Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Amsal 9 : 1-9
"Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya, memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.
Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:
"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari";
dan kepada yang tidak berakal budi katanya:"Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur;
buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."
Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri,
dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.
Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya,
kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya,
berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak,
ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah."
Ayat Renungan : Amsal 9 : 9
"Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah."
Ketika di awal pelayanan saya, yaitu setelah dilantik menjadi pendeta pada 8 Maret 1986, saya harus menghadapi kenyataan, bahwa Tuhan melarang saya untuk mengikuti pendidikan Teollogia Formal. Tetapi, hal itu bukan berarti saya tidak perlu belajar, kan? Donald S. Whitney mengatakan: "Seperti halnya api tidak dapat berkobar tanpa bahan bakar, demikian juga hati kita tidak dapat menyala dan menebarkan kehangatan, kalau kita miskin pengetahuan."
Hal itu tidak berarti bahwa kita harus menjadi orang Kristen yang brillian, kan? tetapi, itu berarti bahwa jika kita ingin menjadi seperti Tuhan Yesus, kita harus mau belajar! Amin?
Bacalah: Lukas 2 : 46-47 dan disiplinkanlah diri saudara untuk senantiasa belajar dari Tuhan Yesus.
Ingat ini: Hukum Kasih mengatakan, "Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu ... dan dengan segenap akal budimu."
R.C Sproul berkata: "Kalau kita berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, tetapi ternyata tidak memiliki pengetahuan tentang Dia, kita ini akan seperti orang Samaria dalam Yohanes 4 : 22, yaitu menyembah apa yang tidak kita kenal." So, tetaplah mengasihi Tuhan, dan tetaplah belajar pada-Nya. Haleluyah!
"Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya, memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.
Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:
"Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari";
dan kepada yang tidak berakal budi katanya:"Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur;
buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."
Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri,
dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.
Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya,
kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya,
berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak,
ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah."
Ayat Renungan : Amsal 9 : 9
"Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah."
Ketika di awal pelayanan saya, yaitu setelah dilantik menjadi pendeta pada 8 Maret 1986, saya harus menghadapi kenyataan, bahwa Tuhan melarang saya untuk mengikuti pendidikan Teollogia Formal. Tetapi, hal itu bukan berarti saya tidak perlu belajar, kan? Donald S. Whitney mengatakan: "Seperti halnya api tidak dapat berkobar tanpa bahan bakar, demikian juga hati kita tidak dapat menyala dan menebarkan kehangatan, kalau kita miskin pengetahuan."
Hal itu tidak berarti bahwa kita harus menjadi orang Kristen yang brillian, kan? tetapi, itu berarti bahwa jika kita ingin menjadi seperti Tuhan Yesus, kita harus mau belajar! Amin?
Bacalah: Lukas 2 : 46-47 dan disiplinkanlah diri saudara untuk senantiasa belajar dari Tuhan Yesus.
Ingat ini: Hukum Kasih mengatakan, "Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu ... dan dengan segenap akal budimu."
R.C Sproul berkata: "Kalau kita berkata bahwa kita mengasihi Tuhan, tetapi ternyata tidak memiliki pengetahuan tentang Dia, kita ini akan seperti orang Samaria dalam Yohanes 4 : 22, yaitu menyembah apa yang tidak kita kenal." So, tetaplah mengasihi Tuhan, dan tetaplah belajar pada-Nya. Haleluyah!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : I Petrus 3 : 8-12
"Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:
"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."
Ayat Renungan : I Petrus 3 : 9B
"Sebaliknya, hendaklah kamu memberkati ... untuk memperoleh berkat."
Saudara mau mendisiplinkan tubuh? Kuasailah anggota-anggota tubuh yang bisa menjadi pintu masuk bagi dosa, antara lain mata, mulut, telinga, tangan dan kaki. Hari ini, kita bicarakan tentang mendisiplinkan mulut kita!
Hal ini akan nampak ketika seseorang mencaci-maki kita. Alkitab menasehati kita untuk tidak membalasnya dengan mencaci-maki juga, melainkan dengan memberkati.
Ingat baik-baik! Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus sadar akan panggilan kita, yaitu untuk memberkati! Jika saudara membalas caci-maki dengan memberkati, maka saudara pasti akan menerima berkah dari Tuhan. Amin? Sebab Ia adalah Yehovah Tsidkenu, Tuhan, keadilan kita! Baca juga: Yakobus 3 : 2..."Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang yang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya."
Dan yakinlah bahwa, Tuhan Maha adil akan bertindak seadil-adilnya dan membenarkan saudara serta memberkati saudara. So, jangan ragu bertindak.
"Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:
"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."
Ayat Renungan : I Petrus 3 : 9B
"Sebaliknya, hendaklah kamu memberkati ... untuk memperoleh berkat."
Saudara mau mendisiplinkan tubuh? Kuasailah anggota-anggota tubuh yang bisa menjadi pintu masuk bagi dosa, antara lain mata, mulut, telinga, tangan dan kaki. Hari ini, kita bicarakan tentang mendisiplinkan mulut kita!
Hal ini akan nampak ketika seseorang mencaci-maki kita. Alkitab menasehati kita untuk tidak membalasnya dengan mencaci-maki juga, melainkan dengan memberkati.
Ingat baik-baik! Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus sadar akan panggilan kita, yaitu untuk memberkati! Jika saudara membalas caci-maki dengan memberkati, maka saudara pasti akan menerima berkah dari Tuhan. Amin? Sebab Ia adalah Yehovah Tsidkenu, Tuhan, keadilan kita! Baca juga: Yakobus 3 : 2..."Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang yang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya."
Dan yakinlah bahwa, Tuhan Maha adil akan bertindak seadil-adilnya dan membenarkan saudara serta memberkati saudara. So, jangan ragu bertindak.
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : I Korintus 9 : 24-27
"Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!"
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang yang sembarangan saja memukul.
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak."
Ayat Renungan : I Korintus 9 : 27A (NKJV)
Tetapi aku mendisiplinkan tubuhku dan menjadikannya budakku."
Saudaraku, rasul Paulus membandingkan kehidupan rohani dengan kehidupan para olahragawan (atlet) dalam disiplin berlatih untuk menghadapi pertandingan, semisal Asian Games.
Mereka harus berdisiplin dalam waktu tidur, pola makan dan waktu berlatih, baik secara individu, maupun secara tim. Amin? Untuk apa semua disiplin itu? Untuk mendapat medali tentunya, kan? Apalagi kita, untuk mendapatkan mahkota di Sorga. Amin? Hati-hati! Banyak anak Tuhan mendisiplinkan diri dalam mengejar prestasi kerja, mengejar kesuksesan bisnis, tetapi sangat minim dalam mendisiplinkan diri untuk tinggal dalam ajaran Kristus. Mereka menjadi seksi repot dalam segala hal, tetapi tidak berdisiplin dalam mengikut Tuhan, terlebih dalam mengejar perkara-perkara rohani. Akibatnya, kehidupan Kristianinya tidak banyak menghasilkan buah dan menjadi lemah. Kuasa Tuhan tidak nampak dalam hidupnya.
Ingat ini: Tuhan Yesus tidak sekedar mengharuskan kita berdisiplin secara rohani, tetapi Dia sendiri telah menjadi teladan. Amin?
Baca lagi: Ibrani 12 : 2A..."Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus" Kristuslah pelatih kita, sekaligus teladan kita. Belajarlah pada-Nya!
"Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!"
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang yang sembarangan saja memukul.
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak."
Ayat Renungan : I Korintus 9 : 27A (NKJV)
Tetapi aku mendisiplinkan tubuhku dan menjadikannya budakku."
Saudaraku, rasul Paulus membandingkan kehidupan rohani dengan kehidupan para olahragawan (atlet) dalam disiplin berlatih untuk menghadapi pertandingan, semisal Asian Games.
Mereka harus berdisiplin dalam waktu tidur, pola makan dan waktu berlatih, baik secara individu, maupun secara tim. Amin? Untuk apa semua disiplin itu? Untuk mendapat medali tentunya, kan? Apalagi kita, untuk mendapatkan mahkota di Sorga. Amin? Hati-hati! Banyak anak Tuhan mendisiplinkan diri dalam mengejar prestasi kerja, mengejar kesuksesan bisnis, tetapi sangat minim dalam mendisiplinkan diri untuk tinggal dalam ajaran Kristus. Mereka menjadi seksi repot dalam segala hal, tetapi tidak berdisiplin dalam mengikut Tuhan, terlebih dalam mengejar perkara-perkara rohani. Akibatnya, kehidupan Kristianinya tidak banyak menghasilkan buah dan menjadi lemah. Kuasa Tuhan tidak nampak dalam hidupnya.
Ingat ini: Tuhan Yesus tidak sekedar mengharuskan kita berdisiplin secara rohani, tetapi Dia sendiri telah menjadi teladan. Amin?
Baca lagi: Ibrani 12 : 2A..."Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus" Kristuslah pelatih kita, sekaligus teladan kita. Belajarlah pada-Nya!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : II Yohanes 1 : 4-12
"Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu - bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya - supaya kita saling mengasihi. Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan ini lah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.
Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya. Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita."
Ayat Renungan : II Yohanes 1 : 4
"Aku sangat bersukacita, bahwa ... anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa."
Satu hal yang harus kita sadari, ialah bahwa "kita harus hidup dalam kebenaran", sebab itu adalah perintah dari Bapa di Sorga. Amin? Dan, orang yang hidup dalam kebenaran adalah "orang yang tinggal dalam ajaran Kristus." (Baca: II Yohanes 1 : 9). Orang yang tinggal dalam ajaran Kristus adalah orang yang "mau memikul kuk bersama Tuhan dan belajar pada-Nya" (Baca: Matius 11 : 29).
Orang itu adalah orang yang :
"Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu - bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya - supaya kita saling mengasihi. Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan ini lah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.
Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya. Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita."
Ayat Renungan : II Yohanes 1 : 4
"Aku sangat bersukacita, bahwa ... anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa."
