Pages

Tampilkan postingan dengan label Allah Roh Kudus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah Roh Kudus. Tampilkan semua postingan

ORANG YANG MENGASIHI ALLAH, IA DIKENAL OLEH ALLAH

Bacaan Alkitab : I Korintus 8 : 1-6
"Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. 
Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
     Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi  dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian -- namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang daripada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup."

Ayat Renungan : I Korintus 8 : 3
"Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah."

Saudaraku, kita telah mengenal Firman :
  • "Kasihilah Tuhan, Allahmu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu ..." (Baca: Lukas 10 :27).
  • "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Baca: Yohanes 14 : 15).
Dan, hari ini kita mengenal pula Firman yang berkata: "Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah." Dua hal penting harus kita perhatikan:
  1. Kita tidak mungkin mengasihi Allah, tanpa kita sendiri percaya akan Kasih-Nya.
  2. Kita yang percaya akan Kasih-Nya dan mengasihi Dia, akan melakukan segala perintah-Nya dengan senang hati. Amin?  
Pertanyaan:
Bagaimanakah kita menerima kasih Allah, lebih daripada sekadar mempercayainya?
Roma 5 : 5 menjawabnya: "Oleh Roh Kudus yang diam dan bekerja di hati kita!" Caranya? Ketika Roh Kudus memimpin kita dalam hal-hal ini:
  • Menghampiri Takhta Tuhan, dalam pujian dan penyembahan.
  • Mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan, dalam doa dan permohonan.
  • Membaca Firman-Nya (dengan bersuara, sampai mengerti), dan menyimpan Firman itu di hati dan melakukannya dalam ketekunan. Roh Kudus akan bekerja lewat pujian dan penyembahan, permohonan doa dan Firman Tuhan, untuk menghadirkan kasih Tuhan yang berlimpah-limpah di hati kita. Inilah yang membawa kita dekat dengan Tuhan dan dikenal oleh-Nya. Haleluyah!

MENCARI TUHAN DAN MINTA PERTOLONGAN ROH KUDUS KE PERSEKUTUAN DALAM TUHAN

Bacaan Alkitab : Mazmur 27 : 7-14
"Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, 
ya Allah penyelamatku! 
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman. 
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! 
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Ayat Renungan : Mazmur 88 : 3
"Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku."

Sampai hari ini, banyak orang yang mengaku anak Tuhan masih berpendapat bahwa berdoa adalah meminta kepada Tuhan. Itu juga benar! Namun sesungguhnya berdoa mencakup banyak aspek. Dan aspek utamanya adalah "Mencari Wajah Tuhan." 
Dan, tokoh utama dalam hal ini adalah Daud! Bacalah: Mazmur 27 : 8 , "TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!"
dan simaklah, bahwa Daud mencari Wajah Tuhan  sesuai Firman-Nya! Memang, tidak tersurat seperti itu, namun kita bisa melihatnya dalam Ulangan 4 : 29... "engkau mencari Tuhan ... dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu ... segenap jiwamu."  
Ingat ini:
  • Bapa Sorgawi senang bersekutu dengan saudara secara pribadi.
  • Ia ingin menjalin persahabatan yang intim dengan saudara (Baca: Mazmur 25 : 14)
  • Ketika saudara mencari Wajah-Nya, saudara akan menemukan segala-galanya dan bukan hanya berkat (Baca saja: Mazmur 4 : 7-9); Mazmur 24 : 5-6; Mazmur 34 : 5-6). 
Saya percaya, saudara adalah anak Tuhan yang bijak ! Amin? So, setiap kali saudara mencari Wajah Tuhan, mintalah Roh Kudus menuntun saudara ke dalam persekutuan yang dalam dengan Tuhan. Dan, silahkan menikmati semua jaminan itu!

MENIRU ALLAH MAHA PEMBERI

Bacaan Alkitab : Kisah Rasul 20 : 28-38
"Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-berhentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: 
Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal."

Ayat Renungan : Kisah Rasul 20 : 35 B, Amplified
"Kita.... harus mengingat perkataan Tuhan Yesus....terlebih berkat memberi.... daripada menerima..."

