkan, ketiaka ia memerangi orang Aram-Mesopotamia dan orang Aram-Zoba, dan ketika Yoab pada waktu pulang telah memukul kalah dua belas ribu orang Edom di Lembah Asin.
Ya Allah, Engkau telah membuang kami, menembus pertahanan kami;
Engkau telah murka; pulihkanlah kami!
Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya;
perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang.
Engkau telah membuat umat-Mu emngalami penderitaan yang berat,
Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.
Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji,
tanda untuk berlindung terhadap panah.
Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai,
berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami!
Allah telah berfirman di tempat kudus-Nya:
"Aku hendak beria-ria, Aku hendak membagi-bagikan Sikhem, dan lembah Sukot hendak Kuukur.
Punya-Ku Gilead dan punya-Ku Manasye,
Efraim ialah pelindung kepala-Ku,
Yehuda ialah tongkat kerajaan-Ku;
Moab ialah tempat pembasuhan-Ku,
kepada Edom Aku melemparkan kasut-Ku, karena Filistea Aku bersorak-sorai."
Siapakah yang akan membawa aku ke kota yang berkubu?
Siapakah yang menuntun aku ke Edom?
Bukankah Engkau, ya Allah, yang telah membuang kami,
dan yang tidak maju, ya Allah, bersama-sama bala tentara kami?
Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sialah penyelamatan dari manusia.
Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita."
Ayat Renungan : Mazmur 60 : 14
"Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita."
Saudaraku, sejak saya bertobat sampai pada saat ini, saya telah belajar tentang Peperangan Rohani dari berbagai sumber!
Pertama - Dari Alkitab, dalam tuntunan Roh Kudus!
Kedua - Dari hamba-hamba Tuhan yang memahami tentang Peperangan Rohani dan Pelayanan Pelepasan!
Ketiga - Dari buku-buku rohani yang khusus membahas tentang peperangan rohani, antara lain yang ditulis oleh Pdt. Derek Prince, Penginjil Watchman Nee, dan juga oleh Dr. C. Peter Wagner, Dr Morris cerullo, dan John Avanzini. Dan, karena semua penulis yang saya sebutkan itu dipimpin oleh Roh Kudus, maka ada satu kesatuan pengajaran yang mereka sampaikan, yaitu: "Tuhan telah menetapkan kita sebagai Pemenang, dan itu adalah Kemenangan bersama Dia!"
Dan jika kita ingin menang bersama Tuhan, kita harus ambil bagian dalam setiap pertempuran - kita harus ikut bertempur dalam pertempuran iman yang baik, dan menjejakkan kaki kita di kepala iblis! Puji Tuhan, Ayat Renungan Hari ini pun menjamin kemenangan kita! Amin?
So, tunggu apa lagi saudaraku? Bersegeralah ambil bagian dalam Peperangan Rohani, dan tetaplah berdiri sebagai Pemenang, sampai ke Garis Akhir!
Ingat: Ada upah kekal yang menanti setiap pemenang!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Keluaran 17 : 8-16
"Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit."
Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: "TUHANlah panji-panjiku!" Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun."
Ayat Renungan : keluaran 17 : 11
"Dan terjadilah, apabila musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek."
Saudaraku, dalam Keluaran 13 : 17-18 ..."Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir." , kita belajar bahwa Tuhan menuntun Bangsa Israel melalui jalan berputar, untuk melatih mereka berperang! tujuannya, agar mereka terlatih dalam peperangan, untuk menaklukkan penduduk Kanaan! Dan peperangan pertama adalah menghadapi orang-orang Amalek.
Baca lagi: Keluaran 17 : 8-16 dengan seksama, dan perhatikanlah hal-hal ini:
"Lalu datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua: "Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku."
Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit. Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan, dan ingatkanlah ke telinga Yosua, bahwa Aku akan menghapuskan sama sekali ingatan kepada Amalek dari kolong langit."
Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: "TUHANlah panji-panjiku!" Ia berkata: "Tangan di atas panji-panji TUHAN! TUHAN berperang melawan Amalek turun-temurun."
Ayat Renungan : keluaran 17 : 11
"Dan terjadilah, apabila musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek."