Satu hal yang harus kita sadari, ialah bahwa "kita harus hidup dalam kebenaran", sebab itu adalah perintah dari Bapa di Sorga. Amin? Dan, orang yang hidup dalam kebenaran adalah "orang yang tinggal dalam ajaran Kristus." (Baca: II Yohanes 1 : 9). Orang yang tinggal dalam ajaran Kristus adalah orang yang "mau memikul kuk bersama Tuhan dan belajar pada-Nya" (Baca: Matius 11 : 29).
Orang itu adalah orang yang :
- Hidup bersama Tuhan dari hari ke hari (Baca: I Korintus 1 : 9 & I Korintus 6 : 17).
- Menerima pengajaran dari Tuhan setiap pagi (Baca: Yesaya 50 : 4 & Matius 4 : 4).
- Berpegang pada setiap pengajaran Tuhan dan melakukannya dalam kasih kepada Tuhan (Baca: Yohanes 14 : 15, 21 & 23).
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : I Yohanes 2 : 1-6
"Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran, oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu - bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya - supaya kita saling mengasihi. Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan ini lah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya."
Ayat Renungan : I Yohanes 2 : 6
"Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."
Perhatikan I Yohanes 2 : 3-6 baik-baik:
"Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran, oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.
Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu - bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya - supaya kita saling mengasihi. Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan ini lah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya."
Ayat Renungan : I Yohanes 2 : 6
"Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."
Perhatikan I Yohanes 2 : 3-6 baik-baik:
- Kita mengenal Tuhan, jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
- Kita menuruti Firman-Nya, membuktikan bahwa kita ada di dalam Tuhan.
- Kita ada di dalam Tuhan, berarti kita wajib hidup sama seperti Dia telah hidup. Semuanya ini kait-mengkait saudaraku!
- Tinggal di dalam Tuhan.
- Menuruti semua perintah-Nya.
- Meniru Dia, dan menjadikan Dia teladan kita satu-satunya!
- Bangun pagi, lalu mencari Tuhan dan bersekutu dengan-Nya (Baca: Ibrani 4 : 16).
- Pada saat yang sama, dengarkan Suara-Nya, dengan membaca Firman-Nya dengan bersuara (Baca: Yesaya 50 : 4 & Matius 4 : 4).
- Sepanjang hari, percakapkan Firman Tuhan itu dan melakukannya dengan senang hati. Tuhan pasti membuat saudara mengenal Dia lebih dalam! (Baca: Yohanes 17 : 25-26). Ikuti teladan-Nya, lewat Firman yang saudara praktekkan. Saudara akan menjadi serupa dengan-Nya! Itulah yang Tuhan rindukan sebelum Ia datang kembali, yaitu agar saudara menjadi saksi-Nya dan menangkan jiwa bagi Kerajaan-Nya. Puji Tuhan!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Filipi 3 : 7-11
"Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati."
Ayat Renungan : Filipi 3 : 8 (the Message)
"Dibandingkan dengan kehormatan tertinggi dalam mengenal Kristus Yesus sebagai Tuhanku..."
Saudaraku, tema kita untuk minggu ini adalah "Panggilan Untuk Hidup Benar," yaitu "hidup dengan tujuan." Sesuai dengan Efesus 4 : 17B terjemahan The Twentieth Century New Testament, jelaslah bahwa orang-orang yang hidup dengan tujuan adalah orang-orang yang mengenal Tuhan, yang menaruh tujuan hidup itu di hati mereka (Baca juga: Efesus 1 : 11 Terjemahan The Mesage & Pengkotbah 3 : 11B).
Perhatikan: Dalam Filipi 3 : 8 Terjemahan The Message, rasul Paulus menekankan bahwa "Mengenal Kristus Yesus sebagai Tuhan adalah kehormatan tertinggi."
Bayangkan: "Kehormatan tertinggi!" itulah sebabnya, dia berkata dalam terjemahan yang sama ..."semua yang pernah aku pikir sangat berarti bagiku, sekarang tidak lagi - kuanggap kotoran anjing."
Saudaraku, rasul Paulus telah membuat suatu keputusan yang radikal! Adakah kita juga mau membuat keputusan yang sama? Puji Tuhan! itu berarti, kita harus benar-benar memberi diri dipimpin Roh Kudus, sebab Ia akan memberitakan kepada kita hal-hal yang akan datang (Baca: Yohanes 16 : 13B), yaitu hal-hal yang kekal (Baca: Filipi 3 : 11). Dan, lakukan ini:
"Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati."
Ayat Renungan : Filipi 3 : 8 (the Message)
"Dibandingkan dengan kehormatan tertinggi dalam mengenal Kristus Yesus sebagai Tuhanku..."
Saudaraku, tema kita untuk minggu ini adalah "Panggilan Untuk Hidup Benar," yaitu "hidup dengan tujuan." Sesuai dengan Efesus 4 : 17B terjemahan The Twentieth Century New Testament, jelaslah bahwa orang-orang yang hidup dengan tujuan adalah orang-orang yang mengenal Tuhan, yang menaruh tujuan hidup itu di hati mereka (Baca juga: Efesus 1 : 11 Terjemahan The Mesage & Pengkotbah 3 : 11B).
Perhatikan: Dalam Filipi 3 : 8 Terjemahan The Message, rasul Paulus menekankan bahwa "Mengenal Kristus Yesus sebagai Tuhan adalah kehormatan tertinggi."
Bayangkan: "Kehormatan tertinggi!" itulah sebabnya, dia berkata dalam terjemahan yang sama ..."semua yang pernah aku pikir sangat berarti bagiku, sekarang tidak lagi - kuanggap kotoran anjing."
Saudaraku, rasul Paulus telah membuat suatu keputusan yang radikal! Adakah kita juga mau membuat keputusan yang sama? Puji Tuhan! itu berarti, kita harus benar-benar memberi diri dipimpin Roh Kudus, sebab Ia akan memberitakan kepada kita hal-hal yang akan datang (Baca: Yohanes 16 : 13B), yaitu hal-hal yang kekal (Baca: Filipi 3 : 11). Dan, lakukan ini:
- Tanggalkan segala sesuatu yang dahulu sangat berarti bagi saudara, yaitu hal-hal yang mendatangkan dosa!
- Bersekutulah dengan Tuhan Yesus lebih dalam!
- Taatilah Firman-Nya dalam Kasih!
- Lakukan semuanya tanpa persungutan (Baca: Filipi 2 : 14), sampai Tuhan datang.
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Kotbah 12 Februari 2012
"Panggilan Untuk Hidup Benar"
Efesus 4 : 17 - 24
"Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan; Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Kristus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."
Kita semua terpanggil untuk hidup benar di hadapan Tuhan, yaitu "Hidup dengan tujuan." Alkitab berkata: "Di dalam Kristuslah kita menemukan siapa kita dan untuk apa kita hidup. Ingat ini: Jauh sebelum kita mendengar tentang Kristus... Dia telah melihat kita, merancang kita bagi kehidupan yang penuh kemuliaan, bagian dari keseluruhan tujuan yang Dia kerjakan di dalam segala sesuatu dan semua orang." (Baca: Efesus 1 : 11 -The Message).
Itu berarti: tanpa memiliki hubungan pribadi dengan Kristus, seseorang tidak mungkin menemukan identitas, bahkan tujuan hidup. Dan, orang-orang yang hidup tanpa tujuan, adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah! Amin?
Perhatikan: Efesus 4 : 17-19 mengingatkan bahwa: "Orang-orang seperti ini berbuat dosa semaunya tanpa memikirkan akibat-akibatnya."
Saudaraku, kita berbeda dengan mereka, kan? Kita adalah manusia baru, yang hidup dalam Kristus! Berarti, kita adalah orang-orang yang memiliki identitas, bahkan tujuan hidup! Amin?
Dan, Allah menciptakan kita untuk "Tujuan Kekal!" (Baca: Pengkotbah 3 : 11b).
Ingat ini: "Ada dua tempat terpisah di dalam Kekekalan."
Pertama: Bersama Tuhan Yesus di Sorga (Baca: Yohanes 14 : 1-3).
Kedua: Bersama Iblis di dalam Api yang kekal (Baca: Matius 25 : 41).
Jangan lupa: Kita yang hidup bersama Kristus akan berada di dalam kekekalan Bersama-Nya!
So, jagalah langkah hidup saudara, dan tetap fokus pada kekekalan bersama Tuhan! Berbaliklah dari jalan yang salah, dan ikuti panggilan-Nya untuk hidup benar. Tuhan Yesus memberkati.
" Do not continue to livesuch purposeless lives as the Gentiles live..."
(Efesus 4 : 17B, The Twentieth Century New Testament).
"Jangan melanjutkan pola hidup tanpa tujuan seperti
orang-orang yang tidak mengenal Allah..."
Label:
Kehendak Tuhan
,
Renungan Harian
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Matius 21 : 1-11
"Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi:
"Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."
Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkanyna di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya:
"Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,
hosana di tempat yang mahatinggi!"
Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?"
Dan orang banyak itu menyehut: "Inilah nabi Yesus dai Nazaret di Galilea."
Ayat Renungan : Matius 21 : 3B
"Katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."
Pada zaman Tuhan Yesus di bumi, keledai adalah lambang bisnis, yang menghasilkan keuntungan.
Contoh: Menjadi alat transportasi, menarik bajak, dan memutar batu kilangan untuk menggiling biji-bijian. keledai dapat bekerja keras, dan membutuhkan lebih sedikit makanan dibanding kuda. So, keledai dipandang lebih menguntungkan.
Perhatikan Matius 21 : 3B "Tuhan memerlukannya."
Pada masa kini pun, Tuhan memerlukan keledai kita, yaitu hal-hal yang mendatangkan keuntungan bagi kita, dan akan digunakan-Nya bagi kemuliaan-Nya. Dengan kata lain, Tuhan ingin saudara berkomitmen menjadi yang unggul dalam bidang-bidang saudara, supaya olehnya Ia dipermuliakan.