Sebelum saya bertobat, saya adalah seorang yang sangat egoistis. Tetapi, setelah banyak belajar Firman Tuhan dan mendapat bimbingan follow-up dari bapa rohani, perlahan - namun pasti, saya menanggalkan egoistis itu dan mulai belajar untuk menjadi berkat bagi setiap orang lain setiap hari! Puji Tuhan! Dan, sejak saya melakukan itu, saya telah menemukan hal ini:
"Jika saya memenuhi kebutuhan orang lain, Bapa Sorgawi akan memenuhi kebutuhan saya."
Contoh:
  • Menghargai para pembantu di rumah.
  • Memberikan tips sedikit  lebih banyak dari yang diharapkan.
  • Membelikan seseorang makan siang. Saya belajar membiasakan diri melakukan kebaikan bagi seseorang , setiap hari! Dengan kata lain, saya belajar untuk tidak membuat lagi kesalahan yang lama, yaitu hidup secara egoistis.
Perhatikan:
  • Bapa kita di Sorga adalah Bapa Mahakasih. Ia adalah Allah Pemberi! Amin? 
So, wajarlah, jika sebagai ciptaan-Nya , terlebih anak-anak-Nya, kita pun meniru Dia, dan menjadi seorang pemberi. So, saya menganjurkan saudara,  untuk mulai melakukan hal ini:
  • Setiap pagi, setelah berdoa dan membaca Firman Tuhan, katakanlah ini di hadapan Tuhan: Tuhan, kepada siapakah aku menjadi berkat hari ini? Ingat ini : Jika kita mau belajar untuk bersikap baik pada orang lain, itu adalah salah satu kesaksian terbaik yang kita miliki! Saudara mau menabur? Taburlah kebaikan setiap hari dannikmati hasilnya!

HUKUM TABUR TUAI , PERJANJIAN YANG LEBIH MULIA, LEBIH TINGGI

Bacaan Alkitab : Hosea 8 : 7-14
Ayat Renungan : Hosea 8 : 7A, FAYH
"Mereka telah menabur angin dan akan menuai puting beliung."

Dalam I Korintus 10 : 6-11, Alkitab memperingatkan kita, bahwa:
"Apa yang terjadi atas bangsa Israel di zaman dahulu, telah ditulis dalam Alkitab untuk menjadi peringatan bagi kita, Gereja Zaman Akhir, agar kita tidak meniru perbuatan jahat mereka!"
Hosea 8 : 1B FAYH berkata -
  • Israel telah melanggar perjanjian Allah.
  • Mereka memberontak terhadap hukum-hukum-Nya.
  • Dengan melakukan semua kejahatan itu, "mereka telah menabur angin". Sebagai hasilnya, mereka akan menuai badai (putting beliung). Contoh: Badai Hurricane yang melanda Amerika Serikat, mendatangkan kerusakan yang sangat hebat, bahkan kematian yang menyedihkan! Demikianlah peringatan Tuhan : "Apa yang kau tabur, itulah yang akan kau tuai!" Perhatikan: Baca lagi Ibrani 8 :1, 6, 7 & Ibrani 7 :22, dan sadarilah, bahwa:
  • Sama seperti Israel, kita juga adalah anak-anak Perjanjian, yang memiliki perjanjian yang lebih mulia, lebih tinggi, bahkan lebih kuat dengan Allah, Bapa! Amin? So, hormatilah segala hukum dan ketetapan-Nya! Saudara pasti menuai berkat, di bumi maupun di Sorga. Selamat!

JIKA KITA DIPIMPIN ROH KUDUS DAN BAPA DI PIHAK KITA, MAKA KITA ADALAH PEMENANG

Bacaan Alkitab : Roma 8 : 31-39
"Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis:
"Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." 

Ayat renungan : Roma 8 : 31B
"....jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita"

Saudaraku, Baca lagi: Roma 8 : 37 dan Wahyu 3 : 21 ..."Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." dan imanilah, "Di dalam Tuhan Yesus Kristus, Bapa Sorgawi telah menetapkan setiap anak-Nya untuk menjadi Pemenang, sebagaimana Tuhan Yesus Kristus - Teladan kita, "Adalah Pemenang!"
So, saya mengajak saudara untuk menjadi Pemenang sesuai Ketetapan Bapa! Amin?  
Perhatikan hal-hal berikut ini:
Jika Bapa ada di pihak kita, maka kita pasti menang!
Baca lagi: Roma 8 : 14, 9 dan 13 ..."Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
Tetapi jika Kristus ada di dalam kau, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kau akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 
Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."dan imanilah, "Jika kita dipimpin Roh Kudus - Hidup dalam Roh dan mematikan setiap keinginan daging oleh Kuasa Roh Kudus, serta Roma 8 : 29-30, maka terus bertumbuh secara rohani menjadi serupa dengan Tuhan Yesus dan terus berpindah ke tingkat kemuliaan berikutnya - maka pastilah, Bapa ada di pihak kita, dan...
Kita adalah Pemenang!"
So, pertahankan status saudara sampai ke Garis Akhir!