Saudaraku, dalam Keluaran 13 : 17-18 ..."Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: "Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir." Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir." , kita belajar bahwa Tuhan menuntun Bangsa Israel melalui jalan berputar, untuk melatih mereka berperang! tujuannya, agar mereka terlatih dalam peperangan, untuk menaklukkan penduduk Kanaan! Dan peperangan pertama adalah menghadapi orang-orang Amalek.
Baca lagi: Keluaran 17 : 8-16 dengan seksama, dan perhatikanlah hal-hal ini:
- Musa menyuruh Yosua memilih orang-orang untuk maju berperang (Ingat: Selama di Mesir, orang-orang Israel adalah pekerja-pekerja kasar, dan bukan pasukan tentara!)
- Musa sendiri naik ke puncak bukit bersama Harun dan Hur. lalu, ketika Musa mengangkat tangan dengan tongkat Allah di tangannya, menanglah Israel! Namun, ketika tangan Musa menjadi lelah dan diturunkannya, kalahlah Israel!
- Tongkat Allah di tangan Musa berbicara OTORITAS ILAHI! Namun, otoritas Ilahi ini harus digunakan dalam ketergantungan mutlak kepada Tuhan! Dengan kata lain, "Otoritas tanpa persekutuan dengan Tuhan, tidak akan mempunyai arti."
- Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya "Yehovah Nissi", Tuhanlah panji-panjiku, Dialah yang memberi kemenangan!"
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Efesus 6 : 10-20
"Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengna permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagimana seharusnya aku berbicara."
Ayat Renungan : Efesus 6 : 16
"dan dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat."
Saudaraku, dalam Renungan Harian kemarin, kita diajarkan untuk mengalahkan iblis dengan iman yang teguh. Roma 10 : 17 berkata, "Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dari Rhema Kristus." Masih ingat kan? Rhema adalah Firman Tuhan, yaitu: "Setiap pagi - dengan bersuara - sampai mengerti - simpan di hati - lakukan dengan ketekunan!" Karena membaca Alkitab dilakukan setiap pagi setelah doa pagi, maka jelaslah, bahwa:
"Iman tidak dapat dipisahkan, dari persekutuan dengan Tuhan, dan juga dengan ketaatan kepada Firman-Nya!"
Dengan kata lain, untuk memperoleh iman yang teguh, kita harus menjalin persekutuan yang intim dengan Tuhan, dan mendisiplinkan diri dalam ketaatan akan Firman-Nya! Amin?
Doa saya: Saudara akan melakukan semua hal ini sesuai Kolose 3 : 23-24 ..."Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.", dan selalu melangkah dari iman kepada iman, dan dari kemenangan kepada kemenangan. Selamat!
"Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengna permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagimana seharusnya aku berbicara."
Ayat Renungan : Efesus 6 : 16
"dan dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat."
Saudaraku, dalam Renungan Harian kemarin, kita diajarkan untuk mengalahkan iblis dengan iman yang teguh. Roma 10 : 17 berkata, "Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dari Rhema Kristus." Masih ingat kan? Rhema adalah Firman Tuhan, yaitu: "Setiap pagi - dengan bersuara - sampai mengerti - simpan di hati - lakukan dengan ketekunan!" Karena membaca Alkitab dilakukan setiap pagi setelah doa pagi, maka jelaslah, bahwa:
"Iman tidak dapat dipisahkan, dari persekutuan dengan Tuhan, dan juga dengan ketaatan kepada Firman-Nya!"
Dengan kata lain, untuk memperoleh iman yang teguh, kita harus menjalin persekutuan yang intim dengan Tuhan, dan mendisiplinkan diri dalam ketaatan akan Firman-Nya! Amin?
Doa saya: Saudara akan melakukan semua hal ini sesuai Kolose 3 : 23-24 ..."Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.", dan selalu melangkah dari iman kepada iman, dan dari kemenangan kepada kemenangan. Selamat!
Diposting oleh
Unknown
komentar (1)
Dikutip dari kotbah 04 September 2011
"DITETAPKAN SEBAGAI PEMENANG"
Roma 8 : 31-39
"Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis:
"Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
"Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis:
"Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
Kalau kita membaca Wahyu pasal 2 dan pasal 3 secara seksama, maka kita akan menemukan Fakta Alkitabiah ini: "Tuhan Yesus menghendaki agar Gereja-Nya tampil sebagai PEMENANG, sampai ke Garis Akhir!" Dan puncak dari Hidup Berkemenangan itu adalah yang tertulis dalam Wahyu 3 : 21... "Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas Takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya."