Bacalah: Wahyu 14 : 13 ...."Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka." dan
Wahyu 22 : 12 ...."Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.", dan imanilah, apapun yang saudara lakukan untuk kemuliaan Tuhan, tidak akan sia-sia, sebab ada upah yang menanti saudara. So, don't forget!
"Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi:
"Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."
Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkanyna di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya:
"Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,
hosana di tempat yang mahatinggi!"
Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?"
Dan orang banyak itu menyehut: "Inilah nabi Yesus dai Nazaret di Galilea."
Ayat Renungan : Matius 21 : 3B
"Katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."
Pada zaman Tuhan Yesus di bumi, keledai adalah lambang bisnis, yang menghasilkan keuntungan.
Contoh: Menjadi alat transportasi, menarik bajak, dan memutar batu kilangan untuk menggiling biji-bijian. keledai dapat bekerja keras, dan membutuhkan lebih sedikit makanan dibanding kuda. So, keledai dipandang lebih menguntungkan.
Perhatikan Matius 21 : 3B "Tuhan memerlukannya."
Pada masa kini pun, Tuhan memerlukan keledai kita, yaitu hal-hal yang mendatangkan keuntungan bagi kita, dan akan digunakan-Nya bagi kemuliaan-Nya. Dengan kata lain, Tuhan ingin saudara berkomitmen menjadi yang unggul dalam bidang-bidang saudara, supaya olehnya Ia dipermuliakan.
Bacalah: Wahyu 14 : 13 ...."Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka." dan
Wahyu 22 : 12 ...."Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.", dan imanilah, apapun yang saudara lakukan untuk kemuliaan Tuhan, tidak akan sia-sia, sebab ada upah yang menanti saudara. So, don't forget!
Label:
Menyenangkan Tuhan
,
Renungan Harian
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Kolose 3 : 22-25
"Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang."
Ayat Renungan : Kolose 3 : 23
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Saudaraku, banyak hal yang telah kita pelajari untuk menjadi yang unggul - intinya, "Menyenangkan hati Tuhan" - yaitu, "Menghormati Dia, Tunduk kepada-Nya, Menjalin hubungan pribadi yang intim dengan Dia, bahkan Bersahabat dengan Dia!" Amin?
Hari ini, kita belajar satu hal lagi, yaitu "Berkarya bagi Dia." Ingat ini:
"Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang."
Ayat Renungan : Kolose 3 : 23
"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Saudaraku, banyak hal yang telah kita pelajari untuk menjadi yang unggul - intinya, "Menyenangkan hati Tuhan" - yaitu, "Menghormati Dia, Tunduk kepada-Nya, Menjalin hubungan pribadi yang intim dengan Dia, bahkan Bersahabat dengan Dia!" Amin?
Hari ini, kita belajar satu hal lagi, yaitu "Berkarya bagi Dia." Ingat ini:
- Berkarya bagi Tuhan bukanlah semata-mata aktif dalam pekerjaan-Nya (Bekerja di ladang-Nya), tetapi juga dalam bidang-bidang sekuler (Market Place)
- Tuhan ingin menyatakan kemuliaan-Nya melalui setiap orang di bumi. So, entah saudara seorang ahli ekonomi, perbankan, teknik, perhotelan, transportasi, hukum, militer, bahkan ibu rumah tangga sekalipun, atau saudara seorang pelayan Tuhan penuh waktu, Tuhan ingin menyatakan kemuliaan-Nya lewat hasil karya saudara. Itulah pengertian menjadi yang unggul bagi kemuliaan Tuhan. So, jangan sia-siakan kesempatan saudara!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Ibrani 4 : 14 - 5 : 10
"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan oarang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil uantuk itu oleh Allah, saeperti yang telah terjadi dengan Harun. Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya:
"Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini",
sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain:
"Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek."
Ayat renungan : Ibrani 4 : 16
"Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat... kasih karunia... pertolongan kita pada waktunya."
Saya mengajak saudara bersyukur dengan tiada henti-hentinya, sebab kita memiliki dua hal ini:
Bangunlah jam-jam doa saudara dan berkomitmenlah untuk memanfaatkan jam-jam doa itu secara konsisten, dan nikmatilah Rahmat, Anugerah dan Pertolongan Allah yang berlimpah-limpah, sampai Maranatha!
"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan oarang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil uantuk itu oleh Allah, saeperti yang telah terjadi dengan Harun. Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya:
"Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini",
sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain:
"Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek."
Ayat renungan : Ibrani 4 : 16
"Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat... kasih karunia... pertolongan kita pada waktunya."
Saya mengajak saudara bersyukur dengan tiada henti-hentinya, sebab kita memiliki dua hal ini:
- Kita memiliki Tuhan Yesus sebagai Imam Besar kita, sehingga kita boleh menghampiri Takhta Allah dengan penuh keberanian!
- Kita memiliki jaminan, bahwa Roh Kudus yang diam di dalam kita, akan mendukung doa kita di hadapan Allah (Baca juga: Roma 8 : 15-16 ...."Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.").
Bangunlah jam-jam doa saudara dan berkomitmenlah untuk memanfaatkan jam-jam doa itu secara konsisten, dan nikmatilah Rahmat, Anugerah dan Pertolongan Allah yang berlimpah-limpah, sampai Maranatha!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Keluaran 33 : 7-17
"Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari TUHAN, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan yang di luar perkemahan. Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia masuk ke dalam kemah. Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana. Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya. Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu." Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu."
Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau."
Ayat Renungan : Keluaran 33 : 11A
"Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya."
Saudaraku, jika saudara membaca dengan seksama Keluaran 33 : 7-17 itu, saudara akan menemukan bahwa "Kuasa, Otoritas dan Wibawa Allah yang dinyatakan melalui Musa, adalah karena hubungan pribadinya dengan Allah."
Ingat:
"Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari TUHAN, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan yang di luar perkemahan. Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia masuk ke dalam kemah. Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah TUHAN dengan Musa di sana. Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya. Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu." Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu."
Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau."
Ayat Renungan : Keluaran 33 : 11A
"Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya."
Saudaraku, jika saudara membaca dengan seksama Keluaran 33 : 7-17 itu, saudara akan menemukan bahwa "Kuasa, Otoritas dan Wibawa Allah yang dinyatakan melalui Musa, adalah karena hubungan pribadinya dengan Allah."
Ingat:
- Hubungan pribadi itu menghasilkan manifestasi kuasa Allah yang dahsyat, yang membelah Laut Teberau, menurunkan manna dari Sorga, membuat air memancar dari batu karang dan memberi kemenangan bagi bangsa Israel atas musuh-musuh mereka.
- Kuasa mujizat itu dimanifestasikan juga oleh Allah pada Zaman Elia, Elisa, bahkan sampai kepada Zaman Kristus dan rasul-rasul-Nya! Amin?
- Kuasa Allah mengalir karena hubungan pribadi dengan Allah!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Mazmur 25 : 8-14
"TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
Oleh karena nama-Mu ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.
Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."
Ayat Renungan : Mazmur 25 : 14, HAR
"Persekutuan yang intim dengan Tuhan adalah hak istimewa bagi mereka yang menghormati Dia; kepada merekalah Dia menyatakan perjanjian-Nya."
Terjemahan HAR adalah terjemahan dari "The Psalms for Today - RK Harrison." So, jika Alkitab dalam I Samuel 2 : 30 ...."Sebab itu - demikianlah firman TUHAN, Allah Israel - sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang - demikianlah firman TUHAN -: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah." menyatakan isi hati Tuhan, bahwa "Tuhan menghormati setiap orang yang menghormati Dia", itu berarti bahwa Mazmur 25 : 14 itu adalah janji yang luar biasa bagi setiap orang yang menghormati Dia", itu berarti bahwa Mazmur 25 : 14 itu adalah janji yang luar biasa bagi setiap orang yang menghormati Tuhan! Amin? Dan di Zaman Akhir ini, Tuhan Yesus memanggil Gereja-Nya yaitu saudara dan saya, ke dalam tingkat hubungan pribadi yang semakin intim dengan-Nya, lebih intim dari yang pernah kita alami.
Mengapa? Sebab hanya orang yang demikianlah yang layak menjadi pengantin bagi Dia, Anak Domba Allah! (Baca juga: Wahyu 19 : 7 ...."Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.").
Pertanyaan: "Apakah saudara mendengar dan mau meresponi panggilan ini?"
Ingat Daniel: Dia memiliki kehidupan doa yang konsisten, tiga kali sehari!
So, teladanilah Daniel, dan "Berkomitmenlah menjadi yang unggul!"
"TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
Oleh karena nama-Mu ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.
Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka."
Ayat Renungan : Mazmur 25 : 14, HAR
"Persekutuan yang intim dengan Tuhan adalah hak istimewa bagi mereka yang menghormati Dia; kepada merekalah Dia menyatakan perjanjian-Nya."
Terjemahan HAR adalah terjemahan dari "The Psalms for Today - RK Harrison." So, jika Alkitab dalam I Samuel 2 : 30 ...."Sebab itu - demikianlah firman TUHAN, Allah Israel - sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang - demikianlah firman TUHAN -: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah." menyatakan isi hati Tuhan, bahwa "Tuhan menghormati setiap orang yang menghormati Dia", itu berarti bahwa Mazmur 25 : 14 itu adalah janji yang luar biasa bagi setiap orang yang menghormati Dia", itu berarti bahwa Mazmur 25 : 14 itu adalah janji yang luar biasa bagi setiap orang yang menghormati Tuhan! Amin? Dan di Zaman Akhir ini, Tuhan Yesus memanggil Gereja-Nya yaitu saudara dan saya, ke dalam tingkat hubungan pribadi yang semakin intim dengan-Nya, lebih intim dari yang pernah kita alami.
Mengapa? Sebab hanya orang yang demikianlah yang layak menjadi pengantin bagi Dia, Anak Domba Allah! (Baca juga: Wahyu 19 : 7 ...."Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.").
Pertanyaan: "Apakah saudara mendengar dan mau meresponi panggilan ini?"