MENANG DALAM PEPERANGAN ROHANI SAMPAI KE GARIS AKHIR

Bacaan Alkitab : Mazmur 60 : 1-14
"Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: bunga bakung kesaksian. Miktam dari Daud untuk diajarkan, ketiaka ia memerangi orang Aram-Mesopotamia dan orang Aram-Zoba, dan ketika Yoab pada waktu pulang telah memukul kalah dua belas ribu orang Edom di Lembah Asin.
Ya Allah, Engkau telah membuang kami, menembus pertahanan kami; 
Engkau telah murka; pulihkanlah kami!
Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya;
perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang.
Engkau telah membuat umat-Mu emngalami penderitaan yang berat,
Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.
Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji, 
tanda untuk berlindung terhadap panah.
Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, 
berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami!
Allah telah berfirman di tempat kudus-Nya: 
"Aku hendak beria-ria, Aku hendak membagi-bagikan Sikhem, dan lembah Sukot hendak Kuukur.
Punya-Ku Gilead dan punya-Ku Manasye,
Efraim ialah pelindung kepala-Ku,
Yehuda ialah tongkat kerajaan-Ku;
Moab ialah tempat pembasuhan-Ku,
kepada Edom Aku melemparkan kasut-Ku, karena Filistea Aku bersorak-sorai."
Siapakah yang akan membawa aku ke kota yang berkubu?
Siapakah yang menuntun aku ke Edom?
Bukankah Engkau, ya Allah, yang telah membuang kami, 
dan yang tidak maju, ya Allah, bersama-sama bala tentara kami?
Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sialah penyelamatan dari manusia.
Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita."

Ayat Renungan : Mazmur 60 : 14
"Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita."

Saudaraku, sejak saya bertobat sampai pada saat ini, saya telah belajar tentang Peperangan Rohani dari berbagai sumber!
Pertama - Dari Alkitab, dalam tuntunan Roh Kudus!
Kedua - Dari hamba-hamba Tuhan yang memahami tentang Peperangan Rohani dan Pelayanan Pelepasan!
Ketiga - Dari buku-buku rohani yang khusus membahas tentang peperangan rohani, antara lain yang ditulis oleh Pdt. Derek Prince, Penginjil Watchman Nee, dan juga oleh Dr. C. Peter Wagner, Dr Morris cerullo, dan John Avanzini. Dan, karena semua penulis yang saya sebutkan itu dipimpin oleh Roh Kudus, maka ada satu kesatuan pengajaran yang mereka sampaikan, yaitu: "Tuhan telah menetapkan kita sebagai Pemenang, dan itu adalah Kemenangan bersama Dia!"
Dan jika kita ingin menang bersama Tuhan, kita harus ambil bagian dalam setiap pertempuran - kita harus ikut bertempur dalam pertempuran iman yang baik, dan menjejakkan kaki kita di kepala iblis! Puji Tuhan, Ayat Renungan Hari ini pun menjamin kemenangan kita! Amin?
So, tunggu apa lagi saudaraku? Bersegeralah ambil bagian dalam Peperangan Rohani, dan tetaplah berdiri sebagai Pemenang, sampai ke Garis Akhir!
Ingat: Ada upah kekal yang menanti setiap pemenang!

GUNAKAN PERISAI IMAN UNTUK PADAMKAN SERANGAN SI JAHAT

Bacaan Alkitab : Efesus 6 : 10-20
"Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan  berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengna permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagimana seharusnya aku berbicara."

Ayat Renungan : Efesus 6 : 16
"dan dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat."

Saudaraku, dalam Renungan Harian kemarin, kita diajarkan untuk mengalahkan iblis dengan iman yang teguh. Roma 10 : 17 berkata, "Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran dari Rhema Kristus." Masih ingat kan? Rhema adalah Firman Tuhan, yaitu: "Setiap pagi - dengan bersuara - sampai mengerti  - simpan di hati - lakukan dengan ketekunan!" Karena membaca Alkitab dilakukan setiap pagi setelah doa pagi, maka jelaslah, bahwa:
"Iman tidak dapat dipisahkan, dari persekutuan dengan Tuhan, dan juga dengan ketaatan kepada Firman-Nya!"  
Dengan kata lain, untuk memperoleh iman yang teguh, kita harus menjalin persekutuan yang intim dengan Tuhan, dan mendisiplinkan diri dalam ketaatan akan Firman-Nya! Amin?
Doa saya: Saudara akan melakukan semua hal ini sesuai Kolose 3 : 23-24 ..."Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.", dan selalu melangkah dari iman kepada iman, dan dari kemenangan kepada kemenangan. Selamat!

GEREJA DITETAPKAN UNTUK KALAHKAN IBLIS DALAM SETIAP RANCANGAN DAN AKTIVITASNYA

Bacaan Alkitab : I Petrus 5 : 8-11
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin."
Ayat Renungan : I Petrus 5 : 8-9
"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama."