Perhatikan: Frase kedua pada Wahyu 3 : 21 yang berbunyi ..."Sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." Itu berarti, dasar yang Tuhan pakai dalam menetapkan Gereja-Nya sebagai Pemenang adalah "Kemenangan-Nya sendiri!"
Ingat ini:
Perhatikan: Frase kedua pada Wahyu 3 : 21 yang berbunyi ..."Sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." Itu berarti, dasar yang Tuhan pakai dalam menetapkan Gereja-Nya sebagai Pemenang adalah "Kemenangan-Nya sendiri!"
Ingat ini:
- Kita tidak mungkin bernyanyi seperti ini... "Yesusku luar biasa... aku biasa-biasa saja!"
- Tetapi, kita akan bernyanyi sesuai Wahyu 3 : 21 seperti ini... "Yesusku luar biasa... aku pun luar biasa!" Amin?
Suatu kesimpulan yang sederhana: "Bapa Sorgawi, yang telah menetapkan setiap anak-Nya menjadi serupa dengan Anak-Nya Yesus Kristus, juga telah menetapkan kita untuk menjadi Pemenang, sama seperti Kristus, Yang adalah Pemenang!" So, berbahagialah saudara, jika saudara memenuhi apa yang Bapa tetapkan dan inginkan! Amin? perhatikan contoh berikut ini:
- Bapa mencari penyembah yang benar (Baca: Yohanes 4 : 23 ..."Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.").
- Bapa menghendaki agar setiap anak-Nya menjadi serupa dengan Kristus (Baca: Roma 8 : 29 ..."Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.").
- Bapa menghendaki agar setiap anak-Nya menjadi pemenang (Baca: Wahyu 3 : 21 ..."Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya."). So, berbahagialah saudara, jika saudara menjadi seperti yang Bapa inginkan!
"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."
Roma 8 : 37.
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Wahyu 3 : 1-6
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis:
Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Ayat Renungan : Wahyu 3 : 5
"Barangsiapa menang, ... Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan... "
Saudaraku, puncak dari kemenangan-kemenangan kita adalah pengakuan Tuhan Yesus di Sorga, di hadapan Bapa dan para malaikat-Nya. Dan, itu berarti bahwa nama para pemenang tetap terdaftar di Sorga. Amin?
Untuk itu, kita harus kembali pada pernyataan Tuhan Yesus dalam Lukas 10 : 20 ...
"Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
Perhatikan: Tuhan sedang memperingatkan Gereja-Nya, bahwa Tuhan tidak menilai seberapa berhasilnya kita dalam pelayanan, tetapi seberapa kuatnya kita menghadapi peperangan rohani!
Apa artinya berhasil dalam pelayanan, tetapi menjadi pecundang dalam peperangan rohani. Betul, kan?
Baca lagi: Wahyu 3 : 4-5 dan yakinlah, bahwa akibat dari pengakuan Tuhan Yesus di hadapan Bapa, kita menerima pakaian putih. Berarti, para pemenang layak menjadi pengantin Kristus.
Baca saja: Wahyu 19 : 7-8 ..."Marilah kita bersukacita dan bersorak sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]", dan ... jadilah pemenang!
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis:
Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Ayat Renungan : Wahyu 3 : 5
"Barangsiapa menang, ... Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan... "
Saudaraku, puncak dari kemenangan-kemenangan kita adalah pengakuan Tuhan Yesus di Sorga, di hadapan Bapa dan para malaikat-Nya. Dan, itu berarti bahwa nama para pemenang tetap terdaftar di Sorga. Amin?
Untuk itu, kita harus kembali pada pernyataan Tuhan Yesus dalam Lukas 10 : 20 ...
"Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
Perhatikan: Tuhan sedang memperingatkan Gereja-Nya, bahwa Tuhan tidak menilai seberapa berhasilnya kita dalam pelayanan, tetapi seberapa kuatnya kita menghadapi peperangan rohani!
Apa artinya berhasil dalam pelayanan, tetapi menjadi pecundang dalam peperangan rohani. Betul, kan?