Ingat Daniel: Dia memiliki kehidupan doa yang konsisten, tiga kali sehari!
So, teladanilah Daniel, dan "Berkomitmenlah menjadi yang unggul!"
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Yakobus 4 : 5-10
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu orang yang mendua hati!
Sadarilah kemalanganmu, berduka cita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu."
Ayat Renungan : Yakobus 4 : 7
"Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu."
Saudaraku, untuk sebagian orang, frase "tunduklah kepada Allah" mempunyai pengertian yang negatif. Bagi mereka, tunduk berarti melepaskan segala sesuatu termasuk kemerdekaan mereka, untuk hidup di bawah seorang diktator. Tentu saja, dalam Tuhan Yesus pandangan semacam itu tidaklah benar! Amin?
Ingat ini:
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu orang yang mendua hati!
Sadarilah kemalanganmu, berduka cita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu."
Ayat Renungan : Yakobus 4 : 7
"Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu."
Saudaraku, untuk sebagian orang, frase "tunduklah kepada Allah" mempunyai pengertian yang negatif. Bagi mereka, tunduk berarti melepaskan segala sesuatu termasuk kemerdekaan mereka, untuk hidup di bawah seorang diktator. Tentu saja, dalam Tuhan Yesus pandangan semacam itu tidaklah benar! Amin?
Ingat ini:
- Tuhan Yesus telah memerdekakan kita dari perhambaan karena dosa (Baca: Galatia 5 :1 ...."Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.").
- Tuhan hanya menginginkan hal-hal yang baik bagi kita, dan Ia meminta kita untuk melakukan hal-hal yang baik. (Baca: Efesus 2 : 10 ...."Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya").
- Dengan mematuhinya, kita akan memperoleh lebih banyak berkat (Baca: Ulangan 28 : 13-14 ...."TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."). Sebaliknya, lewat ketidakpatuhan, kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati Kasih dan Kuasa-Nya.
- Tuhan Yesus sendiri telah memberikan teladan penundukan diri serta ketaatan sepenuhnya kepada Bapa, selama Ia berada di bumi (Baca: Filipi 2 : 5-11 ...."Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengauniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!" dan Ibrani 5 : 8-9 ...."Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya").
- Di Zaman Akhir ini, kita menghadapi peperangan rohani yang dahsyat! Dan, mustahil kita akan tampil sebagai pemenang, jika kita berjalan menurut kemauan daging kita! Amin? So, tunduklah kepada Bapa, sebagai anak-anak yang taat, dan lawanlah iblis! Biarlah hikmat-Nya menuntun kita menjadi yang unggul bagi-Nya!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Galatia 5 : 16-25
"Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena keduanya bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu - seperti yang telah kubuat dahulu - bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barang siapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki."
Ayat Renungan : Roma 8 : 13
"....jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup."
Dalam uraian tema dikatakan bahwa: "Untuk berkomitmen menjadi yang unggul, kita harus berkomitmen menyenangkan hati Tuhan, berapa pun harganya!" Dan, untuk menyenangkan hati Tuhan, kita harus berkomitmen untuk hidup dalam Roh dan bukan dalam daging (Baca: Roma 8 : 5-9A.... "Sebab mereka yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikikan hal-hal yang dari Roh. karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu." ).
Selanjutnya, sebagai orang-orang yang hidup dalam Roh, kita harus berkomitmen untuk mematikan keinginan daging oleh kuasa Roh Kudus (Baca: Roma 8 : 13).
Ingat ini: Roh Kudus di dalam kita, lebih besar dari semua roh di dunia ini, dan di mana Roh Kudus bekerja, di situ ada kemerdekaan (Baca: I Yohanes 4 : 4 ...."Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." dan II Korintus 3 : 17 ...."Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan." ). So, jelaslah bahwa Roh Kudus sangat berperan dalam semua komitmen kita! Amin?
Perhatikan :
"Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena keduanya bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu - seperti yang telah kubuat dahulu - bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barang siapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki."
Ayat Renungan : Roma 8 : 13
"....jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup."
Dalam uraian tema dikatakan bahwa: "Untuk berkomitmen menjadi yang unggul, kita harus berkomitmen menyenangkan hati Tuhan, berapa pun harganya!" Dan, untuk menyenangkan hati Tuhan, kita harus berkomitmen untuk hidup dalam Roh dan bukan dalam daging (Baca: Roma 8 : 5-9A.... "Sebab mereka yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikikan hal-hal yang dari Roh. karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu." ).
Selanjutnya, sebagai orang-orang yang hidup dalam Roh, kita harus berkomitmen untuk mematikan keinginan daging oleh kuasa Roh Kudus (Baca: Roma 8 : 13).
Ingat ini: Roh Kudus di dalam kita, lebih besar dari semua roh di dunia ini, dan di mana Roh Kudus bekerja, di situ ada kemerdekaan (Baca: I Yohanes 4 : 4 ...."Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." dan II Korintus 3 : 17 ...."Sebab Tuhan adalah Roh; dan dimana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan." ). So, jelaslah bahwa Roh Kudus sangat berperan dalam semua komitmen kita! Amin?
Perhatikan :
- Bila pada suatu hari ada pikiran-pikiran yang datang mengganggu saudara, atau keadaan menjadi serba salah, biarkanlah Roh Kudus menguasai situasi. Caranya? Berdiam dirilah barang sesaat dan dengarkan suara-Nya di hati saudara. Roh Kudus akan menuntun saudara dengan hikmat, kesabaran, dan kekuatan untuk disegarkan kembali.
- Bangkitlah dalam kuasa Roh Kudus dan matikan keinginan daging yang menggoda, dan teruslah berkomitmen untuk hidup dalam Roh, dan menjadi pribadi yang unggul bagi kemuliaan Bapa. Selamat!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Kotbah 15 April 2012
"Berkomitmen Menjadi Yang Unggul"
(Bagi Kemuliaan Tuhan)
Amsal 4 : 5-12
"Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian,
jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.
Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya,
kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.
Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh
perolehlah pengertian.
Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya;
engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya.
Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu,
mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu."
Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku,
supaya tahun hidupmu menjadi banyak.
Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.
Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat,
bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung."
"Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian,
jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.
Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya,
kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.
Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh
perolehlah pengertian.
Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya;
engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya.
Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu,
mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu."
Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku,
supaya tahun hidupmu menjadi banyak.
Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.
Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat,
bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung."
Sejak semula Allah telah menetapkan, bahwa orang-orang pilihan-Nya akan terus naik dan bukan turun, menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, apabila mereka mendengarkan perintah Tuhan dan melakukannya dengan setia (Baca: Ulangan 28 : 13.... "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia").
Dan, pada zaman raja Salomo, umat pilihan Tuhan mencapai puncak kejayaannya, karena Salomo hidup dalam hikmat Tuhan. Itulah sebabnya, Salomo dalam hikmat Tuhan menulis Amsal 4 : 7-8 itu!
Ingat ini: "Salomo menulis Amsal itu berdasarkan kesaksian hidupnya sendiri, sebagai orang pilihan Tuhan yang menjunjung tinggi hikmat Tuhan!" Amin?
Fakta Alkitabiah berikutnya adalah pada Daniel, sebagai orang pilihan Tuhan di negeri Babel, di mana Israel dibuang Tuhan untuk tujuh puluh tahun (Baca: Yeremia 29 : 10-11...."Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.")
Tentang Daniel, Alkitab mencatat bahwa Daniel memiliki roh yang unggul (excellent spirit) dan juga memiliki akal budi dan hikmat yang luar biasa (Baca: Daniel 5 : 12-14...."karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklan sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!" Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: "Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda? telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa."),
sehingga raja Belsyazar (anak dari Nebukadnezar) menjadikan dia orang ketiga di dalam kerajaannya (Baca: Daniel 5 : 29...."Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.").
Bahkan raja Darius mengangkat Daniel menjadi orang kedua (Baca: Daniel 6 : 1-4...."Darius, orang Media, menerima pemerintahan ketika ia berumur enam puluh dua tahun. Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.").
Tentang Daniel, Alkitab mencatat bahwa Daniel memiliki roh yang unggul (excellent spirit) dan juga memiliki akal budi dan hikmat yang luar biasa (Baca: Daniel 5 : 12-14...."karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklan sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!" Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: "Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda? telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa."),
sehingga raja Belsyazar (anak dari Nebukadnezar) menjadikan dia orang ketiga di dalam kerajaannya (Baca: Daniel 5 : 29...."Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.").
Bahkan raja Darius mengangkat Daniel menjadi orang kedua (Baca: Daniel 6 : 1-4...."Darius, orang Media, menerima pemerintahan ketika ia berumur enam puluh dua tahun. Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.").
Pertanyaan:
- Apakah roh yang unggul itu? Itulah roh yang berkomitmen menyenangkan hati Tuhan, berapapun harganya (Baca: Daniel 1 : 8..."Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tidak usah menajiskan dirinya." , juga Kolose 3 : 23-24...."Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.").
- Bagaimana memiliki hikmat yang luar biasa itu? Ingat ini:
- Daniel berkomitmen memelihara kehidupan doanya (Baca: Daniel 6 : 11 ...."Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." dan juga Yakobus 1 : 5-8 ...."Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikannya kepadanya.")
- Menekuni Firman Tuhan secara antusias dari sehari ke sehari (Baca: Amsal 3 : 19-20...."Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun." dan Mazmur 119 : 97-100...."Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.").
"Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang
kau peroleh perolehlah pengertian. Junjunglah dia, maka engkau
akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat,
apabila engkau memeluknya."
Amsal 4 : 7-8
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Efesus 1 : 15-23
"Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang tergantung dalam dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut , bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu."
Ayat Renungan : Efesus 1 : 17B
"supaya Ia memberikan kepadamu roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar."