Saudaraku, masih ingat kan lagu rohani ini:
"Ku menang.. bersama Yesus Tuhan, ku menang... di dalam peperangan, ku menang... atas segala setan, Haleluyah... ku menang!" Dan Tuhan Yesus sendiri telah mengatakannya lewat Wahyu 3 : 21, "Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas Takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas Takhta-Nya."
Satu hal yang pasti:
"Yesus Kristus datang ke bumi untuk menyerang iblis dan kerajaannya!"
Perhatikan:
  • Perkara pertama yang terjadi setelah Yesus dibaptis ialah, "Di bawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai iblis." Dan itu terjadi atas inisiatif Bapa di Sorga! Amin? Dan, tentu saja, Yesuslah pemenang dalam peperangan rohani itu!
  • Peperangan rohani itu mencapai puncaknya di kayu salib, yang juga dimenangkan Yesus, sesuai Kolose 2 : 15.
  • Iblis memang akan dibelenggu di dalam Jurang Tanpa Dasar, sesuai Wahyu 20 : 1-3! ..."Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan di lepaskan untuk sedikit waktu lamanya." Namun, Yesus menugaskan Gereja-Nya (yaitu Tubuh-Nya di bumi ini), untuk mengalahkan iblis dalam setiap rancangan dan aktivitasnya! Itulah sebabnya, sebagai Gereja Tuhan, kita harus terlibat dalam Peperangan Rohani dan harus tampil sebagai pemenang!
So, kalahkan iblis dengan iman yang teguh... Punten, bersambung besok ya! JBU...

DITETAPKAN SEBAGAI PEMENANG

Dikutip dari kotbah 04 September 2011


"DITETAPKAN SEBAGAI PEMENANG"
Roma 8 : 31-39
"Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis:
"Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."


     Kalau kita membaca Wahyu pasal 2 dan pasal 3 secara seksama, maka kita akan menemukan Fakta Alkitabiah ini: "Tuhan Yesus menghendaki agar Gereja-Nya tampil sebagai PEMENANG, sampai ke Garis Akhir!" Dan puncak dari Hidup Berkemenangan itu adalah yang tertulis dalam Wahyu 3 : 21... "Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas Takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya."

     Perhatikan: Frase kedua pada Wahyu 3 : 21 yang berbunyi ..."Sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." Itu berarti, dasar yang Tuhan pakai dalam menetapkan Gereja-Nya sebagai Pemenang adalah "Kemenangan-Nya sendiri!"
Ingat ini:
  • Kita tidak mungkin bernyanyi seperti ini... "Yesusku luar biasa... aku biasa-biasa saja!"
  • Tetapi, kita akan bernyanyi sesuai Wahyu 3 : 21 seperti ini... "Yesusku luar biasa... aku pun luar biasa!" Amin?
     Kita patut bersyukur, sebab Roh Kudus, yang memberikan Hikmat dan Pewahyuan kepada rasul Yohanes di Pulau Patmos, juga telah memberikan Hikmat dan Pewahyuan yang sama kepada rasul Paulus, yang telah menulis dalam Roma 8 : 37 frasa ini... "tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."

     Suatu kesimpulan yang sederhana: "Bapa Sorgawi, yang telah menetapkan setiap anak-Nya menjadi serupa dengan Anak-Nya Yesus Kristus, juga telah menetapkan kita untuk menjadi Pemenang, sama seperti Kristus, Yang adalah Pemenang!" So, berbahagialah saudara, jika saudara memenuhi apa yang Bapa tetapkan dan inginkan! Amin? perhatikan contoh berikut ini:
  1. Bapa mencari penyembah yang benar (Baca: Yohanes 4 : 23 ..."Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.").
  2. Bapa menghendaki agar setiap anak-Nya menjadi serupa dengan Kristus (Baca: Roma 8 : 29 ..."Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.").
  3. Bapa menghendaki agar setiap anak-Nya menjadi pemenang (Baca: Wahyu 3 : 21 ..."Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya."). So, berbahagialah saudara, jika saudara menjadi seperti yang Bapa inginkan!


"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."
Roma 8 : 37.

TANPA IMAN, TIDAK MUNGKIN ORANG BERKENAN KEPADA ALLAH

Bacaan Alkitab : Ibrani 11 : 1-6
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia."
 
Ayat Renungan : Ibrani 11 : 6A
"Tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah."

Saudaraku, kita sekarang hidup di Zaman Akhir, dimana telah berlangsung masa yang sukar (Baca: II Timotius 3 : 1 ..."Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar,").
Namun, jangan takut menghadapinya! Kita harus mengangkat perisai iman kita, dan mematahkan kuasa kemiskinan, kelaparan, ketelanjangan, bahkan penderitaan akibat penindasan musuh kita.
Ingat ini: Ketika Kristus tergantung di salib, Ia sepenuhnya menanggung bagi kita, "Segala kutuk, bahkan kesengsaraan - kemiskinan - kemelaratan - kehinaan - penderitaan", ganti diri kita. Dialah Perisai kita! Amin? Karena Kristus telah menanggung semuanyaitu bagi kita, kita dapat mengklaim janji-Nya dalam Filipi 4 : 19  ..."Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus". Ingat tema kita tahun ini: Tuhan Yesus Kristus, Gembalaku yang baik; Ia memelihara, melindungi dan membelaku."
Untuk itu, bacalah: Mazmur 23 : 1-6 ..."TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa." dan imanilah, bahwa semua janji itu adalah bagian saudara. haleluyah!

TUHAN YESUS KRISTUS TELAH MENGALAHKAN DUNIA

Bacaan Alkitab : I Yohanes 5 : 1-5
"Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan kita yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?"