Baca lagi: Wahyu 3 : 4-5 dan yakinlah, bahwa akibat dari pengakuan Tuhan Yesus di hadapan Bapa, kita menerima pakaian putih. Berarti, para pemenang layak menjadi pengantin Kristus.
Baca saja: Wahyu 19 : 7-8 ..."Marilah kita bersukacita dan bersorak sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]", dan ... jadilah pemenang!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : II Tesalonika 3 : 1-5
"Selanjutnya saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus."
Ayat renungan : II Tesalonika 3 : 3 , FAYH
"Tetapi Tuhan setia; Ia akan menjadikan saudara kuat dan menjaga saudara terhadap segala macam serangan iblis."
Ada satu kelihaian iblis untuk menghancurkan kehidupan anak-anak Tuhan, ialah : Membuat setiap kita berpikir bahwa ia hanya sebuah mitos. Jangan percaya, saudaraku! Iblis adalah sebuah kenyataan!
Namun demikian, dia berasal dari sebuah ciptaan yang memberontak kepada Sang Pencipta!
Bagaimana pun juga, Allah kita Maha Besar. Amin? (Baca: Yesaya 66 : 1A ..."Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku;"). Dan, Ia sangat peduli dengan kita. Puji Nama-Nya! Bacalah: Mazmur 91 : 14 ..."Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.", dan imanilah, bahwa kunci kemenangan kita ada di dalam kebenaran ini:
"Selanjutnya saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus."
Ayat renungan : II Tesalonika 3 : 3 , FAYH
"Tetapi Tuhan setia; Ia akan menjadikan saudara kuat dan menjaga saudara terhadap segala macam serangan iblis."
Ada satu kelihaian iblis untuk menghancurkan kehidupan anak-anak Tuhan, ialah : Membuat setiap kita berpikir bahwa ia hanya sebuah mitos. Jangan percaya, saudaraku! Iblis adalah sebuah kenyataan!
Namun demikian, dia berasal dari sebuah ciptaan yang memberontak kepada Sang Pencipta!
Bagaimana pun juga, Allah kita Maha Besar. Amin? (Baca: Yesaya 66 : 1A ..."Beginilah firman TUHAN: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku;"). Dan, Ia sangat peduli dengan kita. Puji Nama-Nya! Bacalah: Mazmur 91 : 14 ..."Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.", dan imanilah, bahwa kunci kemenangan kita ada di dalam kebenaran ini:
- Hati kita melekat kepada-Nya.
- Kita bergaul akrab dengan Dia dan mengenal Nama-Nya.
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Ibrani 11 : 1-6
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."
Ayat Renungan : Ibrani 11 : 6A
"Tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah."
Saudaraku, kita sekarang hidup di Zaman Akhir, dimana telah berlangsung masa yang sukar (Baca: II Timotius 3 : 1 ..."Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar,").
Namun, jangan takut menghadapinya! Kita harus mengangkat perisai iman kita, dan mematahkan kuasa kemiskinan, kelaparan, ketelanjangan, bahkan penderitaan akibat penindasan musuh kita.
Ingat ini: Ketika Kristus tergantung di salib, Ia sepenuhnya menanggung bagi kita, "Segala kutuk, bahkan kesengsaraan - kemiskinan - kemelaratan - kehinaan - penderitaan", ganti diri kita. Dialah Perisai kita! Amin? Karena Kristus telah menanggung semuanyaitu bagi kita, kita dapat mengklaim janji-Nya dalam Filipi 4 : 19 ..."Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus". Ingat tema kita tahun ini: Tuhan Yesus Kristus, Gembalaku yang baik; Ia memelihara, melindungi dan membelaku."
Untuk itu, bacalah: Mazmur 23 : 1-6 ..."TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." dan imanilah, bahwa semua janji itu adalah bagian saudara. haleluyah!
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."
Ayat Renungan : Ibrani 11 : 6A
"Tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah."
Saudaraku, kita sekarang hidup di Zaman Akhir, dimana telah berlangsung masa yang sukar (Baca: II Timotius 3 : 1 ..."Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar,").
Namun, jangan takut menghadapinya! Kita harus mengangkat perisai iman kita, dan mematahkan kuasa kemiskinan, kelaparan, ketelanjangan, bahkan penderitaan akibat penindasan musuh kita.