Sesungguhnya, wahyu adalah penyingkapan tentang rahasia-rahasia Allah. Dan sebagaimana yang rasul Paulus katakan dalam Efesus 3 : 1-3, dapatlah dikatakan bahwa: "Pemahaman akan Firman Allah selalu terjadi melalui penyampaian wahyu." Dalam hal ini, Allah tidak sekadar menjelaskan tentang Diri-Nya kepada manusia, tetapi Dia langsung menyatakan Diri-Nya.
Ingat ini:
Tidak seorangpun dapat mengenal Allah, kecuali Ia sendiri yang menyatakan Diri-Nya (Baca: Yohanes 17 : 25-26), terlebih lagi kepada orang-orang yang bergaul akrab dengan-Nya (Baca: Mazmur 25 : 14).
Selanjutnya, menurut Yesaya 11 : 1-2, roh hikmat dan wahyu itu dikerjakan oleh Roh Kudus dalam setiap anak Tuhan. Dengan kata lain, dapatlah dikatakan bahwa wahyu itu hidup dalam hati anak-anak Tuhan, memberikan terang dan mendatangkan pengertian. So, setiap anak Tuhan yang menerima wahyu tentang Tuhan akan mengenal Tuhan dengan benar, hal mana akan berdampak dalam hidupnya. Hidupnya akan semakin berkenan kepada Tuhan, sebab pewahyuan itu akan membaharui hidupnya, termasuk cara dia berinteraksi dengan sesamanya.
Bagaimana dengan saudara?
"Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang tergantung dalam dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut , bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu."
Ayat Renungan : Efesus 1 : 17B
"supaya Ia memberikan kepadamu roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar."
Sesungguhnya, wahyu adalah penyingkapan tentang rahasia-rahasia Allah. Dan sebagaimana yang rasul Paulus katakan dalam Efesus 3 : 1-3, dapatlah dikatakan bahwa: "Pemahaman akan Firman Allah selalu terjadi melalui penyampaian wahyu." Dalam hal ini, Allah tidak sekadar menjelaskan tentang Diri-Nya kepada manusia, tetapi Dia langsung menyatakan Diri-Nya.
Ingat ini:
Tidak seorangpun dapat mengenal Allah, kecuali Ia sendiri yang menyatakan Diri-Nya (Baca: Yohanes 17 : 25-26), terlebih lagi kepada orang-orang yang bergaul akrab dengan-Nya (Baca: Mazmur 25 : 14).
Selanjutnya, menurut Yesaya 11 : 1-2, roh hikmat dan wahyu itu dikerjakan oleh Roh Kudus dalam setiap anak Tuhan. Dengan kata lain, dapatlah dikatakan bahwa wahyu itu hidup dalam hati anak-anak Tuhan, memberikan terang dan mendatangkan pengertian. So, setiap anak Tuhan yang menerima wahyu tentang Tuhan akan mengenal Tuhan dengan benar, hal mana akan berdampak dalam hidupnya. Hidupnya akan semakin berkenan kepada Tuhan, sebab pewahyuan itu akan membaharui hidupnya, termasuk cara dia berinteraksi dengan sesamanya.
Bagaimana dengan saudara?
Diposting oleh
Unknown
komentar (41)
Bacaan Alkitab : Mazmur 63 : 1-9
"Kerinduan kepada Allah"
Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda.
"Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau,
jiwaku haus kepada-Mu,
tubuhku rindu kepada-Mu,
seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus,
sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.
Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup;
bibirku akan memegahkan Engkau.
Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku
dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan,
dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.
Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku,
merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, -
sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku,
dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
Jiwaku melekat kepada-Mu,
tangan kanan-Mu menopang aku."
Ayat renungan : Mazmur 63 : 7
"Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku merenungkan Engkau sepanjang kawal malam."
Saya percaya, saudara sudah berdoa sebelum tidur pada malam hari dan minta Tuhan memberimu tidur yang pulas / berkualitas. Namun, tiba-tiba di tengah malam, saudara terbangun / terjaga. Jangan bimbang dengan hal itu!
Berdoalah dan bertanyalah pada Tuhan: "Apa maksud semuanya ini?" Tuhan pasti menjawab saudara! Ada kalanya, seseorang memerlukan dukungan doa, dan saudara dibangunkan untuk berdoa bagi dia. Jangan ragu, sebab Roh Kudus akan menuntun saudara berdoa, sesuai dengan kebutuhan orang itu. Dan, doa saudara pasti dikabulkan, sebab untuk itulah saudara dibangunkan Tuhan.
Ingatlah: Tuhan tidak pernah tertidur. Ketika saudara terjaga, Tuhan ada di sana. Ia ingin saudara ambil bagian bersama-Nya dalam menolong seseorang. Percayalah, setelah itu, saudara akan tidur kembali dengan perasaan bahagia, sebab telah dipilih Tuhan! indah, kan?
"Kerinduan kepada Allah"
Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda.
"Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau,
jiwaku haus kepada-Mu,
tubuhku rindu kepada-Mu,
seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair.
Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus,
sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.
Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup;
bibirku akan memegahkan Engkau.
Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku
dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan,
dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.
Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku,
merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, -
sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku,
dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai.
Jiwaku melekat kepada-Mu,
tangan kanan-Mu menopang aku."
Ayat renungan : Mazmur 63 : 7
"Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku merenungkan Engkau sepanjang kawal malam."
Saya percaya, saudara sudah berdoa sebelum tidur pada malam hari dan minta Tuhan memberimu tidur yang pulas / berkualitas. Namun, tiba-tiba di tengah malam, saudara terbangun / terjaga. Jangan bimbang dengan hal itu!
Berdoalah dan bertanyalah pada Tuhan: "Apa maksud semuanya ini?" Tuhan pasti menjawab saudara! Ada kalanya, seseorang memerlukan dukungan doa, dan saudara dibangunkan untuk berdoa bagi dia. Jangan ragu, sebab Roh Kudus akan menuntun saudara berdoa, sesuai dengan kebutuhan orang itu. Dan, doa saudara pasti dikabulkan, sebab untuk itulah saudara dibangunkan Tuhan.
Ingatlah: Tuhan tidak pernah tertidur. Ketika saudara terjaga, Tuhan ada di sana. Ia ingin saudara ambil bagian bersama-Nya dalam menolong seseorang. Percayalah, setelah itu, saudara akan tidur kembali dengan perasaan bahagia, sebab telah dipilih Tuhan! indah, kan?
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Roma 8 : 9-16
"Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah , adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah."
Ayat Renungan : Roma 8 : 9B
"Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus."
Saudaraku, jika kita mengaku bahwa kita adalah milik Kristus (karena kita telah ditebus dengan Darah-Nya yang tak ternilai), kita harus membuktikan hal itu dengan kehadiran Roh Kristus di dalam kita.
Perhatikan: Ketika Kristus Yesus ada di bumi, Ia dipimpin oleh Roh Kudus, yang disebut juga Roh Kristus. Edwin Louis Cole, dalam bukunya "Menjadi Pria Sejati", mengatakan bahwa sifat-sifat yang ada pada Kristus, merupakan ciri-ciri pria sejati, demikian juga kebajikan, karakter dan vitalitasnya merupakan ciri-ciri pria sejati (bahkan, anak Tuhan yang sejati!). Oleh karenanya, apa yang dihasilkan oleh Roh Kristus di dalam kehidupan Kristus, juga dapat dihasilkan dalam diri kita. Amin?
Edwin Louis Cole juga mengatakan: "Semakin tinggi tingkat penyerahan hidup kita kepada-Nya, akan semakin besar pula sifat dan karya-karya-Nya yang terwujud melalui hidup kita."
Puji Tuhan!
Ia berkata, bahwa Ia datang ke bumi hanya untuk melakukan kehendak Bapa. Untuk itu, Ia berkata, Ia tidak melakukan apapun dari diri-Nya sendiri, melainkan hanya melihat apa yang Bapa kerjakan.
Dan, itulah yang Dia kerjakan (Baca: Yohanes 5 : 19.... "Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak." ).
So, jika Bapa menghendaki kita hidup dalam Roh dan bukan dalam daging, marilah kitajuga memberi diri dipimpin Roh Kristus dan hidup dalam Roh, serta mematikan semua keinginan daging.
Baca juga: Galatia 5 : 19-21.... "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu - seperti yang telah kubuat dahulu - bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah."
Tuhan Yesus memberkati!
"Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah , adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah."
Ayat Renungan : Roma 8 : 9B
"Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus."
Saudaraku, jika kita mengaku bahwa kita adalah milik Kristus (karena kita telah ditebus dengan Darah-Nya yang tak ternilai), kita harus membuktikan hal itu dengan kehadiran Roh Kristus di dalam kita.
Perhatikan: Ketika Kristus Yesus ada di bumi, Ia dipimpin oleh Roh Kudus, yang disebut juga Roh Kristus. Edwin Louis Cole, dalam bukunya "Menjadi Pria Sejati", mengatakan bahwa sifat-sifat yang ada pada Kristus, merupakan ciri-ciri pria sejati, demikian juga kebajikan, karakter dan vitalitasnya merupakan ciri-ciri pria sejati (bahkan, anak Tuhan yang sejati!). Oleh karenanya, apa yang dihasilkan oleh Roh Kristus di dalam kehidupan Kristus, juga dapat dihasilkan dalam diri kita. Amin?
Edwin Louis Cole juga mengatakan: "Semakin tinggi tingkat penyerahan hidup kita kepada-Nya, akan semakin besar pula sifat dan karya-karya-Nya yang terwujud melalui hidup kita."
Puji Tuhan!
Ia berkata, bahwa Ia datang ke bumi hanya untuk melakukan kehendak Bapa. Untuk itu, Ia berkata, Ia tidak melakukan apapun dari diri-Nya sendiri, melainkan hanya melihat apa yang Bapa kerjakan.
Dan, itulah yang Dia kerjakan (Baca: Yohanes 5 : 19.... "Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak." ).
So, jika Bapa menghendaki kita hidup dalam Roh dan bukan dalam daging, marilah kitajuga memberi diri dipimpin Roh Kristus dan hidup dalam Roh, serta mematikan semua keinginan daging.