Ayat Renungan : Yohanes 16 : 33
"... kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Kata Yunani untuk dunia adalah "KOSMOS", yaitu suatu sistem kehidupan yang dikuasai iblis dan roh-roh jahat (Baca: I Yohanes 5 : 19 ..."Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat."), yang hanya bersifat sementara, dan yang membawa kepada kebinasaan (Baca: I Yohanes 2 : 16-17 ..."Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."). Jadi, kalau "Kristus telah mengalahkan dunia, itu berarti bahwa Ia telah mengalahkan penguasanya, dan semua sistem kehidupan yang dikuasainya! Amin? Inilah kemenangan kelima! Itulah sebabnya, setiap anak Tuhan harus berpegang pada Firman Tuhan ini : "Kita berada di dunia, tetapi kita bukan dari dunia!" (Baca: Yohanes 17 : 11, 14 & 16 ..."Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita." ..."Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia." ..."Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."). Namun demikian, kita tidak bisa menyangkal hal ini, bahwa berada di dunia berarti berada di tengah pengaruh-pengaruh dunia, dengan segala metode dan caranya. Ingat ini:
  1. Kita ada di dalam Kristus. Sang Pemenang! 
  2. Roh Kudus diam di dalam kita (Baca: I Yohanes 4 : 4 ..."Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.").
  3. Kita memiliki Firman Tuhan yang penuh kuasa!
  4. Kita memiliki iman di dalam Kristus (Baca: I Yohanes 5 : 4-5 ..."sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?"). 
So, kitalah pemenang atas dunia. Selamat!

ORANG SALEH HIDUP DALAM ROH DAN BUKAN DALAM DAGING

Bacaan Alkitab : Roma 8 : 1-17
"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tidak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 
Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.  
Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia , yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati.; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah.
Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."

Ayat Renungan : Roma 8 : 9A
"Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu."

Dari ciri-ciri orang saleh yang telah kita bahas, dapatlah dikatakan bahwa ciri-ciri demikian adalah pertanda, bahwa orang saleh itu hidup dalam Roh, dan bukan dalam daging! Sebab, hidup dalam daging adalah hidup dalam perseteruan terhadap Allah dan tidak tunduk kepada-Nya (Baca: Roma 8 : 7).
Saudaraku, marilah kita mengingat kembali prinsip-prinsip hidup di dalam Roh, seperti yang tertulis dalam Yoh 8 : 14, 9A dan 13 : "Orang saleh itu adalah anak Allah - Dipimpin Roh Kudus - Hidup dalam Roh dan bukan dalam daging - mematikan semua keinginan daging oleh Kuasa Roh Kudus."
Ingat ini:
  • Saudara harus bersemangat dalam memerangi kedagingan (Baca: Roma 12:11 ..."Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.").
  • Roh Kudus yang diam di dalam saudara untuk memimpin saudara, lebih besar dari semua kedagingan itu (Baca:  I Yohanes 4:4 ..."Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.").
  • Salah satu tanda bahwa saudara hidup dalam Roh adalah kemenangan saudara atas kedagingan (Baca: Roma 8 : 13 & Galatia 5 : 24 ..."Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya."). 
Dengan kemenangan atas kedagingan, saudara dapat leluasa hidup dalam Roh dan melakukan kehendak Bapa dalam ketekunan! Amin?
Itulah gaya hidup orang saleh - "Menyenangkan hati Bapa" So, pertahankan sampai ke akhir!"

ORANG SALEH MEMBERKATI, UNTUK DIBERKATI

Bacaan Alkitab : I Petrus 3 : 8-12
"Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:
"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong,
tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."
 
Ayat Renungan : I Petrus 3 : 9
"Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan... sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil... untuk memperoleh berkat."

Kita telah membahas sebelumnya, bahwa orang saleh sebaiknya memberkati dan bukan menghakimi! Amin?
Dalam konteks memberkati, kita mengenal dua prinsip ini:
Pertama: "Diberkati, untuk memberkati."
Kedua, "Memberkati, untuk diberkati." Dan I Petrus 3 : 9 adalah yang kedua!
Untuk itu, ada ketetapan Tuhan lewat Firman-Nya, agar orang saleh tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan caci maki dengan caci maki!
Sebaliknya, orang saleh membalas semua perlakuan buruk itu dengan memberkati!
Ingat: Itu adalah panggilan orang saleh. Dan, dengan memberkati seperti itu, kita akan diberkati! So, waspadalah, agar saudara tidak terjebak dalam tipu muslihat iblis yang merugikan dan menghancurkan!

APAKAH SAYA ORANG SALEH

 Dikutip dari Kotbah 24 Februari 2013

"APAKAH SAYA ORANG SALEH"
Ibrani 5 : 1-10
"Sebab setiap imam besar, yang di pilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, yang mengharuskannyauntuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya:
"Anak-Ku Engkau!
Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini",
sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain:
"Engkau adalam Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek."