Ingat ini: Ketika Kristus tergantung di salib, Ia sepenuhnya menanggung bagi kita, "Segala kutuk, bahkan kesengsaraan - kemiskinan - kemelaratan - kehinaan - penderitaan", ganti diri kita. Dialah Perisai kita! Amin? Karena Kristus telah menanggung semuanyaitu bagi kita, kita dapat mengklaim janji-Nya dalam Filipi 4 : 19 ..."Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus". Ingat tema kita tahun ini: Tuhan Yesus Kristus, Gembalaku yang baik; Ia memelihara, melindungi dan membelaku."
Untuk itu, bacalah: Mazmur 23 : 1-6 ..."TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." dan imanilah, bahwa semua janji itu adalah bagian saudara. haleluyah!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Efesus 6 : 10-20
"Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikat pinggangkan kebenaran, dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara."
Ayat Renungan : Efesus 6 : 16
"Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman ... kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat."
Seringkali, iblis tidak menyerang anak-anak Tuhan secara frontal, tetapi melepaskan panah api kepada kita. Untuk mengatasi hal ini, Alkitab telah memberikan bagi kita jalan keluar yang jitu, yaitu dengan menggunakan "Perisai Iman", Raja Daud berkata: "Tetapi Engkau Tuhan, adalah perisai yang melindungi aku." (Baca: Mazmur 3 : 4 ..."Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.").
Sesungguhnya, Tuhan Yesus Kristus adalah perisai kita! Saat Ia tergantung di salib, sesungguhnya, Tuhan Yesus Kristus adalah perisai kita! Saat Ia tergantung di salib, sesungguhnya Ia telah menempatkan diri-Nya sendiri di antara kita dengan iblis. Dan, Ia menghendaki supaya semua rancangan jahat iblis itu, ditujukan kepada-Nya. Sekarang, sebagai Tuhan yang Mahakuasa, Sang Pemenang, Ia ingin menjadi perisai yang melindungi kita. Ia sanggup memadamkan semua panah api dari si jahat. Ia ingin kita mengandalkan Dia dengan iman! Amin?
Untuk itu, bacalah: I Korintus 15 : 57-58 ..."Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.", dan yakinlah bahwa oleh Kristuslah kita menerima kemenangan kita. Untuk itu, kita harus Berdiri teguh dalam iman - Bersekutu senantiasa dengan Dia - Menjadikan Dia perisai yang melindungi kita! Maka, Dia akan memadamkan semua panah api si jahat, dan memberikan kita kemenangan. Hebat, kan? So, setialah di dalam Dia sampai Maranatha!
"Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikat pinggangkan kebenaran, dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara."
Ayat Renungan : Efesus 6 : 16
"Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman ... kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat."
Seringkali, iblis tidak menyerang anak-anak Tuhan secara frontal, tetapi melepaskan panah api kepada kita. Untuk mengatasi hal ini, Alkitab telah memberikan bagi kita jalan keluar yang jitu, yaitu dengan menggunakan "Perisai Iman", Raja Daud berkata: "Tetapi Engkau Tuhan, adalah perisai yang melindungi aku." (Baca: Mazmur 3 : 4 ..."Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.").
Sesungguhnya, Tuhan Yesus Kristus adalah perisai kita! Saat Ia tergantung di salib, sesungguhnya, Tuhan Yesus Kristus adalah perisai kita! Saat Ia tergantung di salib, sesungguhnya Ia telah menempatkan diri-Nya sendiri di antara kita dengan iblis. Dan, Ia menghendaki supaya semua rancangan jahat iblis itu, ditujukan kepada-Nya. Sekarang, sebagai Tuhan yang Mahakuasa, Sang Pemenang, Ia ingin menjadi perisai yang melindungi kita. Ia sanggup memadamkan semua panah api dari si jahat. Ia ingin kita mengandalkan Dia dengan iman! Amin?
Untuk itu, bacalah: I Korintus 15 : 57-58 ..."Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.", dan yakinlah bahwa oleh Kristuslah kita menerima kemenangan kita. Untuk itu, kita harus Berdiri teguh dalam iman - Bersekutu senantiasa dengan Dia - Menjadikan Dia perisai yang melindungi kita! Maka, Dia akan memadamkan semua panah api si jahat, dan memberikan kita kemenangan. Hebat, kan? So, setialah di dalam Dia sampai Maranatha!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : I Yohanes 5 : 1-5
"Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan kita yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?"