Baca juga: Galatia 5 : 19-21.... "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu - seperti yang telah kubuat dahulu - bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah."
Tuhan Yesus memberkati!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab: I Yohanes 1 : 5-10
"Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita berkata kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita."
Ayat Renungan: I Yohanes 1 : 6
"Jika kita... beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.""
Haleluyah! Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Dan, Ia menghendaki setiap generasi memiliki hubungan yang bersifat pribadi dengan-Nya. Namun, karena manusia telah berdosa dan hidup dalam kegelapan, hubungan yang bersifat pribadi antara Allah dan manusia itu tidak mungkin terlaksana, "karena terang tidak dapat bersatu dengan gelap" (Baca: II Korintus 6 : 14C).
Untuk tujuan inilah Kristus Yesus telah datang ke dunia, untuk memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (Baca I Petrus 2 : 9).
Dan, setiap kita yang menjawab panggilan-Nya itu telah mendapat jaminan:
"Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Baca: Yohanes 8 : 12B).
Itulah sebabnya rasul Paulus menasehati kita: "Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang." (Baca: Efesus 5 : 8).
Mengingat akan kerinduan Bapa untuk bersekutu dengan anak-anak-Nya , dan juga mengingat bahwa terang tidak dapat bersatu dengan gelap, saudara dan saya harus menjaga hidup kita masing-masing, agar tetap terpelihara dalam terang Tuhan yang ajaib itu.
Bacalah: Efesus 5 : 1-14 , "Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono - karena hal-hal ini tidak pantas - tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
dan lakukanlah hal-hal ini:
"Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita berkata kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita."
Ayat Renungan: I Yohanes 1 : 6
"Jika kita... beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.""
Haleluyah! Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Dan, Ia menghendaki setiap generasi memiliki hubungan yang bersifat pribadi dengan-Nya. Namun, karena manusia telah berdosa dan hidup dalam kegelapan, hubungan yang bersifat pribadi antara Allah dan manusia itu tidak mungkin terlaksana, "karena terang tidak dapat bersatu dengan gelap" (Baca: II Korintus 6 : 14C).
Untuk tujuan inilah Kristus Yesus telah datang ke dunia, untuk memanggil kita keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (Baca I Petrus 2 : 9).
Dan, setiap kita yang menjawab panggilan-Nya itu telah mendapat jaminan:
"Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Baca: Yohanes 8 : 12B).
Itulah sebabnya rasul Paulus menasehati kita: "Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang." (Baca: Efesus 5 : 8).
Mengingat akan kerinduan Bapa untuk bersekutu dengan anak-anak-Nya , dan juga mengingat bahwa terang tidak dapat bersatu dengan gelap, saudara dan saya harus menjaga hidup kita masing-masing, agar tetap terpelihara dalam terang Tuhan yang ajaib itu.
Bacalah: Efesus 5 : 1-14 , "Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono - karena hal-hal ini tidak pantas - tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
dan lakukanlah hal-hal ini:
- Ikutilah teladan Kristus (ayat 1-2).
- Jaga pergaulanmu (ayat 5-7).
- Jaga perkataanmu (ayat 3-4 & 12).
- Jaga perilakumu dan jangan kompromi (ayat 10-11)
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
"Memiliki Hubungan Pribadi Dengan Bapa!"
Hosea 6 : 1-6
"Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita,
dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN;
Ia pasti muncul seperti fajar,
Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."
"Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim?
Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda?
Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.
"Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi,
Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.
"Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan,
dan menyukai pengenalan akan Allah,
lebih dari pada korban-korban bakaran."
Sejak kejatuhan manusia, Allah mencari pribadi-pribadi yang mau menjalin hubungan pribadi dengan Dia. Kitab Kejadian mencatat tentang Henokh, "Bagaimana dia hidup dalam persekutuan dengan Allah, sampai Allah mengangkat dia ke sorga" (Baca: Kejadian 5 : 21-24, Terjemahan FAYH). Juga tentang Nuh, bahwa "Nuh senantiasa mengikuti kehendak Allah dan hidup dalam hubungan yang erat dengan Dia" (Baca: Kejadian 6 : 9B, Terjemahan New Living Translation). Kemudian Allah menemukan Abraham dan menetapkan keturunannya, yaitu Israel, untuk menjadi suatu umat bagi-Nya, yang suka menjalin hubungan pribadi dengan-Nya. Namun, sejak Israel keluar dari Mesir dan memasuki Tanah Perjanjian, muncul generasi baru, "Yang tidak mengenal Tuhan..." (Baca: Hakim-hakim 2 : 10).
Saudaraku, Allah itu kekal adanya dan Dia menghendaki setiap generasi memiliki hubungan yang bersifat pribadi dengan-Nya, serta mengenal Anugerah dan Kuasa-Nya dalam kehidupan mereka. Itulah sebabnya Ia berbicara melalui nabi Hosea dalam Hosea 6 : 6 tersebut.
Maka, ketika Tuhan Yesus datang ke bumi, Ia telah menunjukkan ketaatan sepenuhnya kepada kehendak Allah, dan memperkenalkan Dia sebagai Bapa Mahakasih. Ketika Tuhan Yesus kembali ke Sorga, Roh Kudus telah turun dan bekerja dengan luar biasa, agar manusia dikembalikan ke dalam persekutuan yang intim dengan Bapa. Oleh Roh Kuduslah Bapa menaruh Kasih Agape-Nya di dalam hati kita, dan menginginkan kita mengasihi-Nya dan rindu bersekutu dengan-Nya, serta mengenal-Nya secara pribadi. Baca: Filipi 3 : 7-11. "Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus, Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati."
Tuhan Yesus memberkati!
Tuhan Yesus memberkati!
"Aku tidak mengingini korban-korbanmu; Aku mengingini kasihmu.
Aku tidak mengingini persembahan-persembahanmu;
yang Kuingini ialah agar kamu mengenal Aku."
Hosea 6 : 6,
(Terjemahan FAYH)
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Matius 17 : 14-21
"Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu kemari!" dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat in ke sana, - maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa."]
Ayat Renungan : Matius 17 : 20
"... Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu."
Apa yang Tuhan Yesus katakan pada ayat 20, dapat kita tafsirkan sebagai berikut:
"Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu kemari!" dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat in ke sana, - maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa."]
Ayat Renungan : Matius 17 : 20
"... Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu."
Apa yang Tuhan Yesus katakan pada ayat 20, dapat kita tafsirkan sebagai berikut:
- Gunakanlah iman yang engkau miliki, betapa kecilpun tampaknya, sambil memperbesar pandangan hatimu terhadap Tuhan yang Maha Besar!
- Pandanglah Tuhan sebagaimana Ia ada - Maha Besar, Maha Kuasa, Sanggup melakukan segala perkara, Tiada suatu apa pun yang mustahil bagi-Nya". Maka imanmu akan membubung tinggi!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Ibrani 6 : 9-20
"Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.
Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilauhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya."
Ayat Renungan : Ibrani 6 : 18
"... Allah tidak mungkin berdusta ..."
Saudara percaya bahwa Allah, Bapa kita, tidak pernah berdusta? Puji Tuhan. Itulah iman!
Alkitab berkata dalam Yohanes 8 : 44, bahwa iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta!
Hati-hati: iblis selalu berusaha dengan gigih agar anak-anak Tuhan mengalihkan mata imannya dari Tuhan Yesus Kristus. Salah satu caranya adalah melepaskan roh ketakutan ke dalam diri anak-anak Tuhan, yang akan menimbulkan berbagai ketakutan, antara lain: ketakutan akan kegagalan, kekurangan, termasuk ketakutan terhadap manusia dan kematian. Alkitab berkata: "Lawanlah dia dengan iman yang teguh" (Baca: I Petrus 5 : 9). Caranya:
"Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.
Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilauhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya."
Ayat Renungan : Ibrani 6 : 18
"... Allah tidak mungkin berdusta ..."
Saudara percaya bahwa Allah, Bapa kita, tidak pernah berdusta? Puji Tuhan. Itulah iman!
Alkitab berkata dalam Yohanes 8 : 44, bahwa iblis adalah pendusta dan bapa segala dusta!
Hati-hati: iblis selalu berusaha dengan gigih agar anak-anak Tuhan mengalihkan mata imannya dari Tuhan Yesus Kristus. Salah satu caranya adalah melepaskan roh ketakutan ke dalam diri anak-anak Tuhan, yang akan menimbulkan berbagai ketakutan, antara lain: ketakutan akan kegagalan, kekurangan, termasuk ketakutan terhadap manusia dan kematian. Alkitab berkata: "Lawanlah dia dengan iman yang teguh" (Baca: I Petrus 5 : 9). Caranya:
- Carilah Tuhan, dan tetaplah tinggal dalam Hadirat-Nya (Baca: Roma 8 : 31 & 37).
- Bertekunlah dalam Firman-Nya, dan jadilah pelaku Firman yang setia (Baca: Yosua 1 : 8 & Mazmur 1 : 1-3).
- Senangkanlah hati Tuhan, dan lawanlah iblis (Baca: Yakobus 4 : 7).
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Daniel 6 : 1-29
"Darius, orang Media, menerima pemerintahan ketika ia berumur enam puluh dua tahun. Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. Maka berkatalah orang-orang itu : "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"
Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku! Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." Sebab itu raja Darius, membuat surat perintah dengan larangan itu.
Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.
Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." Lalu kata mereka kepada raja: "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya." Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.
Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!" Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.
Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?" lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu!
Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan istri-istri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.
Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel,sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."
Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresy, orang Persia itu."
Ayat Renungan : Ibrani 11 : 33
"Yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan..., menutup mulut singa-singa."
Saudaraku, bacalah Daniel 6 : 1-10 dan ketahuilah, bahwa sebuah persekongkolan sedang berlangsung. Beberapa pejabat tinggi negara Media berusaha menjegal Daniel, untuk memastikan bahwa dia adalah buruk di mata raja Darius. Dan, rencana mereka berhasil.