       Dalam Alkitab yang kita gunakan sehari-hari, Ibrani 5 : 7 tertulis sebagai berikut  ".... dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan." Bandingkan dengan Ibrani 5 : 7, FAYH ... "Allah mendengar doa-doa-Nya, sebab keinginan-Nya yang kuat untuk menaati Allah setiap saat."
Dan, bandingkan juga dengan Ibrani 5 : 7 dalam Alkitab terjemahan BIS: " ... Dan karena Ia tunduk kepada Allah dengan penuh hormat, maka Ia di dengarkan." Sedangkan dalam terjemahan lama, ayat itu berbunyi: "... maka doa-Nya dikabulkan dari sebab ketakutan-Nya akan Allah."

       Dari semua terjemahan itu, dapatlah kita menarik satu kesimpulan sederhana: "Orang Saleh adalah
orang yang: 
  • Takut akan Allah.
  • Tunduk kepada Allah dengan penuh hormat.
  • Memiliki keinginan yang kuat untuk mentaati Allah setiap saat." Puji Tuhan, sebab Ia mendengar doa orang saleh! Amin? 
      Lalu, mari kita melihat tentang doa-doa Kristus yang terakhir di Taman Getsemani - Baca: Matius 26 : 42 - "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu , kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah Kehendak-Mu!" Perhatikan: Bapa memang mendengar doa Kristus, tetapi bukan meluputkan Dia dari penyaliban, melainkan meneguhkan diri-Nya, dengan menambahkan roh kesalehan ke dalam hati-Nya! Inilah yang menguatkan Kristus, dan membawa nya  ke salib, sampai pada mati-Nya.

       Pertanyaan: "Apakah saya orang saleh?" Pertanyaan ini harus kita jawab dengan jujur, supaya kita jangan seperti orang-orang yang mengaku dirinya saleh, tetapi hidup dalam kemunafikan!

      1. Orang saleh itu Takut akan Allah! Ingat ini:
  • Takut akan Allah dimulai di hati, yaitu hati yang terbuka kepada Allah dan sesama (Baca: II Korintus 5 : 11 ..."Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu."). 
  • Takut akan Allah dikerjakan oleh Roh Kudus yang diam di hatinya. (Baca: Yesaya 11 : 2-3A ..."Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN."). Orang saleh yang takut akan Allah, memiliki hati yang terbuka dan dikuasai oleh Roh Kudus ! Saudara juga kan? 
      2. Orang saleh itu tunduk kepada Allah dengan penuh hormat. Ingat ini: Dalam penundukan diri, belajarlah dari Tuhan Yesus, dalam Filipi 2 : 5-8 ..."Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." Dengan demikian, orang saleh juga tunduk pada otoritas yang Allah tetapkan didalam jemaat-Nya!

      3. Orang saleh itu memiliki keinginan yang kuat untuk mentaati Allah setiap saat. Bacalah: Ibrani 5 : 8-9 dan teladanilah ketaatan Kristus! Saya percaya, saudara mau memenuhi semua persyaratan itu, bukan? Puji Tuhan! Dengan demikian, "Saudara adalah orang saleh!"


"Allah mendengar doa-doa-Nya, 
sebab keinginan-Nya yang kuat untuk mentaati Allah setiap saat."
Ibrani 5 : 7B, FAYH


BELAJAR DARI DAUD : MENYENANGKAN TUHAN DAN BANGKIT KEMBALI JIKA GAGAL !

Bacaan Alkitab : Mazmur 37 : 21-26
"Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.
Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan. 
Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya.
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, 
tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak-cucunya meminta-minta roti;
tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat."

Ayat Renungan : Mazmur 37 : 23-24
"Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya."

Saudaraku, Mazmur 37 adalah Mazmur Daud! Tentunya, ketika Daud berbicara tentang "orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan," ia berbicara tentang dirinya sendiri !
  1. Menurut Kisah Rasul 13 : 22B...  Tentang Daud Allah telah menyatakan: "Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku."
  2. Menurut I Samuel 16 : 7 ..."Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.", "hati Daud menyenangkan Tuhan" - itulah sebabnya, Tuhan memilih Daud untuk diurapi menjadi raja, menggantikan Saul!
  3. Menurut I Samuel 16 : 13B ..."..Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud.", Daud dikuasai Roh Kudus!
  4. Menurut Mazmur 62 : 2 ..."Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.", Daud adalah orang yang mau selalu dekat dekat dengan Tuhan!
  5. Menurut II Samuel 23 : 1 ..."Inilah perkataan Daud yang terakhir: "Tutur kata Daud bin isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel", Daud adalah pemazmur yang diurapi, dan yang menyenangkan hati Tuhan, sampai ke Garis Akhirnya!
  6. Menurut II Samuel 23 : 2-5 ..."Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah. Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?" , Daud dipimpin Roh Kudus, hidup dalam takut akan Tuhan, serta melakukan Firman Tuhan dengan setia - Dan, segala langkahnya ditetapkan oleh Tuhan sendiri! Bahkan, Tuhan menyertai dia, menuntun dan menopang tangannya!
Dan, ketika dia jatuh, Tuhan segera menolong dia, dengan menuntun dia untuk bangkit kembali bagi kemuliaan-Nya! So, sehubungan dengan Tema minggu ini, kita harus belajar dari Daud, bagaimana hidup berkenan di hadapan Tuhan, dan bangkit kembali jika gagal!