Ayat Renungan : Yohanes 16 : 33
"... kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
Kata Yunani untuk dunia adalah "KOSMOS", yaitu suatu sistem kehidupan yang dikuasai iblis dan roh-roh jahat (Baca: I Yohanes 5 : 19 ..."Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat."), yang hanya bersifat sementara, dan yang membawa kepada kebinasaan (Baca: I Yohanes 2 : 16-17 ..."Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."). Jadi, kalau "Kristus telah mengalahkan dunia, itu berarti bahwa Ia telah mengalahkan penguasanya, dan semua sistem kehidupan yang dikuasainya! Amin? Inilah kemenangan kelima! Itulah sebabnya, setiap anak Tuhan harus berpegang pada Firman Tuhan ini : "Kita berada di dunia, tetapi kita bukan dari dunia!" (Baca: Yohanes 17 : 11, 14 & 16 ..."Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita." ..."Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia." ..."Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."). Namun demikian, kita tidak bisa menyangkal hal ini, bahwa berada di dunia berarti berada di tengah pengaruh-pengaruh dunia, dengan segala metode dan caranya. Ingat ini:
"Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan kita yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?"
Ayat Renungan : Yohanes 16 : 33
"... kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
Kata Yunani untuk dunia adalah "KOSMOS", yaitu suatu sistem kehidupan yang dikuasai iblis dan roh-roh jahat (Baca: I Yohanes 5 : 19 ..."Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat."), yang hanya bersifat sementara, dan yang membawa kepada kebinasaan (Baca: I Yohanes 2 : 16-17 ..."Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."). Jadi, kalau "Kristus telah mengalahkan dunia, itu berarti bahwa Ia telah mengalahkan penguasanya, dan semua sistem kehidupan yang dikuasainya! Amin? Inilah kemenangan kelima! Itulah sebabnya, setiap anak Tuhan harus berpegang pada Firman Tuhan ini : "Kita berada di dunia, tetapi kita bukan dari dunia!" (Baca: Yohanes 17 : 11, 14 & 16 ..."Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita." ..."Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia." ..."Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."). Namun demikian, kita tidak bisa menyangkal hal ini, bahwa berada di dunia berarti berada di tengah pengaruh-pengaruh dunia, dengan segala metode dan caranya. Ingat ini:
- Kita ada di dalam Kristus. Sang Pemenang!
- Roh Kudus diam di dalam kita (Baca: I Yohanes 4 : 4 ..."Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.").
- Kita memiliki Firman Tuhan yang penuh kuasa!
- Kita memiliki iman di dalam Kristus (Baca: I Yohanes 5 : 4-5 ..."sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?").
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Lanjutan dari : ..."Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut."
Bacaan Alkitab : I Yohanes 3 : 4-8
"Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Anak-ankku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu."
Ayat Renungan : Kolose 2 : 15
"Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka."
3. Kemenangan Kristus atas setan. Baik rasul Yohanes, maupun rasul Paulus telah menulis tentang kemenangan Kristus atas setan / iblis. Lalu, Filipi 2 : 9-10 ..."itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!" menunjukkan betapa Hebat dan Mulianya Nama Yesus, yaitu Nama di atas segala nama, dan bahwa setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengakui Dia sebagai Tuhan, termasuk iblis dan para pengikutnya. Bahkan,
Yakobus 2 : 19 ..."Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar." menyatakan bahwa setan-setan gemetar akan Nama Yesus itu! Puji Tuhan! Dalam Nama Yesus, kita berkemenangan atas setan (Baca juga: Markus 16 : 17A ..."Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya; mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,"). Ingat ini: setan adalah musuh yang sudah kalah, tetapi bertindak seolah-olah dialah pemenang. So, jangan mau kalah! "Kitalah Umat Pemenang!"
4. Menurut I Korintus 15 : 20-28 Kristus telah menang atas maut! Rasul Paulus dengan bangga memberi kesaksian tentang hal ini (Baca: I Korintus 15 : 1-8). Oleh sebab itu, kita pun harus yakin bahwa kemenangan-Nya adalah kemenangan kita! Amin? (Baca: I Korintus 15 : 22-23). Selanjutnya, bacalah Ibrani 2 :14-15, dan jangan lagi takut kepada maut, supaya jangan kita jatuh ke dalam perhambaan!