Ingat: Ini bukan alur cerita sebuah novel modern, melainkan sebuah kisah tua yang benar-benar terjadi, bagaimana Daniel sampai berada di goa singa.
Perhatikan: Sekalipun undang-undang baru telah diberlakukan, bahwa selama tiga puluh hari, siapa pun hanya boleh menyampaikan permohonan kepada raja Darius saja, dan bukan kepada dewa / manusia mana pun; Daniel tetap teguh dalam iman kepada Allahnya, dan tetap menyembah dan berdoa kepada Allah tiga kali sehari (Baca: Daniel 6 : 11).
Hati-hati: Berdiri teguh dalam iman dapat juga membawa akibat negatif, terlebih dari sudut pandang duniawi.
"Darius, orang Media, menerima pemerintahan ketika ia berumur enam puluh dua tahun. Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. Maka berkatalah orang-orang itu : "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"
Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku! Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." Sebab itu raja Darius, membuat surat perintah dengan larangan itu.
Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.
Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." Lalu kata mereka kepada raja: "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya." Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.
Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!" Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.
Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?" lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu!
Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan istri-istri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.
Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel,sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."
Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresy, orang Persia itu."
Ayat Renungan : Ibrani 11 : 33
"Yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan..., menutup mulut singa-singa."
Saudaraku, bacalah Daniel 6 : 1-10 dan ketahuilah, bahwa sebuah persekongkolan sedang berlangsung. Beberapa pejabat tinggi negara Media berusaha menjegal Daniel, untuk memastikan bahwa dia adalah buruk di mata raja Darius. Dan, rencana mereka berhasil.
Ingat: Ini bukan alur cerita sebuah novel modern, melainkan sebuah kisah tua yang benar-benar terjadi, bagaimana Daniel sampai berada di goa singa.
Perhatikan: Sekalipun undang-undang baru telah diberlakukan, bahwa selama tiga puluh hari, siapa pun hanya boleh menyampaikan permohonan kepada raja Darius saja, dan bukan kepada dewa / manusia mana pun; Daniel tetap teguh dalam iman kepada Allahnya, dan tetap menyembah dan berdoa kepada Allah tiga kali sehari (Baca: Daniel 6 : 11).
Hati-hati: Berdiri teguh dalam iman dapat juga membawa akibat negatif, terlebih dari sudut pandang duniawi.
- Mereka yang tidak menghormati Tuhan dan Firman-Nya, biasanya gusar terhadap orang yang menghormati Dia.
- Ketergantungan yang mutlak kepada Dia dapat membuat saudara dibenci orang. Tapi, Tuhan kita hebat! Amin? Jika Ia melindungi dan membela Daniel, Ia pun akan melakukan itu pada saudara! So, tetaplah setia dalam iman!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Yesaya 55 : 6-11
"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya;
baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
Ayat Renungan : Roma 8 : 28
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia..."
Hari ini, kita akan membahas tentang "Iman dalam menghadapi masa-masa yang sulit." Sebagai hamba Tuhan dan Gembala Sidang, saya sering berhadapan dengan anak-anak Tuhan yang bertanya-tanya:
"Mengapa, Tuhan?" Mengapa hal yang buruk ini terjadi pada saya? Saya ini anak-Mu!"
Saudaraku, menjawab pertanyaan itu, kita perlu mempertimbangkan tiga hal ini:
"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya;
baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
Ayat Renungan : Roma 8 : 28
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia..."
Hari ini, kita akan membahas tentang "Iman dalam menghadapi masa-masa yang sulit." Sebagai hamba Tuhan dan Gembala Sidang, saya sering berhadapan dengan anak-anak Tuhan yang bertanya-tanya:
"Mengapa, Tuhan?" Mengapa hal yang buruk ini terjadi pada saya? Saya ini anak-Mu!"
Saudaraku, menjawab pertanyaan itu, kita perlu mempertimbangkan tiga hal ini:
- Rancangan Tuhan. Ingat: Ia mempunyai rancangan indah bagi kita (Baca: Yeremia 29 : 11 dan I Petrus 1 : 3). Ia yang telah menebus kita dengan Darah-Nya yang tak ternilai, telah menjadikan kita Milik-Nya yang berharga! (Baca: Yesaya 43 : 1 & 4A). Tuhan pasti mempunyai tujuan indah bagi kita lewat kepedihan dan penderitaan kita! Amin?
- Pilihan kita. Seringkali, cara Tuhan tidak masuk akal bagi kita! Namun, disaat seperti ini, kita harus tetap mempercayai Tuhan, "Bahwa Ia baik dan bijak!" Amin? Tidak mungkin Ia berbuat jahat atau pun kesalahan! So, yakinlah, bahwa rasa sakit yang saudara alami saat ini, hanyalah sementara!
- Ketekunan kita. Bacalah: Yakobus 1 : 2-4 dan Roma 12 : 12 dan bertekunlah dalam iman, sampai semua ini berlalu dengan indah! Saudara adalah partner / mitra yang Tuhan cari (Baca: II Timotius 2 : 12A).
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab: Kejadian 39 : 1-23
"Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi orang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri.
Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. Selang beberapa waktu istri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada istri tuannya itu:"Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau istrinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah. Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata:"Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar. Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar, di panggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya kemari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." juga ditaruhnya baju Yusuf itu disisinya, sampai tuan rumah pulang. Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku. Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan istrinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya. Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. Dan kepala penjaara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil."
Ayat Renungan: Kejadian 39 : 23B
"Tuhan menyertai dia (Yusuf) dan apa yang dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil."
Saudaraku, dengan perkenanan Tuhan, saya telah melayani di beberapa rumah tahanan di negeri tercinta ini, dan saya menemukan bahwa banyak orang di situ hidup tanpa harapan dan tujuan.
Hal ini membuat mereka kehilangan motivasi atau kemauan untuk hidup. Tetapi tidak demikian halnya dengan Yusuf! Perhatikan:
saya percaya, kita anak-anak Tuhan pun bisa seperti itu. Sebab, Roh Allah ada pada kita!
"Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi orang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.
Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri.
Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. Selang beberapa waktu istri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada istri tuannya itu:"Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau istrinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.
Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah. Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata:"Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar. Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar, di panggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya kemari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." juga ditaruhnya baju Yusuf itu disisinya, sampai tuan rumah pulang. Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku. Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan istrinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya. Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.
Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. Dan kepala penjaara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil."
Ayat Renungan: Kejadian 39 : 23B
"Tuhan menyertai dia (Yusuf) dan apa yang dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil."
Saudaraku, dengan perkenanan Tuhan, saya telah melayani di beberapa rumah tahanan di negeri tercinta ini, dan saya menemukan bahwa banyak orang di situ hidup tanpa harapan dan tujuan.
Hal ini membuat mereka kehilangan motivasi atau kemauan untuk hidup. Tetapi tidak demikian halnya dengan Yusuf! Perhatikan:
- Yusuf bisa saja membiarkan kekecewaan karena perlakuan jahat kakak-kakaknya, berkembang menjadi kepahitan dan kebencian. Dia bahkan tidak layak untuk dipenjarakan.
- Sebaliknya, Yusuf memilih untuk mempercayai Allah dan melakukan dengan iman hal-hal yang menyenangkan hati-Nya (baca: Kejadian 39 : 9B, ...."Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"). Sebagai akibatnya, Allah menyertai dia dan membuat berhasil apa yang dikerjakannya, bahkan memberi dia karunia menafsir mimpi, serta mengubahkan penderitaannya menjadi kemuliaan.
saya percaya, kita anak-anak Tuhan pun bisa seperti itu. Sebab, Roh Allah ada pada kita!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Roma 4 : 16-25
"Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -
seperti ada tertulis: "Engkau telah kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" - di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.
Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita."
Ayat renungan : Roma 4 : 20-21
"Terhadap janji Allah ia tidak bimbang.... malah Ia diperkuat dalam imannya.... bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan."
H.W. Smith pernah menulis, "Penglihatan bukanlah iman, demikian juga pendengaran dan perasaan, bukanlah iman."
Tetapi, percaya ketika tidak melihat, tidak mendengar dan tidak merasa, adalah iman.
Bacalah: Kejadian 12 : 1-4 dan akuilah, bahwa Abraham adalah seorang beriman. Apa yang Allah minta dari Abraham, pasti berat juga bagi setiap kita, yaitu "meninggalkan keluarga dan sanak saudara / sahabat, lalu pergi ke suatu negeri yang tidak dikenal." Namun demikian ada satu hal yang menentramkan hati Abraham, ialah "Janji Allah!" (Baca saja: Kejadian 12 : 2-3). Saya percaya, yang membuat Abraham meresponi panggilan Tuhan secara positif, bukanlah janji bahwa ia akan menjadi masyhur, melainkan kerinduannya untuk menunjukkan imannya, melalui ketaatan total! Amin?
Dengan kata lain, Abraham meninggalkan segala sesuatu hanyalah karena Allah berkata:
"Pergilah!"
Pertanyaan: Jika Bapa Sorgawi memanggil saudara untuk suatu tugas pelayanan, bersediakah saudara mematuhi Dia - walaupun itu berarti melepaskan sesuatu yang sangat saudara sayangi?
Ingat: Iman dan ketaatan Abraham tetap dijaga olehnya, sampai kepada menantikan keturunan yang Allah janjikan, bahkan sampai kepada mengorbankan Ishak, keturunan yang Allah janjikan itu! (Baca: Ibrani 11 : 17-19). Iman dan ketaatan seperti inilah yang menyenangkan hati Allah. Tunjukkanlah itu pada-Nya, dan saudara pasti bahagia!
"Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -
seperti ada tertulis: "Engkau telah kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" - di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.
Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita."
Ayat renungan : Roma 4 : 20-21
"Terhadap janji Allah ia tidak bimbang.... malah Ia diperkuat dalam imannya.... bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan."
H.W. Smith pernah menulis, "Penglihatan bukanlah iman, demikian juga pendengaran dan perasaan, bukanlah iman."
Tetapi, percaya ketika tidak melihat, tidak mendengar dan tidak merasa, adalah iman.