MERINDUKAN KEDATANGAN TUHAN YESUS DI ANGKASA

Bacaan Alkitab : I Yohanes 3 : 1-10
"Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; barangsiapa yang yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya."

Ayat Renungan : I Yohanes 3 : 2, FAYH
"Tetapi kita tahu bahwa apabila Ia datang, kita akan menjadi seperti Dia, karena kita melihat Dia dalam keadaan yang sebenarnya."

Ketika rombongan penyanyi pria F4 dari Taiwan datang di Indonesia, banyak wanita tergila-gila kepada mereka. Saya penasaran, lalu mencari poster mereka di tempat penjualan poster artis terkenal. Tapi, penjual poster itu malah menawarkan poster aktor Tom Cruise. Ketika melihat poster itu, saya berdecak kagum, karena dia ganteng sekali.
Seketika, terdengar suara Tuhan di hati saya:
"Ganteng siapa, dia atau Aku?" Saya jawab, "Engkau, Tuhan!"
Namun, segera muncul kerinduan yang dalam di hati saya untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus di angkasa, dan memandang Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya, bahwa Ia lebih ganteng dari Tom Cruise. Kedengarannya agak konyol, tetapi setelah peristiwa itu, saya semakin merindukan kedatangan Tuhan di angkasa. Dan, sesuai dengan I Yohanes 3:3, saya semakin melangkah dalam kekudusan, sebagaimana Dia kudus adanya. Doa saya, biarlah Roh Kudus menguatkan saya setiap hari, agar tetap dalam Kekudusan-Nya sampai Tuhan datang. Saudara juga kan?


MARI MEMPERTAHANKAN HIDUP KUDUS DAN SEMAKIN DIKUDUSKAN UNTUK KEMULIAAN TUHAN

Bacaan Alkitab :  Kolose 3 : 12-17
"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan diatas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Ayat Renungan : kolose 3 : 12
"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya...."

Saudaraku, ketika kita bertobat, Bapa Sorgawi telah menguduskan kita oleh Darah Kristus. Jadi, jika kita mengejar pengudusan yang adalah kehendak Bapa, sesungguhnya kita sedang melangkah dalam pengudusan yang makin disempurnakan dari hari ke hari. Untuk itu, kita harus menjawab pertanyaan ini:
"Bersediakah aku mempertahankan hidup kudus dan semakin dikuduskan, untuk Kemuliaan Tuhan?"
Ingat ini: Pada zaman Musa, bukan hanya orang Israel yang dikuduskan, tetapi juga Kemah Pertemuan dan semua Peralatan Kudus yang digunakan di dalamnya. Demikian pula dengan kita! yang perlu dikuduskan bukan hanya kita tetapi termasuk juga keluarga, bahkan segala yang kita miliki. Inilah yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus dalam I Korintus 7 : 14 ..."suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh istrinya (yang beriman kepada Kristus!) Dengan kata lain, kekudusan yang kita terima dari Tuhan, akan memancar lewat kehidupan kita. Inilah sasaran kekudusan yang Tuhan kehendaki!
Bacalah: II Korintus 3 : 17-18 ..."Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung." , dan majulah dalam Kuasa Roh Kudus  - biarlah kita dan seisi rumah kita makin dikuduskan, sampai Maranatha!

KEWAJIBAN HIDUP KUDUS ANAK-ANAK ALLAH

Bacaan Alkitab: I Petrus 1 : 1-2, 13-21
"Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu."

Ayat Renungan: I Petrus 1 : 15
"Hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu."

Saudaraku, bacalah lagi I Petrus 1 : 1-2, 13-21 perlahan-lahan, maka saudara akan temukan bahwa:
  1. Adalah rencana Allah untuk menjadikan semua orang anak-Nya.
  2. Untuk itu, Ia telah menebus semua orang itu dengan Darah Anak-Nya, Yesus Kristus.
  3. Lalu, Ia memanggil semua orang itu untuk datang.
  4. Yang datang dalam iman kepada Yesus Kristus dan bertobat, akan menerima penebusan oleh Darah Kristus - mereka inilah yang disebut orang-orang yang terpilih, yang juga disebut anak-anak Allah.
  5. Mereka harus hidup dalam takut akan Allah, dengan mentaati Yesus Kristus.
  6. Mereka harus menjalani hidup yang kudus seutuhnya, sebagaimana Ia yang memanggil mereka, kudus adanya.
Dengan kata lain, setelah kita menerima kebaikan Allah yang begitu hebat, kita berkewajiban untuk mempersembahkan bagi-Nya suatu kehidupan yang kudus! Amin?
Untuk itu, kita harus melakukannya dalam takut akan Allah, dengan mentaati Yesus Kristus, Tuhan kita.
Tuhan Yesus  berkata begini: "Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya." (Baca: Yohanes 13 : 17).So, sesuai dengan tema minggu ini, marilah kita mengejar kekudusan itu dengan roh yang menyala-nyala!