Ingat ini: Tuhan tidak memberikan pada kita roh ketakutan, melainkan Roh Kudus, yang lebih besar dari semua roh di dunia ini! (Baca: I Yohanes 4 :4). So, jadilah pemenang! Sebab, dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan! (Baca: II Korintus 3 : 17). JBU!
Bacaan Alkitab : I Yohanes 3 : 4-8
"Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Anak-ankku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu."
Ayat Renungan : Kolose 2 : 15
"Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka."
3. Kemenangan Kristus atas setan. Baik rasul Yohanes, maupun rasul Paulus telah menulis tentang kemenangan Kristus atas setan / iblis. Lalu, Filipi 2 : 9-10 ..."itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!" menunjukkan betapa Hebat dan Mulianya Nama Yesus, yaitu Nama di atas segala nama, dan bahwa setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengakui Dia sebagai Tuhan, termasuk iblis dan para pengikutnya. Bahkan,
Yakobus 2 : 19 ..."Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar." menyatakan bahwa setan-setan gemetar akan Nama Yesus itu! Puji Tuhan! Dalam Nama Yesus, kita berkemenangan atas setan (Baca juga: Markus 16 : 17A ..."Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya; mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,"). Ingat ini: setan adalah musuh yang sudah kalah, tetapi bertindak seolah-olah dialah pemenang. So, jangan mau kalah! "Kitalah Umat Pemenang!"
4. Menurut I Korintus 15 : 20-28 Kristus telah menang atas maut! Rasul Paulus dengan bangga memberi kesaksian tentang hal ini (Baca: I Korintus 15 : 1-8). Oleh sebab itu, kita pun harus yakin bahwa kemenangan-Nya adalah kemenangan kita! Amin? (Baca: I Korintus 15 : 22-23). Selanjutnya, bacalah Ibrani 2 :14-15, dan jangan lagi takut kepada maut, supaya jangan kita jatuh ke dalam perhambaan!
Ingat ini: Tuhan tidak memberikan pada kita roh ketakutan, melainkan Roh Kudus, yang lebih besar dari semua roh di dunia ini! (Baca: I Yohanes 4 :4). So, jadilah pemenang! Sebab, dimana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan! (Baca: II Korintus 3 : 17). JBU!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : I Korintus 15 : 12-28
"Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sia pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus - padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak di bangkitkan. Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua."
Ayat Renungan : I Korintus 15 : 26
"Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut."
Saudaraku, upah dosa ialah maut! Amin? Kalau Alkitab menyatakan bahwa musuh yang terakhir, yang dibinasakan oleh Kristus Yesus adalah maut, itu berarti bahwa ada sederetan musuh yang sudah dikalahkan-Nya, termasuk dosa! So, marilah kita melihatnya menurut terang Firman Tuhan, apa sajakah musuh yang sudah dikalahkannya?
"Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sia pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus - padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak di bangkitkan. Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua."
Ayat Renungan : I Korintus 15 : 26
"Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut."
Saudaraku, upah dosa ialah maut! Amin? Kalau Alkitab menyatakan bahwa musuh yang terakhir, yang dibinasakan oleh Kristus Yesus adalah maut, itu berarti bahwa ada sederetan musuh yang sudah dikalahkan-Nya, termasuk dosa! So, marilah kita melihatnya menurut terang Firman Tuhan, apa sajakah musuh yang sudah dikalahkannya?
- Menurut Lukas 4 : 1-13 ...."Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke pdang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selma di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjdi roti." Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bkan dari roti saja." Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. Kata iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia ke bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bwah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supay kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhn, Allahmu!" Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik."...., "Kristus telah menang atas pencobaan." Iblis menyerang Dia dengan Nafsu Daging (Baca: ayat 3), Nafsu Mata (Baca: ayat 5-7), dan Keangkuhan Hidup (Baca: ayat 9-11). Lihatlah betapa dahsyatnya kuasa Firman Allah yang Kristus gunakan melawan semua godaan itu! Namun, yang terutama yang harus saudara perhatikan adalah bahwa dibalik nafsu daging, nafsu mata dan keangkuhan hidup, ada iblis yang berperan utama. Lawanlah dia dengan Kuasa Firman Allah, disaat kita dicobai (Baca: I Korintus 10 : 13 ..."Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."). Baca juga: Mazmur 119 : 11... "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau."