Bacalah: Kejadian 12 : 1-4 dan akuilah, bahwa Abraham adalah seorang beriman. Apa yang Allah minta dari Abraham, pasti berat juga bagi setiap kita, yaitu "meninggalkan keluarga dan sanak saudara / sahabat, lalu pergi ke suatu negeri yang tidak dikenal." Namun demikian ada satu hal yang menentramkan hati Abraham, ialah "Janji Allah!" (Baca saja: Kejadian 12 : 2-3). Saya percaya, yang membuat Abraham meresponi panggilan Tuhan secara positif, bukanlah janji bahwa ia akan menjadi masyhur, melainkan kerinduannya untuk menunjukkan imannya, melalui ketaatan total! Amin?
Dengan kata lain, Abraham meninggalkan segala sesuatu hanyalah karena Allah berkata:
"Pergilah!"
Pertanyaan: Jika Bapa Sorgawi memanggil saudara untuk suatu tugas pelayanan, bersediakah saudara mematuhi Dia - walaupun itu berarti melepaskan sesuatu yang sangat saudara sayangi?
Ingat: Iman dan ketaatan Abraham tetap dijaga olehnya, sampai kepada menantikan keturunan yang Allah janjikan, bahkan sampai kepada mengorbankan Ishak, keturunan yang Allah janjikan itu! (Baca: Ibrani 11 : 17-19). Iman dan ketaatan seperti inilah yang menyenangkan hati Allah. Tunjukkanlah itu pada-Nya, dan saudara pasti bahagia!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Mazmur 27 :1-6
Dari Daud.
"TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?
TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku,
mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku,
menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya;
Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku;
dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai;
aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN."
Ayat Renungan : Ibrani 11 :1
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
Tema kita minggu ini adalah "Iman yang menyenangkan hati Bapa." Saya telah berulang kali mengatakan bahwa jika Tuhan berjanji, ada empat hal yang harus kita percayai:
Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 14 : 1, "Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."
Bacalah: Roma 8 : 32 dan katakanlah dengan iman:
"Bapa, aku bersyukur bahwa di dalam Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah menyediakan segala sesuatu untukku."
So, jika itu adalah jenis iman di hati saudara, itu adalah Dasar Yang Sangat Baik bagi hidupmu.
Selamat!
Dari Daud.
"TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?
TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku,
mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku,
menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya;
Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku;
dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai;
aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN."
Ayat Renungan : Ibrani 11 :1
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
Tema kita minggu ini adalah "Iman yang menyenangkan hati Bapa." Saya telah berulang kali mengatakan bahwa jika Tuhan berjanji, ada empat hal yang harus kita percayai:
- Tuhan tidak pernah dusta - Ia jujur mengenai Jati Diri-Nya!
- Tuhan tidak pernah ingkar terhadap semua janji-Nya.
- Tuhan tidak pernah gagal melaksanakan apa yang Ia janjikan - Bagi-Nya tiada yang mustahil!
- Tuhan tidak pernah berubah setia pada semua janji-Nya. Dan II Korintus 1 : 20 mengatakan bahwa "Kristus adalah YA bagi semua janji Allah." Dengan kata lain, iman kita terletak pada Pribadi Yesus Kristus, pada pengorbanan-Nya bagi keselamatan kita! Amin?
Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 14 : 1, "Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."
Bacalah: Roma 8 : 32 dan katakanlah dengan iman:
"Bapa, aku bersyukur bahwa di dalam Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah menyediakan segala sesuatu untukku."
So, jika itu adalah jenis iman di hati saudara, itu adalah Dasar Yang Sangat Baik bagi hidupmu.
Selamat!
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
dari : Kotbah Tgl 09 Desember 2012
"Iman yang Menyenangkan Hati Bapa"
Kejadian 6 : 6-22
"maka menyesallah TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala mahluk, sebab bumi telah penuh oleh kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan istrimu dan istri anak-anakmu. Dan dari segala yang hidup, dari segala mahluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina haruslah kaubawa. Dari segala jenis burung dan dari segal jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka." Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya."
Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.
Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala mahluk, sebab bumi telah penuh oleh kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan istrimu dan istri anak-anakmu. Dan dari segala yang hidup, dari segala mahluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina haruslah kaubawa. Dari segala jenis burung dan dari segal jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka." Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya."
Ibrani 11 : 6A NIV berkata, "Dan tanpa iman adalah tidak mungkin menyenangkan hati Allah." Saudara mau menyenangkan hati Bapa Sorgawi? "Teladanilah Nuh!"
- Nuh tidak ikut-ikutan menjalankan hidup yang rusak, seperti orang-orang sezamannya (Baca: ayat 9-12). Itulah sebabnya, Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan. (Baca : ayat 8)
- Nuh mempercayai Allah sepenuhnya, dan tidak bimbang sedikitpun. Perhatikan: Ada tiga hal yang bisa membat Nuh bimbang - Pertama, Nuh belum pernah mengalami banjir apalagi air bah, sebab pada zaman itu, belum pernah ada hujan; bumi dibasahi oleh Allah dari dalam bumi itu sendiri (Baca: Kejadian 2 : 4-6). Kedua, Nuh tinggal di tengah-tengah daratan yang sangat jauh dari lautan, Anggap saja, Nuh bisa membangun bahtera itu. Tetapi bagaimana membawanya ke lautan? Ketiga, mengumpulkan binatang yang ada saat itu, pasti bermasalah, terlebih dalam memeliharanya, kan? Namun Nuh tidak mengeluh maupun beralasan.
Itulah iman yang menyenangkan hati Allah! Amin? Bagian terakhir dari Ibrani 11 : 7 - The Message, berkata: "Sebagai hasilnya, Nuh menjadi intim dengan Allah." Saudaraku, bukankah ini yang Allah sangat rindukan? Ingat ini: Sesungguhnya, Bapa Sorgawi sangat merindukan suatu hubungan! Dan, Hosea 6 : 6 FAYH mengungkapkan isi hati-Nya: "Aku tidak mengingini kurban-kurbanmu; Aku mengingini kasihmu. Aku tidak mengingini persembahan-persembahanmu; yang Kuingini ialah agar kamu mengenal Aku."
Saudara mengasihi Tuhan? Tunjukkanlah iman dan ketaatanmu! Saudara ingin mengenal Tuhan? Tunjukkanlah iman dan ketaatanmu! Sediakanlah waktu untuk bersekutu bersama-Nya. Itulah yang menyenangkan hati-Nya! Hati-hati:
- Banyak orang memiliki iman dan ketaatan yang luar biasa, tapi kurang bersekutu dengan Tuhan.
- Banyak orang mengaku bersekutu dengan Tuhan, tetapi bimbang dalam menghadapi masalah. Saudara tidak seperti itu, kan? Saya percaya, saudara memiliki kedua-duanya. Selamat ya!
"Dengan iman, Nuh, karena diperingatkan oleh Allah mengenai hal-hal yang belum dilihat, dengan hormat menyiapkan seuah bahtera untuk keselamatan keluarganya... dan menjadi ahli waris kebenaran berdasarkan iman."
Ibrani 11 : 7, New American Standard Bible.
Diposting oleh
Unknown
komentar (0)
Bacaan Alkitab : Kolose 3 : 12-17
"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."
Ayat Renungan : Kolose 3 : 15A
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu..."
Saudaraku, dalam Terjemahan Amplified, Kolose 3 : 15A itu berbunyi: "Hendaklah damai sejahtera Kristus menjadi wasit terus menerus di dalam hatimu..."
untuk contoh, saya punya kesaksian begini: Satu hari (setahun setelah saya bertobat), saya ditelepon untuk bernyanyi di sebuah kota di pulau Sumatera. Saya sudah komit dengan istri, agar jangan langsung dijawab, tapi didoakan dulu!
Mengapa? Kalau tidak sejahtera di hati, jangan terima - itu bukan yang dari Tuhan! Benar, saudaraku, saya tidak sejahtera! So, saya telepon dan katakan tidak bisa! Dan, saya lega! Begitulah caranya Tuhan menuntun kita, agar semakin peka terhadap kehendak Tuhan.
Perhatikan: Sebagai anak-anak Tuhan, Bapa Sorgawi menuntun kita oleh tiga hal ini:
"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."
Ayat Renungan : Kolose 3 : 15A
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu..."
Saudaraku, dalam Terjemahan Amplified, Kolose 3 : 15A itu berbunyi: "Hendaklah damai sejahtera Kristus menjadi wasit terus menerus di dalam hatimu..."
untuk contoh, saya punya kesaksian begini: Satu hari (setahun setelah saya bertobat), saya ditelepon untuk bernyanyi di sebuah kota di pulau Sumatera. Saya sudah komit dengan istri, agar jangan langsung dijawab, tapi didoakan dulu!
Mengapa? Kalau tidak sejahtera di hati, jangan terima - itu bukan yang dari Tuhan! Benar, saudaraku, saya tidak sejahtera! So, saya telepon dan katakan tidak bisa! Dan, saya lega! Begitulah caranya Tuhan menuntun kita, agar semakin peka terhadap kehendak Tuhan.
Perhatikan: Sebagai anak-anak Tuhan, Bapa Sorgawi menuntun kita oleh tiga hal ini:
- Dipimpin oleh Roh Kudus.
- Dipimpin oleh Hati Nurani Yang Murni.
- Dipimpin oleh Damai Sejahtera Kristus
Dan, semuanya dikerjakan oleh Roh Kudus di hati kita! So, supaya langkah-langkah kita tidak bertentangan dengan kehendak Bapa, saya menasehati saudara untuk "Menjadikan Firman Tuhan sebagai standar hidup saudara!" Sehingga, bila ada tanda-tanda kita bisa menyimpang dari Firman Tuhan, maka ketiga hal itu akan memberi peringatan! Akibatnya, kita terhindar dari melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan! Amin? So, belajarlah untuk peka terhadap peringatan-peringatan itu, dan tetaplah berkenan kepada Tuhan!