MENGEJAR KEKUDUSAN? HARUS ITU!

 Dikutip dari Kotbah Tgl 20 Januari 2013


"MENGEJAR KEKUDUSAN? HARUS ITU!"
Ibrani 12 : 14 - 17
"Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, 
sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata."


     Dalam pujian "Kami telah dipilih dari segala bangsa (We've been chosen ...)", ada kalimat yang berbunyi : "We've been chosen, set apart to be holy", yang artinya, "Kami telah dipilih, dipisahkan supaya kudus." Dalam Ibrani 12 : 14B, "Kejarlah kekudusan", seharusnya berbunyi: "Kejarlah pengudusan." Dan, kata "pengudusan" diterjemahkan dari kata Yunani "Hagiasmos", yang dalam Bahasa Inggris diterjemahkan "Sanctification", yang sesungguhnya bermakna:
  1. "Dipisahkan bagi Allah". (Baca: I Korintus 1 : 30B ... "Ia membenarkan dan menguduskan  ....kita").
  2. "Jalan hidup yang cocok bagi mereka yang dipisahkan" (Baca: I Tesalonika 4 : 3,4 ..."Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi istrimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan" & I Tesalonika 4 : 7 ..."Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus." ). Demikianlah pengertian pengudusan menurut W.E. Vine.
    Pertanyaan: "Bagaimana kita mengejar pengudusan?"
  1. Sadar, bahwa sebagai orang pilihan Allah, kita telah dikuduskan-Nya (Baca juga: Kolose 3 : 12A ..."Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya..." ), dan bahwa kita harus semakin kudus, sampai pada kesempurnaan (Baca: II Korintus 7 : 1 ..."Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, mrilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah." ).
  2. Mengingat tantangan yang akan kita hadapi, maka kita harus membuat keputusan yang radikal untuk:
  • Menundukkan diri di bawah dan pimpinan Roh Kudus (Baca: I Samuel 16 : 13 ..."Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak saat itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.", Roma 8 : 14 ..."Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah."  & II Tesalonika 2 : 13 ..."Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.").
  • Menjalin persekutuan yang akrab dengan Kristus (Baca: I Korintus 1 : 9 ..."Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita adalah setia."), dan belajar pada-Nya (Baca: Matius 11 : 29 ..."Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu." ).
  • Hidup dalam penguasaan diri, dengan meniru teladan Kristus (Baca: Yohanes 13 : 15 ..."sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu", I Petrus 1 : 15-16 ..."tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.", Ibrani 4 : 15 ..."Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa." & Ibrani 2 : 18 ..."Sebab oleh karena ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.").
     Saya percaya, ketika kita melakukan bagian kita, maka Bapa Sorgawi akan mengerjakan bagian-Nya, yaitu menguduskan kita sampai pada kedatangan Kristus (Baca: I Tesalonika 5 : 23-24 ..."Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pda kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya."). So, setialah sampai Maranatha!



"Kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan."
Ibrani 12 : 14B



BERTANDING DALAM PERTANDINGAN IMAN YANG BENAR

Bacaan Alkitab: I Timotius 6 : 11-16
"Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

Ayat Renungan: I Timotius 6 : 12A
"Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal."

Berikut ini, satu lagi pengertian dari "AGONIZOMAI", yaitu "Bertekun dalam iman di tengah tantangan dan godaan." Satu hal yang haus kita camkan di hati, jika kita mau bertanding dalam pertandingan iman yang benar: "Lakukanlah dengan mata yang tertuju pada Kristus, yang memimpin kita dalam iman ... kepada kesempurnaan." (Baca: Ibrani 12 : 2A ...."Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan"). Namanya pertandingan iman, ya harus bertekun dalam iman, kan? Ingat ini:
  1. Kita tidak bertanding dengan manusia - kita berlomba dengan waktu! (Baca saja: Ibrani 5 : 12-14 ...."Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari pernyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.").
  2. Kita tidak bisa menghindar dari tantangan dan godaan - kita harus menghadapinya dengan iman yang teguh! 
Amin? (Baca saja: I Petrus 5 : 8-9A ...."Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama."). Baca juga: Roma 8 : 31 ...."Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?" dan berjalanlah bersama Tuhan dalam tuntunan Roh Kudus. Dan, minta Roh Kudus melepaskan pada saudara suatu ukuran iman yang lebih besar, ketika saudara semakin bertekun dalam Firman Tuhan (Baca: Roma 10 : 17 ...."Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."), untuk semakin mempercayai Tuhan dalam setiap pergumulan. Ingat: Tuhan itu setia!