- Menurut Ibrani 4 : 15B, "Kristus telah menang atas dosa." Perhatikan: ...."Ia telah dicobai, hnya tidak berbuat dosa." Itu berarti, Kristus tidak berdosa! Dan, kita yang telah dimerdekakan dari dosa, memiliki "Jaminan Kemenangan atas dosa, di dalam Kristus." Bacalah: Roma 6 : 6-13 ..."Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagi orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran." dan yakinlah, bahwa kemenangan kita atas dosa, bergantung pada keputusan, kita mau menang atau tidak? Sebab di dalam Kristus, kita pasti menang! Kemenangan yang lainnya disambung besok!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Dikutip dari Warta Gereja Tanggal 10 Februari 2013
"KITALAH UMAT PEMENANG"
Wahyu 12 : 10-12
"Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:
"Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita,
dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah
pendakwa saudara-saudara kita,
yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,
dan oleh perkataan kesaksian mereka.
Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Karena itu bersukacitalah,
hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya,
celakalah kamu, hai bumi dan laut!
karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat,
karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."
"Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:
"Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita,
dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah
pendakwa saudara-saudara kita,
yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,
dan oleh perkataan kesaksian mereka.
Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Karena itu bersukacitalah,
hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya,
celakalah kamu, hai bumi dan laut!
karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat,
karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."
Supaya seseorang disebut pemenang, harus ada peperangan yang ia hadapi dan harus ada musuh atau pun penghalang yang ia kalahkan! Benar, kan? Dan, Gereja Tuhan sejak Zaman Gereja Mula-mula sampai pada Zaman Akhir ini, telah menghadapi peperangan terpanjang dalam sejarah. Ini adalah peperangan melawan iblis (musuh, pendakwa) dan sudah dimulai sejak awal mulanya! Mengapa demikian? Sebab ia yang dahulu adalah Lucifer (yang bersinar), telah memberontak melawan Allah Mahatinggi (Baca: Yesaya 14 : 12-14 ...."Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, ku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!" ). Akibatnya, ia dicampakkan ke bumi, dan ia tahu bahwa ia akan celaka (Baca: Yehezkiel 28 : 17-19 ...."Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya. Dengan banyaknya kesalahanmu dan kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar kekudusan tempat kudusmu. Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu. Semua di antara bangsa-bangsa yang mengenal engkau kaget melihat keadaanmu. Akhir hidupmu mendahsyatkan dan lenyap selamanya engkau.").
Ingat ini: ia memang telah dikalahkan di kayu salib Kristus, tetapi ia belum dibelenggu! Ia masih berjalan keliling untuk menyerang Tubuh Kristus, yaitu Gereja-Nya di bumi ini. Dan, kita harus melawan dia! (Baca: I Petrus 5 : 8-9 ..."Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama." ). Suatu hal yang harus kita sadari: "Tuhan ingin Gereja-Nya tampil sebagai pemenang dan mempersembahkan bagi-Nya suatu kehidupan yang kudus dan tidak bercela." (Baca: Efesus 5 : 25B-27 ...."..kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela." ).
Perhatikan: Wahyu 1 : 11A mengatakan: "Dan mereka mengalahkan dia..." Itu berarti bahwa saudara dan saya dapat menjdi mereka! Amin? Untuk itu, kita (Gereja Tuhan Zaman Akhir), dapat menjadi "Umat Pemenang", jika kita berada di pihak Kristus, Anak Domba Allah Yang Mulia! Puji Tuhan! Kita memiliki "Tiga pukulan mematikan", sesuai Wahyu 12 : 11, yaitu: "Darah Anak Domba, Kesaksian hidup yang selalu dipertahankan, serta Pengabdian seluruh hidup kita bagi Kristus." So, di tengah segala pergumulan hidup saudara sehari-hari, ingatlah selalu akan hal ini: "Kitalah Umat Pemenang!" So, selamat berjuang. JBU!
"Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,
dan oleh perkataan kesaksian mereka.
Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut."
(Wahyu 12 : 11)